Pendalaman Materi PAI-M.Fachmyli Annor


“Manfaat Zakat, Infak dan Sedekah”



1.      Relevansi KI, KD dan Indikator

ü  Relevansi KI

KI-1        Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

KI-2        Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya.

KI-3        Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan di tempat bermain.

KI-4        Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan akhlak mulia.



Analisis :

-          Pada KI-1 sampai dengan KI-4, yang telah disebutkan di atas, menurut saya sudah cukup relevan dengan tema pembahasan yang akan dilaksanakan.

-          Pada KI-1, di mana anak diharapkan bisa menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama terkait ibadah zakat, infak dan sedekah. Dalam hal ini anak didik bisa mencapai KI-1 ini dengan mempelajari materi ini, dikarenakan dalam materi zakat, infak dan sedekah dapat ditanamkan penanaman keyakinan akan adanya Allah Swt. sebagai pencipta  manusia, dan keyakinan bahwa Allah telah menurunkan petunjuk bagi manusia melalui Rasul Saw. dan Alquran, kemudian keyakinan akan adanya Hari Akhir yaitu Hari Pembalasan segala amal manusia (amal baik/amal buruk). Dengan menjelaskan ajaran Islam terkait zakat, infak, dan sedekah, anak didik akan mampu menjadi anak yang taat agama dan mampu memahami hikmah dibalik perintah agama, sehingga anak didik menjadi lebih yakin akan kebenaran ajaran agama yang dianutnya. Dengan adanya penanamaan ini, keimanan anak didik akan semakin kuat, dan iman yang kuat berimplikasi pada perbuatan taat yang semakin meningkat, dan tentunya akan mempengaruhi perilakunya (menjadi lebih baik) di dalam kehidupannya sehari-hari.

-          Pada KI-2, dengan adanya materi zakat, infak dan sedekah, anak didik dimungkinkan terbentuk perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya dirinya dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya. Hal ini, dikarenakan pada materi zakat, infak dan sedekah, anak didik akan memahami makna jujur, yaitu ketika memahami bahwa zakat itu dilakukan oleh orang yang beriman, dan takut kepada Allah yang Maha Menghitung, di mana pada zakat mal (harta), orang yang sudah sampai hisab dan haulnya wajib menunaikan zakat, sedangkan pada prakteknya, hanya orang yang jujur saja yang benar-benar mau melaksanakan ibadah zakat ini. Kemudian, materi zakat, infaq dan sedekah juga dapat digunakan untuk menumbuhkan perilaku disiplin dan tanggung jawab, hal ini terlihat pada materi zakat yang wajib dilakukan oleh orang yang memiliki harta yang sudah sampai nisab (hitungan) dan haul (1 tahun)-nya, pada sisi ini ada penanaman perilaku disiplin dan tanggung jawab yang harus dimiliki oleh seorang muslim saat menunaikan perintah zakat ini. Kemudian, materi infak dan sedekah, dapat menumbuhkan nilai santun, peduli kepada sesama, dikarenakan pada materi infak dan sedekah akan menimbulkan perasaan kasih sayang kepada sesama manusia, dan dorongan kasih sayang ini merupakan wujud keimanan seorang muslim dan ketaatannya kepada Allah Swt. yang memerintahkannya untuk menolong sesama manusia. Selanjutnya, perilaku percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya akan terpupuk pada materi zakat, infak dan sedekah ini, karena anak didik yang melaksanakan amal zakat, infak dan sedekah mau tidak mau harus berinteraksi dengan orang lain, terutama orang yang berhak menerima zakat, infak dan sedekah. Menurut penulis, pada KI-1 dapat seharusnya ditambahkan juga penanaman perilaku lainnya yaitu amar ma’ruf dan nahi munkar, karena pada materi zakat ini, hukum syariat telah mewajibkan orang yang sudah memenuhi hisab dan haulnya untuk mengeluarkan zakat, jika tidak akan diberikan sangsi hukuman oleh penguasa, dengan adanya pemaparan ini diharapkan anak didik memahami bahwa perintah Allah dalam dakwah juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ajaran Islam lainnya.

-          Pada KI-3, materi zakat, infak dan sedekah juga dapat menambah pengetahuan faktual anak didik, yaitu dengan cara mengamati dan menanya (berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya) proses kegiatan zakat, infak dan sedekah yang biasanya dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat, contoh kegiatan yang bisa dilakukan anak didik untuk mendapatkan pengalaman ini adalah disaat malam Hari Raya Idul Fitri, di mana anak didik bisa diberi tugas untuk mengamati serta membantu kegiatan penyalur zakat yang ada di dekat rumahnya, atau bisa juga anak didik bersama dengan rekan sejawatnya melaksanakan kegiatan bakti sosial secara terprogram oleh pihal sekolah. Tentunya dengan adanya kegiatan yang langsung bisa diikuti oleh anak didik, pemahaman akan materi zakat, infak dan sedekah ini akan lebih mudah dipahami oleh anak didik. Selain itu, anak didik dengan materi zakat, infak dan sedekah ini, juga akan memahami bahwa makhluk Allah itu memiliki keragaman bentuk fisik, kondisi ekonomi, dan sebagainya. Sehingga, anak didik bisa lebih bijaksana dalam menjalani kehidupannya di masa mendatang.

-          Pada KI-4, materi zakat, infak, dan sedekah ini dapat meningkatkan keterampilan psikomotik anak didik, terutama dalam menyajikan pengetahuan faktual dalam forum ilmiah yang dilaksanakan di dalam kelas, hal ini bisa dilakukan dengan meminta anak didi untuk mengamati secara langsung kegiatan zakat, infak dan sedekah yang tengah terjadi di sekitar rumahnya. Setelah anak didik diminta mengamati, maka anak didik selanjutnya diminta membuat laporan terkait pengamatan yang dilakukannya. Sehingga, dengan adanya kegiatan mengamati dan melaporkan hasil pengamatan ini, peserta didik akan terlatih keterampilan bahasanya, terutama saat membuat laporan tertulis dan mempresentasikan laporannya di depan kelas. Selain itu, membuat laporan tentu juga membutuhkan kemampuan lainnya yaitu kemampuan menyusun laporan secara sistematis dan logis, sehingga dengan adanya kegiatan ini, anak didik akan terlatih kemampuan intelektualnya dalam menyajikan laporan secara runut dan masuk akal. Dengan adanya kegiatan pengamatan dan laporan inilah, akan muncul keterampilan seorang anak didik yang sehat akal dan sehat jasmaninya, serta akan melahirkan perilaku yang mulia serta sikap keimanan dalam hidupnya. Selain, keterampilan tersebut di atas, ada juga keterampilan lainnya yang bisa ditambahkan dalam materi zakat, infak dan sedekah ini, yaitu keterampilan interpersonal dan intrapersonal, dikarenakan pada materi ini, anak didik akan dilatih kepekaan sosialnya, sehingga meningkat kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya di dalam kehidupannya sehari-hari.



ü  Relevansi KD

Kompetensi Dasar

1.1. Menerima perintah zakat, infak dan sedekah

1.2. Mengamalkan perintah zakat, infak dan sedekah

1.3. Menghargai orang yang zakat, infak dan sedekah





Analisis :

Untuk materi zakat, infak dan sedekah, terdapat dalam tingkatan/jenjang pendidikan Madrasah, yaitu pada Madrasah Ibtidaiyyah kelas 4 semester 1 da Madrasah Tsanawiyah kelas VIII semester 1, tentunya berdasarkan kemampuan peserta didiknya, kompetensi dasarnya haruslah sesuai dengan tingkat berpikir anak kelas Ibtidaiyyah dan juga bagi anak kelas Tsanawiyah, pada analisis ini saya akan menampilkan kompetensi dasar yang seharusnya dicapai pada pembelajaran ini, berdasarkan Lampiran Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam Dan Bahasa Arab Di Madrasah, berikut ini adalah lampirannya:

Tingkat Madrasah Ibtidaiyyah Kelas IV Semester Satu

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Mengetahui ketentuan zakat
1.1 Menjelaskan macam-macam zakat
1.2 Menjelaskan ketentuan zakat fitrah
1.3 Mempraktekkan tata cara zakat fitrah
Mengenal ketentuan infak dan sedekah
 2.1 Menjelaskan ketentuan infak dan sedekah
 2.2 Mempraktikkan tata cara infak dan sedekah









Tingkat Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII, Semester 1



Standar Kompetensi: Melaksanakan tatacara zakat

Kompetensi Dasar:

3.1 Menjelaskan ketentuan zakat fitrah dan zakat maal

3.2 Menjelaskan orang yang berhak menerima zakat

3.3 Mempraktikkan pelaksanaan zakat fitrah dan maal



Dilihat dari lampiran yang ada, dan dibandingkan dengan Standar Kompetensi yang ditetapkan oleh materi yang terdapat pada buku, maka terlihat ketidaksesuaian Kompetensi Dasar yang terdapat pada buku, dengan yang ditetapkan Menteri Agama, berikut kompetensi dasar yang tidak sesuai tersebut:

Kompetensi Dasar

1.1. Menerima perintah zakat, infak dan sedekah

1.2. Mengamalkan perintah zakat, infak dan sedekah

1.3. Menghargai orang yang zakat, infak dan sedekah

Seharusnya pada tingkat MI Kelas IV Semester 1:

Standar Kompetensinya:

1.    Mengetahui ketentuan zakat, kompetensi dasarnya:

1.1. Menjelaskan macam-macam zakat

1.2. Menjelaskan ketentuan zakat fitrah

1.3. Mempraktekkan tata cara zakat fitrah

Standar Kompetensinya:

2.    Mengenal ketentuan infak dan sedekah, kompetensi dasarnya:

2.1. Menjelaskan ketentuan infak dan sedekah

2.2. Mempraktikkan tata cara infak dan sedekah

Kemudian, seharusnya pada tingkat MTs Kelas  VIII Semester 1:

1.1. Menjelaskan ketentuan zakat fitrah dan zakat maal

1.2. Menjelaskan orang yang berhak menerima zakat

1.3. Mempraktikkan pelaksanaan zakat fitrah dan maal

Dilihat dari materi kompetensi dasar yang ditetapkan di buku, tingkat pendidikannya adalah tingkat Madrasah Ibtidaiyah, sehingga seharusnya standar kompetensi yang pertama adalah mengetahui ketentuan zakat dengan kompetensi dasarnya yaitu menjelaskan macam-macam zakat, menjelaskan ketentuan zakat fitrah dan mempraktekkan tata cara zakat fitrah, sedangkan standar kompetensi yang kedua adalah mengenal ketentuan infak dan sedekah, sedangkan kompetensi dasarnya adalah menjelaskan ketentuan infak dan sedekah dan mempraktikkan tata cara infak dan sedekah.

Jadi, berdasarkan ketentuan Kementerian Agama tersebut, kompetensi dasar yang dibuat oleh buku tidak sesuai dengan ketentuan kementrian agam tersebut.

Namun, jika dilihat dari adanya Kompetensi Inti yang telah ditetapkan sebelumnya pada buku tersebut, dapat dipahami bahwa kurikulum yang digunakan berbeda dengan kurikulum yang dipakai oleh lampiran Kementerian Agama tadi, buku ini menggunakan kurikulum 2013 yang menekankan adanya penanaman karakter pada peserta didiknya, sehingga penanaman sikap dan keterampilan lebih menonjol dibandingkan dengan peningkatan pemahaman (kognitif) siswa.

Sehingga, saya dapat memahami bahwa kompetensi dasar yang ditetapkan, orientasinya pada sikap dan keterampilan anak didik. Namun seharusnya tidak menghilangkan sisi kognitif peserta didik dalam pembelajarannya dan tingkatan pemahaman siswa Madrasah Ibtidaiyah dalam mempelajari sebuah pelajaran, sehingga saran saya terkait kompetensi dasarnya adalah sebagai berikut:

Kompetensi Dasar, siswa mampu:

1.1. Menjelaskan macam-macam zakat

1.2.ketentuan zakat, infak dan sedekah

1.3. Menerima perintah zakat, infak dan sedekah sebagai perintah Allah

1.4. Mengamalkan perintah zakat, infak dan sedekah

1.5. Menghargai orang yang berzakat, infak dan sedekah



ü  Relevansi Indikator, adapun indikator yang terdapat pada buku adalah sebagai berikut :

KD-1.1. Menerima perintah zakat, infak dan sedekah

a.      Mengikuti perintah zakat, infak dan sedekah

b.      Menyenangi perintah zakat, infak dan sedekah

KD-1.2. Mengamalkan perintah zakat, infak dan sedekah

a.      Mengimplementasikan perintah zakat, infak dan sedekah

b.      Membiasakan berzakat, infak dan sedekah

KD-1.1. Menghargai orang yang zakat, infak dan sedekah

a.      Menghormati orang yang berzakat, infak dan sedekah

b.      Mensuriteladani orang yang berzakat, infak dan sedekah

Berdasarkan analisa sebelumnya, terkait kompetensi dasar yang ditetapkan, maka ada perubahan dalam menetapkan indikator yang akan dicapai, dalam hal ini menurut saya indikator yang seharusnya dicapai adalah sebagai berikut:

KD-1.1. Menjelaskan ketentuan zakat, infak dan sedekah

a.      Menjelaskan macam-macam zakat

b.      Menjelaskan ketentuan zakat, infak dan sedekah

KD-1.2. Menerima perintah zakat, infak dan sedekah

a.      Mengikuti perintah zakat, infak dan sedekah

b.      Menyenangi perintah zakat, infak dan sedekah

KD-1.3. Mengamalkan perintah zakat, infak dan sedekah

a.      Mengimplementasikan perintah zakat, infak dan sedekah

b.      Membiasakan berzakat, infak dan sedekah

KD-1.4. Menghargai orang yang zakat, infak dan sedekah

a.      Menghormati orang yang berzakat, infak dan sedekah

b.      Mensuriteladani orang yang berzakat, infak dan sedekah







2.      Relevansi KD, Indikator dan Materi



ü  Untuk relevansi KD, Indikator dan materi pada buku yang dianalisis, menurut saya masih kurang relevan, berikut kekurangannya:

o   Materi yang disajikan hanya terkait manfaat zakat (baik bagi muzakki maupun mustahik), pengertian infak, manfaat infak, pengertian dermawan, yang merusak infak dan sedekah, dan hukum bersedekah. Padahal berdasarkan KD dan Indikator yang ditetapkan pada buku, materi yang harusnya dipaparkan adalah sebagai berikut:

1)        Manfaat zakat, infak dan sedekah, baik dari sisi pahala dan manfaat di dunia.

2)        Ketentuan-ketentun zakat, infak dan sedekah, karena pada kompetensi dasar yang kedua, anak didik diharapkan bisa mempraktikkan zakat, infak dan sedekah. Tentunya sebelum mempraktikkan, anak didik haruslah memahami ketentuan zakat, infak dan sedekah terlebih dahulu.

3)        Materi teladan, yang memaparkan/menceritakan keutamaan-keutamaan orang yang berzakat, infak dan sedekah, baik yang terdapat dalam Alquran maupun hadis Nabi Saw.

o   Adapun berdasarkan KD dan Indikator yang saya sarankan, ada materi tambahan yang seharusnya dimasukkan ke dalam buku, yaitu:

1)      Macam-macam zakat, seperti penjelasan zakat maal dan zakat fitrah.

2)      Studi kasus, yang terjadi di masyarakat Indonesia yang faktanya kurang dalam menjalankan aktivitas zakat, infak dan sedekah ini, sehingga anak didik mendiskusikan solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.



3.      Hubungan Indikator, Materi dan Metode yang Digunakan



ü  Pada buku yang dianalisis, tidak ada panduan yang menjelaskan proses pembelajaran, bahkan tidak terdapat metode yang dapat digunakan.

ü  Dari indikator dan materi yang telah saya sarankan, seharusnya metode yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah sebagai berikut:



1)     Ceramah, yaitu guru menjelaskan materi secara singkat dan padat.

2)     Modeling, guru memberikan contoh bagaimana praktek zakat, infak dan sedekah yang berlangsung di tengah masyarakat.

3)     Reflecting, anak didik mempraktikkan simulasi zakat, infak dan sedekah di dalam kelas dengan panduan guru.

4)     Socialization, anak didik ditugaskan untuk mengamati langsung di lapangan, praktik zakat,infak dan sedekah yang dilaksanakan oleh masyarakat.

5)     deep discussion, setelah dijelaskan singkat, anak didik disodorkan masalah, kemudian berdiskusi di dalam kelas untuk mencari solusi atas masalah tersebut.

6)     problem solving, setelah diskusi selesai dilaksanakan, anak didik mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, dan dengan panduan guru, anak didik menyimpulkan solusi yang dapat digunakan secara tepat.

7)     authentic assessment, selama proses pembelajaran berlangsung, guru melakukan penilaian proses terhadap aktivitas siswanya.



4.      Ketepatan Evaluasi Pembelajaran



ü  Pada buku yang dianalisis, instrumen evaluasi yang ada hanya penilaian sikap (afektif) anak didik saja, sedangkan pada sisi kognitif dan psikomotoriknnya tidak ada.

ü  Seharusnya, penilaian yang dilakukan pada seluruh sisi, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotoriknya, berikut contohnya :

1)      Sisi kognitifnya:

Tolong Anda jawab pertanyaan berikut ini dengan baik dan benar !

1.      Dalam ajaran Islam, zakat merupakan sebuah kewajiban, sehingga kita harus melaksanakannya dengan penuh ketaatan, tolong Anda sebutkan macam-macam zakat dalam ajaran Islam?

2.      Melaksanakan Ibadah haruslah Ikhlas dan sesuai dengan ketentuan Alquran dan Assunah, tolong Anda jelaskan ketentuan zakat maal bagi pemilik harta yang sampai hisabnya dan haulnya berikut ini:

Abdullah memiliki harta yang totalnya 250 juta, berapakah jumlah zakat yang harus dikeluarkannya?

3.      Tolong Anda sebutkan hukum ibadah berikut ini:

a.       Berzakat bagi yang sampai hisab dan haulnya, hukumnya…

b.      Infak dengan benda haram, hukumnya…

c.       Memberikan hadiah dan hibah, hukumnya…

4.      Apa saja hikmah zakat…

5.      Apa saja hikmah infak dan sedekah…



2)      Sisi Psikomotoriknya:

Penugasan:

1.      Tolong Anda amati aktivitas penyaluran zakat fitrah yang ada disekitar rumah Anda!

2.      Tolong Anda mengamalkan aktivitas infak dan sedekah setiap hari Jum’at bersama orangtua Anda!

3.      Wawancarailah orang yang bersedekah di sekitar rumah Anda, dan mintalah nasihat darinya!

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »