Model - M. Ilyas



Nama              : Muhammad Ilyas
NIM                : 1502521496
Dosen              : Dr. Hj. Salamah, M.Pd
Mata Kuliah  : Model Pembelajaran


1.    JAWABAN :
Pembelajaran PAI dalam dunia pendidikan amat penting , karena tujuan PAI itu sendiri adalah untuk mengembangkan kualitas manusia masa mendatang, sebagaimana UU 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 ayat 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi:

“Pendidikan berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” (Undang-Undang 2003.20)

 Hadist Nabi SAW :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim (H.R Ibnu Majah)
Pembelajaran PAI yang memiliki tujuan mulia itu tidak akan pernah bisa terwujud tanpa adanya dukungan lain , yaitu dukungan dari media ajar ,  lingkungan, anak didik dan juga pendidik , dan tidak kalah pentingnya adalah model pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar , olehb karena itu model model pembelajaran perlu dikembangkan untuk menemukan model model baru untuk menyiapkan pengajaran yang lebih baik dari yang sebelumnya 


2.    JAWABAN :
Rumpun model diantaranya adalah :

1.      Pemrosesan Informasi
a.       Model Berpikir Induktif (Hilda Taba): keterampilan nerfikir yang mendasar dalam menganalisis informasi dan membuat konsep[1]
b.      Model perolehan Konsep (consept atteinment model)oleh Bruner Goodme dan Austin(1967)dirancang untuk mengajarkan konsep dan membantu siswa lebih efektif dalam mempelajari konsep[2]
c.       Model Latihan penelitian dikembangkan oleh Suchman , memlalui model ini suchman meyakinkan kepada siswa bahwa ilmu bersifat sementara dan dinamis , karena ilmu berkembang terus, suatu saat diyakini benar suatu saat belum tentu kebenarannya, oleh karena itu model ini dikembangkan[3]
d.      Inkuiri Ilmiah oleh Joseph. J. Cshwab: dirancang untuk mengajar system penelitian dari suatu disiplin, tetapi juga diharapkan untuk mempunyai efek dalam kawasan-kawasan lain.
e.       Mnemonic : merupakan strategi strategi belajar dengan metode menghapal dan mengasimilasikan informasi. [4]
f.        Sinektik oleh William gorden ; sinentik dirancang untuk membantu guru memecahkan masalah dan menulis berbagai aktivitas , serta memperoleh persepektif-perspektif baru dalam membuat topic dari berbagai bidang.
g.      Advance organizer : model ini dirancang untuk menyediakan struktur kognitif pada siswa dalam memahami persentasi pelajaran melalui ceramah , membaca dan media baru.[5]

2.      Interaksi sosial:

a.       Penentuan Kelompok oleh Herbert Telen dan John Dewey : untuk perkembangan keterampilan yang berperan dalam proses social melalui penekanan yang dikombinasikan anatara keterampilan individu setiap kelompok dengan keterampilan keterampilan yang ditentukan oleh akademik
b.      Inkuiri sosial oleh Byron Massialas & Benjamin Cox: pemecahan masalah sosial, terutama melalui penemuan sosial dan penalaran yang logis.
c.       Metode laboratori oleh Bethel Maine : perkembangan keterampilan antar individu  dengan kelompok melalui kesadaran dan kebebasan pribadi.
d.        Jurisprudensial oleh Donald Oliver & James P. Shaver: digunakan sebagai jalan berpikir dan penyelesaian isu-isu sosial. [6]
3.         Modifikasi Tingkah Laku , pendekatan pengubahan tingkah laku berdasarkan pada teori yang mantap , yaitu prinsip prinsip psikologi behavioural
a.       Penguatan positif ; berupa pemberian stimulus positif , berupa ganjaran atau pujian terhadap prilaku atau hasil yang memang diharapkan
b.      Penghukuman : merupakan pemberian stimulus yang tidak menyenangkan untuk menghilangkan dengan segera prilaku peserta didik yang tidak dikehendaki.
c.       Penguatan negative : berupa peniadaan tingkah laku yang tidak disukai yang selalu diberikan
d.      Penghilangan : upaya merubah tingkah laku seseorang dengan cara menghentikan pemberian respon terhadap suatu prilaku peserta didik yang semula dilakukan dengan respon tersebut
e.       Penundaan : merupakan tindakan tidak jadi memberikan ganjaran atau pengecualian pemberian aganjaran untuk orang orang tertentu[7]

4.      Personal

a.       Pengajaran Non-Direktif oleh Carl Rogers : menekankan kepada perkembangan setiap kepribadi individu.
b.      Latihan Kesadaran oleh Firtz Perls Willian Schultz : untuk meningkatkan kemampuan seseorang[8]
c.       Sinektik oleh William gorden ; sinentik dirancang untuk membantu guru memecahkan masalah dan menulis berbagai aktivitas , serta memperoleh persepektif-perspektif baru dalam membuat topic dari berbagai bidang.[9]
d.      Sistem-sistem Konseptual  David Hunt : dirancang untuk meningkatkan kemampuan yang komplek dan relaxasi seseorang .


