“Manfaat Zakat, Infak dan Sedekah”
1. Relevansi
KI, KD dan Indikator
ü Relevansi
KI
KI-1 Menerima,
menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya diri dalam
berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya.
KI-3 Memahami
pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin
tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan di tempat bermain.
KI-4 Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya
yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan
yang mencerminkan perilaku anak beriman dan akhlak mulia.
Analisis :
-
Pada
KI-1 sampai dengan KI-4, yang telah disebutkan di atas, menurut saya sudah
cukup relevan dengan tema pembahasan yang akan dilaksanakan.
-
Pada
KI-1, di mana anak diharapkan bisa menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran
agama terkait ibadah zakat, infak dan sedekah. Dalam hal ini anak didik bisa
mencapai KI-1 ini dengan mempelajari materi ini, dikarenakan dalam materi
zakat, infak dan sedekah dapat ditanamkan penanaman keyakinan akan adanya Allah
Swt. sebagai pencipta manusia, dan
keyakinan bahwa Allah telah menurunkan petunjuk bagi manusia melalui Rasul Saw.
dan Alquran, kemudian keyakinan akan adanya Hari Akhir yaitu Hari Pembalasan
segala amal manusia (amal baik/amal buruk). Dengan menjelaskan ajaran Islam
terkait zakat, infak, dan sedekah, anak didik akan mampu menjadi anak yang taat
agama dan mampu memahami hikmah dibalik perintah agama, sehingga anak didik
menjadi lebih yakin akan kebenaran ajaran agama yang dianutnya. Dengan adanya
penanamaan ini, keimanan anak didik akan semakin kuat, dan iman yang kuat
berimplikasi pada perbuatan taat yang semakin meningkat, dan tentunya akan
mempengaruhi perilakunya (menjadi lebih baik) di dalam kehidupannya
sehari-hari.
-
Pada
KI-2, dengan adanya materi zakat, infak dan sedekah, anak didik dimungkinkan
terbentuk perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan
percaya dirinya dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya.
Hal ini, dikarenakan pada materi zakat, infak dan sedekah, anak didik akan
memahami makna jujur, yaitu ketika memahami bahwa zakat itu dilakukan oleh
orang yang beriman, dan takut kepada Allah yang Maha Menghitung, di mana pada
zakat mal (harta), orang yang sudah sampai hisab dan haulnya wajib menunaikan
zakat, sedangkan pada prakteknya, hanya orang yang jujur saja yang benar-benar
mau melaksanakan ibadah zakat ini. Kemudian, materi zakat, infaq dan sedekah
juga dapat digunakan untuk menumbuhkan perilaku disiplin dan tanggung jawab,
hal ini terlihat pada materi zakat yang wajib dilakukan oleh orang yang
memiliki harta yang sudah sampai nisab (hitungan) dan haul (1 tahun)-nya, pada
sisi ini ada penanaman perilaku disiplin dan tanggung jawab yang harus dimiliki
oleh seorang muslim saat menunaikan perintah zakat ini. Kemudian, materi infak
dan sedekah, dapat menumbuhkan nilai santun, peduli kepada sesama, dikarenakan
pada materi infak dan sedekah akan menimbulkan perasaan kasih sayang kepada
sesama manusia, dan dorongan kasih sayang ini merupakan wujud keimanan seorang
muslim dan ketaatannya kepada Allah Swt. yang memerintahkannya untuk menolong
sesama manusia. Selanjutnya, perilaku percaya diri dalam berinteraksi dengan
keluarga, teman, guru dan tetangganya akan terpupuk pada materi zakat, infak
dan sedekah ini, karena anak didik yang melaksanakan amal zakat, infak dan
sedekah mau tidak mau harus berinteraksi dengan orang lain, terutama orang yang
berhak menerima zakat, infak dan sedekah. Menurut penulis, pada KI-1 dapat
seharusnya ditambahkan juga penanaman perilaku lainnya yaitu amar ma’ruf dan
nahi munkar, karena pada materi zakat ini, hukum syariat telah mewajibkan
orang yang sudah memenuhi hisab dan haulnya untuk mengeluarkan zakat, jika
tidak akan diberikan sangsi hukuman oleh penguasa, dengan adanya pemaparan ini
diharapkan anak didik memahami bahwa perintah Allah dalam dakwah juga merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari ajaran Islam lainnya.
-
Pada
KI-3, materi zakat, infak dan sedekah juga dapat menambah pengetahuan faktual anak
didik, yaitu dengan cara mengamati dan menanya (berdasarkan rasa ingin tahu
tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya) proses kegiatan zakat,
infak dan sedekah yang biasanya dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat,
contoh kegiatan yang bisa dilakukan anak didik untuk mendapatkan pengalaman ini
adalah disaat malam Hari Raya Idul Fitri, di mana anak didik bisa diberi tugas
untuk mengamati serta membantu kegiatan penyalur zakat yang ada di dekat
rumahnya, atau bisa juga anak didik bersama dengan rekan sejawatnya
melaksanakan kegiatan bakti sosial secara terprogram oleh pihal sekolah.
Tentunya dengan adanya kegiatan yang langsung bisa diikuti oleh anak didik,
pemahaman akan materi zakat, infak dan sedekah ini akan lebih mudah dipahami
oleh anak didik. Selain itu, anak didik dengan materi zakat, infak dan sedekah
ini, juga akan memahami bahwa makhluk Allah itu memiliki keragaman bentuk
fisik, kondisi ekonomi, dan sebagainya. Sehingga, anak didik bisa lebih
bijaksana dalam menjalani kehidupannya di masa mendatang.
-
Pada
KI-4, materi zakat, infak, dan sedekah ini dapat meningkatkan keterampilan
psikomotik anak didik, terutama dalam menyajikan pengetahuan faktual dalam
forum ilmiah yang dilaksanakan di dalam kelas, hal ini bisa dilakukan dengan
meminta anak didi untuk mengamati secara langsung kegiatan zakat, infak dan
sedekah yang tengah terjadi di sekitar rumahnya. Setelah anak didik diminta
mengamati, maka anak didik selanjutnya diminta membuat laporan terkait
pengamatan yang dilakukannya. Sehingga, dengan adanya kegiatan mengamati dan
melaporkan hasil pengamatan ini, peserta didik akan terlatih keterampilan
bahasanya, terutama saat membuat laporan tertulis dan mempresentasikan
laporannya di depan kelas. Selain itu, membuat laporan tentu juga membutuhkan
kemampuan lainnya yaitu kemampuan menyusun laporan secara sistematis dan logis,
sehingga dengan adanya kegiatan ini, anak didik akan terlatih kemampuan
intelektualnya dalam menyajikan laporan secara runut dan masuk akal. Dengan
adanya kegiatan pengamatan dan laporan inilah, akan muncul keterampilan seorang
anak didik yang sehat akal dan sehat jasmaninya, serta akan melahirkan perilaku
yang mulia serta sikap keimanan dalam hidupnya. Selain, keterampilan tersebut
di atas, ada juga keterampilan lainnya yang bisa ditambahkan dalam materi zakat,
infak dan sedekah ini, yaitu keterampilan interpersonal dan intrapersonal,
dikarenakan pada materi ini, anak didik akan dilatih kepekaan sosialnya,
sehingga meningkat kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya di dalam
kehidupannya sehari-hari.
ü Relevansi KD
Kompetensi Dasar
1.1.
Menerima perintah zakat, infak dan sedekah
1.2.
Mengamalkan perintah zakat, infak dan sedekah
1.3.
Menghargai orang yang zakat, infak dan sedekah
Analisis :
Untuk
materi zakat, infak dan sedekah, terdapat dalam tingkatan/jenjang pendidikan
Madrasah, yaitu pada Madrasah Ibtidaiyyah kelas 4 semester 1 da Madrasah
Tsanawiyah kelas VIII semester 1, tentunya berdasarkan kemampuan peserta
didiknya, kompetensi dasarnya haruslah sesuai dengan tingkat berpikir anak
kelas Ibtidaiyyah dan juga bagi anak kelas Tsanawiyah, pada analisis ini saya
akan menampilkan kompetensi dasar yang seharusnya dicapai pada pembelajaran
ini, berdasarkan Lampiran Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2
Tahun 2008 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama
Islam Dan Bahasa Arab Di Madrasah, berikut ini adalah lampirannya:
Tingkat Madrasah Ibtidaiyyah Kelas IV Semester Satu
|
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
|
Mengetahui ketentuan zakat
|
1.1 Menjelaskan macam-macam
zakat
1.2 Menjelaskan ketentuan
zakat fitrah
1.3 Mempraktekkan tata cara zakat fitrah
|
|
Mengenal ketentuan infak dan
sedekah
|
2.1 Menjelaskan ketentuan infak dan sedekah
2.2 Mempraktikkan tata cara infak dan
sedekah
|
Tingkat Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII, Semester 1
Standar Kompetensi: Melaksanakan
tatacara zakat
Kompetensi Dasar:
3.1 Menjelaskan ketentuan zakat fitrah dan zakat maal
3.2
Menjelaskan orang yang berhak menerima zakat
3.3
Mempraktikkan pelaksanaan zakat fitrah dan maal
Dilihat dari lampiran yang ada, dan dibandingkan dengan
Standar Kompetensi yang ditetapkan oleh materi yang terdapat pada buku, maka
terlihat ketidaksesuaian Kompetensi Dasar yang terdapat pada buku, dengan yang
ditetapkan Menteri Agama, berikut kompetensi dasar yang tidak sesuai tersebut:
Kompetensi Dasar
1.1. Menerima perintah zakat, infak dan
sedekah
1.2.
Mengamalkan perintah zakat, infak dan sedekah
1.3.
Menghargai orang yang zakat, infak dan sedekah
Seharusnya
pada tingkat MI Kelas IV Semester 1:
Standar
Kompetensinya:
1. Mengetahui
ketentuan zakat, kompetensi dasarnya:
1.1. Menjelaskan
macam-macam zakat
1.2.
Menjelaskan ketentuan zakat fitrah
1.3.
Mempraktekkan tata cara zakat
fitrah
Standar
Kompetensinya:
2. Mengenal
ketentuan infak dan sedekah, kompetensi dasarnya:
2.1. Menjelaskan
ketentuan infak dan sedekah
2.2.
Mempraktikkan tata cara infak dan sedekah
Kemudian,
seharusnya pada tingkat MTs Kelas VIII
Semester 1:
1.1. Menjelaskan
ketentuan zakat fitrah dan zakat maal
1.2.
Menjelaskan orang yang berhak menerima zakat
1.3. Mempraktikkan
pelaksanaan zakat fitrah dan maal
Dilihat
dari materi kompetensi dasar yang ditetapkan di buku, tingkat pendidikannya
adalah tingkat Madrasah Ibtidaiyah, sehingga seharusnya standar kompetensi yang
pertama adalah mengetahui ketentuan zakat dengan kompetensi dasarnya yaitu menjelaskan
macam-macam zakat, menjelaskan ketentuan zakat fitrah dan mempraktekkan tata
cara zakat fitrah, sedangkan standar kompetensi yang kedua adalah mengenal
ketentuan infak dan sedekah, sedangkan kompetensi dasarnya adalah menjelaskan
ketentuan infak dan sedekah dan mempraktikkan tata cara infak dan sedekah.
Jadi,
berdasarkan ketentuan Kementerian Agama tersebut, kompetensi dasar yang dibuat
oleh buku tidak sesuai dengan ketentuan kementrian agam tersebut.
Namun,
jika dilihat dari adanya Kompetensi Inti yang telah ditetapkan sebelumnya pada
buku tersebut, dapat dipahami bahwa kurikulum yang digunakan berbeda dengan
kurikulum yang dipakai oleh lampiran Kementerian Agama tadi, buku ini
menggunakan kurikulum 2013 yang menekankan adanya penanaman karakter pada
peserta didiknya, sehingga penanaman sikap dan keterampilan lebih menonjol
dibandingkan dengan peningkatan pemahaman (kognitif) siswa.
Sehingga,
saya dapat memahami bahwa kompetensi dasar yang ditetapkan, orientasinya pada
sikap dan keterampilan anak didik. Namun seharusnya tidak menghilangkan sisi
kognitif peserta didik dalam pembelajarannya dan tingkatan pemahaman siswa
Madrasah Ibtidaiyah dalam mempelajari sebuah pelajaran, sehingga saran saya
terkait kompetensi dasarnya adalah sebagai berikut:
Kompetensi Dasar,
siswa mampu:
1.1. Menjelaskan macam-macam zakat
1.2.ketentuan zakat, infak dan sedekah
1.3. Menerima
perintah zakat, infak dan sedekah sebagai perintah Allah
1.4. Mengamalkan
perintah zakat, infak dan sedekah
1.5. Menghargai
orang yang berzakat, infak dan sedekah
ü Relevansi
Indikator, adapun indikator yang terdapat pada buku adalah sebagai
berikut :
KD-1.1.
Menerima perintah zakat, infak dan sedekah
a. Mengikuti
perintah zakat, infak dan sedekah
b. Menyenangi
perintah zakat, infak dan sedekah
KD-1.2.
Mengamalkan perintah zakat, infak dan sedekah
a. Mengimplementasikan
perintah zakat, infak dan sedekah
b. Membiasakan
berzakat, infak dan sedekah
KD-1.1. Menghargai orang yang zakat, infak
dan sedekah
a. Menghormati
orang yang berzakat, infak dan sedekah
b. Mensuriteladani
orang yang berzakat, infak dan sedekah
Berdasarkan
analisa sebelumnya, terkait kompetensi dasar yang ditetapkan, maka ada
perubahan dalam menetapkan indikator yang akan dicapai, dalam hal ini menurut
saya indikator yang seharusnya dicapai adalah sebagai berikut:
KD-1.1.
Menjelaskan ketentuan
zakat, infak dan sedekah
a. Menjelaskan
macam-macam zakat
b. Menjelaskan
ketentuan zakat, infak dan sedekah
KD-1.2.
Menerima perintah zakat, infak dan sedekah
a. Mengikuti
perintah zakat, infak dan sedekah
b. Menyenangi
perintah zakat, infak dan sedekah
KD-1.3.
Mengamalkan perintah zakat, infak dan sedekah
a. Mengimplementasikan
perintah zakat, infak dan sedekah
b. Membiasakan
berzakat, infak dan sedekah
KD-1.4. Menghargai orang yang zakat, infak
dan sedekah
a. Menghormati
orang yang berzakat, infak dan sedekah
b. Mensuriteladani
orang yang berzakat, infak dan sedekah
2. Relevansi
KD, Indikator dan Materi
ü Untuk
relevansi KD, Indikator dan materi pada buku yang dianalisis, menurut saya
masih kurang relevan, berikut kekurangannya:
o
Materi yang disajikan hanya terkait
manfaat zakat (baik bagi muzakki maupun mustahik), pengertian
infak, manfaat infak, pengertian dermawan, yang merusak infak dan sedekah, dan
hukum bersedekah. Padahal berdasarkan KD dan Indikator yang ditetapkan pada
buku, materi yang harusnya dipaparkan adalah sebagai berikut:
1)
Manfaat zakat, infak dan sedekah, baik
dari sisi pahala dan manfaat di dunia.
2)
Ketentuan-ketentun zakat, infak dan
sedekah, karena pada kompetensi dasar yang kedua, anak didik diharapkan bisa
mempraktikkan zakat, infak dan sedekah. Tentunya sebelum mempraktikkan, anak
didik haruslah memahami ketentuan zakat, infak dan sedekah terlebih dahulu.
3)
Materi teladan, yang
memaparkan/menceritakan keutamaan-keutamaan orang yang berzakat, infak dan
sedekah, baik yang terdapat dalam Alquran maupun hadis Nabi Saw.
o
Adapun berdasarkan KD dan Indikator yang
saya sarankan, ada materi tambahan yang seharusnya dimasukkan ke dalam buku,
yaitu:
1) Macam-macam
zakat, seperti penjelasan zakat maal dan zakat fitrah.
2) Studi
kasus, yang terjadi di masyarakat Indonesia yang faktanya kurang dalam
menjalankan aktivitas zakat, infak dan sedekah ini, sehingga anak didik
mendiskusikan solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.
3. Hubungan
Indikator, Materi dan Metode yang Digunakan
ü Pada
buku yang dianalisis, tidak ada panduan yang menjelaskan proses pembelajaran,
bahkan tidak terdapat metode yang dapat digunakan.
ü Dari
indikator dan materi yang telah saya sarankan, seharusnya metode yang digunakan
dalam pembelajaran ini adalah sebagai berikut:
1)
Ceramah, yaitu guru menjelaskan materi secara
singkat dan padat.
2)
Modeling, guru memberikan contoh bagaimana praktek zakat,
infak dan sedekah yang berlangsung di tengah masyarakat.
3)
Reflecting, anak didik mempraktikkan simulasi zakat, infak
dan sedekah di dalam kelas dengan panduan guru.
4)
Socialization, anak didik ditugaskan untuk
mengamati langsung di lapangan, praktik zakat,infak dan sedekah yang
dilaksanakan oleh masyarakat.
5)
deep discussion,
setelah dijelaskan singkat, anak didik disodorkan masalah, kemudian berdiskusi
di dalam kelas untuk mencari solusi atas masalah tersebut.
6)
problem solving, setelah
diskusi selesai dilaksanakan, anak didik mempresentasikan hasil diskusinya di
depan kelas, dan dengan panduan guru, anak didik menyimpulkan solusi yang dapat
digunakan secara tepat.
7)
authentic assessment, selama proses
pembelajaran berlangsung, guru melakukan penilaian proses terhadap aktivitas
siswanya.
4.
Ketepatan
Evaluasi Pembelajaran
ü
Pada
buku yang dianalisis, instrumen evaluasi yang ada hanya penilaian sikap
(afektif) anak didik saja, sedangkan pada sisi kognitif dan psikomotoriknnya
tidak ada.
ü
Seharusnya,
penilaian yang dilakukan pada seluruh sisi, yaitu kognitif, afektif, dan
psikomotoriknya, berikut contohnya :
1)
Sisi
kognitifnya:
Tolong Anda jawab pertanyaan berikut ini dengan baik
dan benar !
1. Dalam
ajaran Islam, zakat merupakan sebuah kewajiban, sehingga kita harus
melaksanakannya dengan penuh ketaatan, tolong Anda sebutkan macam-macam zakat
dalam ajaran Islam?
2. Melaksanakan
Ibadah haruslah Ikhlas dan sesuai dengan ketentuan Alquran dan Assunah, tolong
Anda jelaskan ketentuan zakat maal bagi pemilik harta yang sampai hisabnya dan
haulnya berikut ini:
Abdullah memiliki harta yang totalnya 250 juta,
berapakah jumlah zakat yang harus dikeluarkannya?
3. Tolong
Anda sebutkan hukum ibadah berikut ini:
a. Berzakat
bagi yang sampai hisab dan haulnya, hukumnya…
b. Infak
dengan benda haram, hukumnya…
c. Memberikan
hadiah dan hibah, hukumnya…
4. Apa
saja hikmah zakat…
5. Apa
saja hikmah infak dan sedekah…
2)
Sisi
Psikomotoriknya:
Penugasan:
1. Tolong
Anda amati aktivitas penyaluran zakat fitrah yang ada disekitar rumah Anda!
2. Tolong
Anda mengamalkan aktivitas infak dan sedekah setiap hari Jum’at bersama
orangtua Anda!
3. Wawancarailah
orang yang bersedekah di sekitar rumah Anda, dan mintalah nasihat darinya!