3.    JAWABAN :
Yang dimaksud dengan landasan berimplikasi terhadap teori pendidikan adalah dalam menentukan teori pendidikan maka perlu diperhatikan landasan yang mengarahkan pendidikan kepada tujuan pendidikan yang sebenarnya . dalam hal ini landasan filosofis psikologis dan sosiologis dapat menjadi dasar dalam menentukan teori pendidikan dan bagaimana mengembangkan teori tersebut dalam pelaksanaannya
a.       Landasan filosofis
Merupakan landasan dasar pemikiran dalam merancang keberhasilan pendidikan atau tercapainya tujuan pendidikan tidak hanya itu landasan filosofi yang dimaksud disini juga merupakan sebagai cara untuk mencapai tujuan tersebut
b.      Landasan psikologis
Dalam dunia pendidikan landasan psikologis tidak mungkin dapat dipisahkan karena psikologis setiap pelaku pendidikan berbeda beda yang perlu diperhatikan disini adalah psikologis anak didik dan kebutuhan pembelajarannya, sehingga terciptalah jenjang pendidikan dengan materi yang berbeda beda dalam setiap tahapnya , dari yang mudah hingga siswa dapat berfikir mandiri dengan landasan psikologis maka dapat dilihat kemampuan keberhasilan pendidikan dan keterbatasan /kendalanya sehingga dapat dicari jalan keluar dalam pelaksanaannya.
c.       Landasan sosiologis
Landasan sosiologis yang berpengaruh terhadap teori maksudnya manusia merupakan makhluk social dan mustahil untuk berdiri sendiri sehingga pengaruh pengaruh social sangat dibutuhkan dalam teori pembelajaran dan pelaksanaannya.

Contohnya disini adalah setiap jenjang pendidikan memiliki peran yang berbeda dalam masyarakat namun dalam halini kebutuhan social sangat diperlukan dalam aplikasinya . sehngga terciptalah teori pendidikan berupa ; behaviorisme (berpengalaman) kognitif (berpengetahuan) , kontruktivisme 9berpikir kreatif dan inovatif) serta humanistic (menjadi manusia seutuhnya) yang merupakan wujud dari teori pendidikan tidak hanya dalam teori,  landasan ini juga berpengaruh dengan mode pembelajaran , sehingga tercapailah tujuan pembelajaran.


4.    JAWABAN :
Model pembelajaran yang tepat untuk mengembangkan pembelajaran pai salah satunya  adalah  dengan menggunakan PAIKEM , adapun bagian bagian dari PAIKEM diantaranya adalah sebagai berikut :
a.       Everyone is a teacher (setiap murid adalah guru)
b.      Information search (mencari informasi)
c.       Reading aloud (membaca dengan keras)
d.      Role play (bermain peran)
e.       Small group discussion ( diskusi kelompok kecil)[10]
f.        Metode amtsal
g.      Metode kisah al qur’an[11]


5.    JAWABAN :
Perbedaan dan persamaan antara model koperatif , integrated , berbasis masalah dan inquiri anta lain :
Perbedaannya :
a.       Model integrated adalah  objek pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik dan proses pembelajarannya lebih mengutaman kepada pemberian pengalaman langsung terhadap peserta didik.
b.      Model Inquiry adalah model pembelajaran yang dibuat sedemikian rupa supaya peserta didik mudah menemukan beberapa konsep atau pengetahuan yang ada pada setiap mata pelajaran khususnya PAI , secara mandiri melalui kegiatan  belajar.
c.       Model berbasis masalah adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah, peserta didik bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah dunia nyata .
d.      Model kooperatif adalah pembelajaran yang memberikan tanggung jawab perorangan, dan sangat menekankan kerjasama didalam kelompok ataupun antara peserta didik dengan peserta didik lainnya
Persamaannya :
a.         model kooperatif, integrated, berbasis masalah, dan inquiri memiliki tujuan yang sama yaitu bertujuan menyempurnakan kegiatan belajar mengajar
b.         model kooperatif, integrated, berbasis masalah, dan inquiri. sama-sama memusatkan tujuannya kepada peserta didik

6.    JAWABAN :
Model desain pembelajaran yang tepat dengan mata pelajaran PAI di madrasah maupun sekolah umum  antara lain :
1.      Model pembelajaran ta’dib
2.      Pembelajaran Kontekstual (CTL),
3.      Model pembelajaran Kooperatif,
4.      Model Pembelajaran Inquiri, Model Pembelajaran PAKEMI,
5.      Model Pembelajaran Afektif.[12]

7.    JAWABAN :
Kriteria penetapan isi pembelajaran adalah sebagai berikut ,Diantaranya :

A.    Batasan strategi, metode dan teknik pembelajaran.
1.      Pendekatan pembelajaran
2.      Strategi pembelajaran
3.      Metode pembelajaran
4.      Teknik pembelajaran
5.      Taktik pembelajaran
6.      Model pembelajaran
B.     Kriteria pemilihan strategi pembelajaran.
1.      Rumusan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
2.      Analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihasilkan
3.      Jenis materi pembelajaran yang akan dikomunikasikan

Pertama tama tujuan pendidikan sebagaiaman undang undang   “Pendidikan berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” (Undang-Undang 2003.20)
Ditambah hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya ; “aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”
Dilihat dari undang undang dan hadist tersebut maka perinsip yang menurut saya harus dikembangkan dalam model pembelajaran, model pembelajaran Harus mampu dalam :
1.        Mengembangkan potensi murid
2.        Menjadikan makhluq yang berakhlak mulia
3.        Kreatif dalam bidang semua pengetahuan , khususnya PAI
4.        Menjadikan seorang yang taqwa dalam ibadah
5.        Membentuk manusia yang bertanggung jawab

8.    JAWABAN :
Agar Desain pembelajaran PAI sesuai dengan madrasah ataupun sekolah umum lainnya, sehingga menjadi layak untuk digunakan dalam pendidikan islam harus memiliki perinsip berdasarkan teori pendidikan ; behaviorisme artinya memberikan pengalaman terhadap peserta didik, kognitif artinya pembelajaran tersebut dapat menambah pengetahuan berfikir siswa , konstruktivisme artinya pembelajaran membuat creative dan inovatif terhadap siswa , dan juga Humanistik ; artinya menjadikan manusia menjadi tingkat insan kamil.
            Tentunya untuk itu semua tidaklah menjadi permasalahan yang sulit apabila guru menguasi seluk beluk model model pembelajaran, karena dengan menguasai guru dapat mencari model desain pembelajaran mana yang cocok untuk digunakan dalam pembelajaran PAI.
Adapun menurut pandangan saya model desain pembelajaran PAI yang bagus tersebut adalah ,
Model Quantum Learning

Quantum Learning merupakan pengubahan berbagai interaksi yang ada pada momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur belajar yang efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. (De Potter, 1999:5) Dari kutipan tersebut diperoleh pengertian bahwa pembelajaran quantum merupakan upaya pengorgani-sasian bermacam-macam interaksi yang ada di sekitar momen belajar.

Asas utama Pembelajaran Quantum adalah “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka”. Dari asas tersebut tersirat bahwa untuk melaksanakan suatu pembelajaran diperlukan pemahaman yang cukup tentang audience kita. Dengan begitu akan memudahkan semua proses pembelajaran itu sendiri. Pemahaman itu amat penting karena setiap manusia memiliki dinamikanya sendiri. Dan siswa sebagai manusia telah dibakali dengan berbagai potensi untuk berkembang.

Prinsip-Prinsip pembelajaran Quantum:
a.       Segalanya berbicara. Segala seuatu yang ada di lingkungan kelas sampai body language dapat digunakan untuk pembelajaran. Mulai dari kertas yang dibagikan kepada siswa hingga rancangan pelajaran dapat digunakan untuk mengirim pesan belajar.
b.      Segalanya bertujuan. Semua yang terjadi di kelas atau dalam proses pengubahan, memiliki tujuan.
c.       Pengalaman sebelum pemberian nama. Otak manusia berkembang karena adanya rangsangan yang kompleks, yang mendorong rasa ingin tahu. Pembelajaran yang baik adalah yang diawali rasa ingin tahu, dimana anak memperoleh informasi tentang sesuatu sebelum mengetahui namanya.
d.      Akui setiap saat. Pembelajaran merupakan proses yang mengandung resiko karena mempelajari seuatu yang baru, biasanya tidak nyaman dan ketika mereka mulai langkah untuk belajar, mereka harus dihargai.
e.       Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan (diselenggarakan). Perayaan adalah sarapan pelajar juara. Dari prinsip ini tersirat bahwa kecerian para siswa sejak awal masuk kelas dapat mendorong kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.
Sebagai sebuah simfoni, pembelajaran quantum memiliki banyak unsur yang menjadi faktor pengalaman belajar. Unsur itu dibagi menjadi dua kategori yaitu Konteks dan Isi.
Konteks merupakan latar untuk pengalaman diantaranya lingkungan yang berisi keakraban, suasana yang mencerminkan semangat guru dan murid, Landasan yaitu keseimbangan kerjasama antara alat pelajaran dan siswa, Rancangan yaitu interpretasi guru terhadap pelajaran.
Bagian Isi merupakan bagian yang tak kalah penting dengan bagian konteks. Pada bagian Isi ini materi pelajaran merupakan not-not lagu yang harus dimainkan. Salah satu unsur dalam bagian isi ini adalah bagaimana tiap tahap musik itu dimainkan atau bagaimana pelajaran disajikan (penyajian). Isi juga meliputi keterampilan guru sebagai sang maestro untuk memfasilitasi pembelajaran dengan memanfaatkan bakat dan potensi setiap siswa. Keajaiban pengalaman akan terbuka bila konteksnya tepat.
Kerangka Rancangan Pembelajaran Quantum

Dengan dasar prinsip-prinsip di atas maka dapatlah disusun kerangka rancangan Pembelajaran Quantum sebagai berikut:

a.       Tumbuhkan minat dengan selalu mengarahkan siswa terhadap pemahaman tentang apa manfaat setiap pelajaran bagi diri siswa dan Manfaatkan kehidupan siswa, atau “Apakah manfaatnya  Bagiku”  (AMBAK).

b.      Alami: Buatlah pengalaman umum yang dapat di mengerti oleh semua siswa.

c.       Namai: Guru harus menyediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi sebagai masukan.

d.      Demonstrasikan: Sebaiknya guru menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan apa yang mereka sudah ketahui.

e.       Ulangi: Guru harus menunjukkan cara mengulangi materi dan menegas-kan ”Aku Tahu Bahwa Aku Memang Tahu”.

f.        Rayakan: Guru harus memberikan pengakuan terhadap setiap penyele-saian, partisipasi dan pemerolehan keterampilan dan pengetahuan siswa.[13]

Berdasarkan Asas utama Pembelajaran Quantum adalah “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka”. dalam kacamata islam asas quantum learning sejalan dengan Hadist Nabi, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhori & Muslim).

9.    JAWABAN :
Desain dan model pembelajaran yang berbeda beda digunakan pada setiap pelajaran yang berbeda beda pula agar pembelajaran menjadi pembelajaran yang baik , tentunya untuk menggunakan desain dan model pembelajaran yang cocok harus mengetahui teori pembelajaran , teori pembelajaran antara lain adalah behaviourisme , kognitifisme , kontruktivisme dan humanisme , dengan mengetahui setiap teori teori tersebut maka dapat menggunakan desain dan model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan masing2 , umpama nya SKI maka yang digunakan adalah model strategi BERMAIN PERAN . .


[1]Bruce.joyce, Marsha Weil, dan Emily Calhoun , Models of teaching, diterjemahkan oleh Achmad Fawaid dan Ateilla Mirza dengan judul model-model pengajaran” edisi delapan cet ke-3(Yogyakarta ; pustaka pelajar,2011).h- 31
[2]Bruce.joyce, Marsha Weil, dan Emily Calhoun. h- 33
[3]Hamzah B Uno , Model pembelajaran : menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif, (Jakarta : bumi aksara , 2008), cet ke- 3 , h-16
[4]Bruce.joyce, Marsha Weil, dan Emily Calhoun. h-33
[5]Bruce.joyce, Marsha Weil, dan Emily Calhoun. h-30-31
[6]Rusman, model-model pembelajaran : Mengembangkan Profesionalisme Guru, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2011), h.144
[7]M. Sukarjo dan Ukim Komarudin . Landasan pendidikan (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2012) h-34.
[8]Bruce.joyce, Marsha Weil, dan Emily Calhoun. h-31
[9]Amelie Oksenberg Rorty, (ed.), Philosopehers on Education New Historical Perspectives, (London and New York: Routledge, 1988), p. 10
[10] Ismail SM , 2008 , Strategi pembelajaran agama islam berbasis PAIKEM, (Semarang : LSIS)
[11] Syahidin, 2009 , menelusuri metode pendidikan dalam Al-Qur’an(Bandung : Alfabeta)
[12]Kementrian Pendidikan Nasional, Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah, (Jakarta: Puskur Balitbang Kemendiknas, 2010), h. 24-28.
[13]Http://alewoh.com/asa-utama-prinsip-pembelajaran -quantum.php.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »