JAWABAN FINAL TEST (TAKE HOME)
MATA KULIAH :
MODEL PEMBELAJARAN PAI
PRODI :
S2 PAI PASCASARJANA IAIN ANTASARI
DOSEN PENGASUH : Dr.
Hj. Salamah, M. Pd
OLEH :
Ahmad Indera Bayu, S.Pd.I
NIM :
1502521495
1.
Jawab:
Pernyataan
tersebut menjelaskan bahwa sanya sesempurna apapun pembelajaran yang kita
rancang, belum tentu hasilnya sesuai yang kita harapkan, pastilah ada hal-hal
yang kurang, untuk itulah tugas kita sebagai seorang pendidik harus terus
berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi generasi penerus bangsa. Apa saja
perkembangan yang ada saat ini kita harus berusaha terus memacu dan menggali
pengetahuan sedalam-dalamnya, seperti halnya model pembelajaran PAI yang terus
berkembang dari tahun ke tahunya, demi menyempurnakan yang telah ada, dan
bahkan akan terus berkembang dan berinovasi untuk menghasilkan yang terbaik
terhadap pembelajaran pendidikan Islam.
2.
Jawab:
Joyce
dan Weil (1980; 1992) dalam bukunya Models of Teaching menggolongkan
model-model pembelajaran ke dalam empat rumpun. Keempat rumpun model
pembelajaran tersebut adalah: (1) rumpun model pembelajaran pemrosesan
iInformasi, (2) rumpun model pembelajaran personal, (3) rumpun model
pembelajaran sosial, dan (4) rumpun model pembelajaran perilaku.
- Rumpun model-model Pemrosesan Informasi
Model-model
pembelajaran dalam rumpun Pemrosesan Informasi bertitik tolak dari
prinsip-prinsip pengolahan informasi, yaitu yang merujuk pada cara-cara
bagaimana manusia menangani rangsangan dari lingkungan, mengorganisasi data,
mengenali masalah, menyusun konsep, memecahkan masalah, dan menggunakan
simbol-simbol. Beberapa model pembelajaran dalam rumpun ini berhubungan dengan
kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalah, dengan demikian peserta didik
dalam belajar menekankan pada berpikir produktif. Sedangkan beberapa model
pembelajaran lainnya berhubungan dengan kemampuan intelektual secara umum, dan
sebagian lagi menekankan pada konsep dan informasi yang berasal dari disiplin ilmu
secara akademis.
Jenis
model-model pembelajaran yang termasuk ke dalam rumpun pemrosesan informasi ini
adalah seperti pada tabel 1.
Tabel 1.
Model-Model Pembelajaran yang Tergolong Rumpun
Pemrosesan
Informasi
|
No
|
Nama Model
Pembelajaran
|
Tokoh
|
Misi/tujuan/manfaat
|
|
1
|
Berpikir
Induktif
|
Hilda Taba
|
Ditujukan
secara khusus untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif yang banyak
diperlukan dalam kegiatan akademik meskipun diperlukan juga untuk kehidupan
pada umumnya. Model ini memiliki keunggulan melatihkan kemampuan menganalisis
informasi dan membangun konsep yang berhubungan dengan kecakapan berpikir.
|
|
2.
|
Latihan
Inkuari
|
Richard
Suchman
|
Sama dengan
model berpikir induktif, model ini ditujukan untuk pembentukan kemampuan
berpikir induktif yang banyak diperlukan dalam kegiatan akademik meskipun
diperlukan juga untuk kehidupan pada umumnya. Kelebihan model ini
dibandingkan dengan berpikir induktif lebih banyak melatihkan metode ilmiah.
|
|
3.
|
Pembentukan
Konsep
|
Jerome
Bruner, Goodnow, dan Austin
|
Dirancang
terutama untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif, peserta didik dilatih
mempelajari konsep secara efektif.
|
|
4
|
Perkembangan
Kognitif
|
Jean Piaget,
Irving
Siegel,
Edmund
Sullivan,
Lawren-ce
Kohl-berg
|
Dirancang
terutama untuk pembentukan kemampuan berpikir/pengembangan intelektual pada
umumnya, khususnya berpikir logis, meskipun demikian kemampuan ini dapat
diterapkan pada kehidupan sosial dan pengembangan moral.
|
|
5
|
Advanced
organizer
|
David Ausubel
|
Dirancang
untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi melalui penyajian materi
beragam (ceramah, membaca, dan media lainnya) dan menghubungkan
pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah ada.
|
|
6.
|
Mnemonics
|
Pressley,
Levin, Delaney
|
Strategi
belajar untuk mengingat dan mengasimilasi informasi.
|
- Rumpun model-model Pribadi/individual
Model-model
pembelajaran yang termasuk rumpun model-model personal/individual menekankan
pada pengembangan pribadi. Model-model pembelajaran ini menekankan pada proses
dalam “membangun/mengkonstruksi” dan mengorganisasi realita, yang memandang
manusia sebagai pembuat makna. Model-model pembelajaran rumpun ini memberikan
banyak perhatian pada kehidupan emosional. Fokus pembelajaran ditekankan untuk
membantu individu dalam mengembangkan hubungan individu dengan lingkungannya
dan untuk melihat dirinya sendiri. Jenis-jenis model pembelajaran pribadi
seperti tercantum pada tabel 2.
Tabel 2.
Model-Model Pembelajaran Personal (Pribadi)
|
Nama Model
|
Tokoh
|
Misi/Tujuan
|
|
Pengajaran
Non Direktif
|
Carl Rogers
|
Penekanan
pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan
penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri. Model ini menekankan
pada hubungan guru-peserta didik.
|
|
Latihan
Kesadaran
|
Fritz Pearls
William
Schutz
|
Pembentukan
kemampuan menjajaga dan menyadari pemahaman diri sendiri.
|
|
Sinektik
|
William
Gordon
|
Pengembangan
individu dalam hal kreativitas dan pemecahan masalah kreatif.
|
|
Sistem
Konseptual
|
David Hunt
|
Didesain
untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan fleksibilitas.
|
|
Pertemuan
kelas
|
William
Glasser
|
Pengembangan
pemahaman diri dan tanggungjawab pada diri sendiri dan kelompok sosial
lainnya.
|
- Rumpun model-model Interaksi Sosial
Model-model
pembelajaran yang termasuk dalam rumpun sosial ini menekankan hubungan individu
dengan masyarakat atau orang lain. Model-model ini memfokuskan pada proses
negosiasi sosial. Model-model pembelajaran dalam kelompok ini memberikan
prioritas pada peningkatan kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang
lain dalam upaya peningkatan proses demokratis dalam bermasyarakat secara
produktif.
Tokoh-tokoh
teori sosial juga peduli dengan pengembangan pikiran (mind) diri
sebagai pribadi dan materi keakademisan. Jenis-jenis model pembelajaran rumpun
Interaksi Sosial adalah seperti dalam tabel 3 berikut ini.
Tabel 3.
Model-model Pembelajaran Interaksi Sosial
|
Nama Model
|
Tokoh
|
Misi/tujuan
|
|
Kerja
kelompok. (investigati-on group)
|
Herbert
Thelen
John Dewey
|
Mengembangkan
keterampilan-keterampilan untuk berperan dalam kelompok yang menekankan
keterampilan komunikasi interpersonal dan keterampilan inkuari ilmiah.
Aspek-aspek pengembangan pribadi merupakan hal yang penting dari model ini.
|
|
Inkuari
Sosial
|
Byron
Massialas Benjamin Cox
|
Pemecahan
masalah sosial, terutama melalui inkuari ilmiah dan penalaran logis.
|
|
Jurispru-dential
|
National
Training Laboratory,
Bethel, Maine
Donald
Oliver
James
P.Shaver
|
Pengembangan
keterampilan interpersonal dan kerja kelompok untuk mencapai, kesadaran, dan
fleksibilitas pribadi. Didesain utama untuk melatih kemampuan mengolah
informasi dan menyelesaikan isu kemasyarakatan dengan kerangka acuan atau
cara berpikir jurisprudensial (ilmu tentang hukum-hukum manusia).
|
|
Role playing (Bermain
peran)
|
Fannie
Shaftel George Shafted
|
Didesain
untuk mengajak peserta didik dalam menyelidiki nilai-nilai pribadi dan sosial
melalui tingkah laku mereka sendiri dan nilai-nilai yang menjadi sumber dari
penyelidikan itu
|
|
Simulasi
Sosial
|
Sarene
Boocock,
Harold
Guetzkow
|
Didisain
untuk membantu pengalaman peserta didik melalui proses sosial dan realitas
dan untuk menilai reaksi mereka terhadap proses-proses sosial tersebut, juga
untuk memperoleh konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan pengambilan
keputusan.
|
- Rumpun Model-model Perilaku
Semua
model pembelajaran rumpun ini didasarkan pada suatu pengetahuan yang mengacu
pada teori perilaku, teori belajar, teori belajar sosial, modifikasi perilaku,
atau perilaku terapi. Model- model pembelajaran rumpun ini mementingkan
penciptaan lingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku
secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki. Adapun
jenis-jenis model pembelajaran perilaku seperti pada tabel 4.
Tabel 4.
Model-model Pembelajaran Rumpun Perilaku
|
Model
|
Tokoh
|
Misi atau
tujuan
|
|
Contingency
Management (manajemen dari akibat/hasil perlakuan)
|
B.F. Skinner
|
Model ini
dirancang untuk mengajak peserta didik mempelajari fakta-fakta, konsep-konsep
dan keterampilan sebagai akibat dari suatu perlakuan tertentu.
|
|
Self Control
|
B.F. Skinner
|
Model ini
dirancang untuk mengajak peserta didik untuk memiliki keterampilan
mengendalikan perilaku sosial/keterampilan-keterampilan sosial.
|
|
Relaksasi
|
Rimm &
Masters Wolpe
|
Model ini dirancang
untuk mengajak peserta didik menemukan tujuan-tujuan pribadi.
|
|
Stress
Reduction
(pengurangan
stres)
|
Rimm &
Masters
|
Model ini
ditujukan untuk membelajarkan peserta didik dalam cara relaksasi dalam
mengatasi kecemasan dalam situasi social
|
|
Assertive
Training (Latihan berekspresi)
|
Wolpe,
lazarus, Salter
|
Menyatakan
perasaan secara langsung dan spontan dalam situasi social
|
|
Desensititation
|
Wolpe
|
Pola-pola
perilaku, keterampilan–keterampilan
|
|
Direct
training/direct instruction
|
Gagne
Smith & Smith
|
Pola tingkah
laku, keterampilan-keterampilan.
|
3.
Jawab:
Maksudnya: Pendidikan sebagai usaha sadar yang
sistematis-sistemik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta pengindahan
sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut sangat penting, karena
pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat
bangsa tertentu. Beberapa landasan pendidikan tersebut adalah landasan
filosofis, psikologis, dan sosiologis, yang sangat memegang peranan penting
dalam menentukan tujuan pendidikan.
Ø Landasan Filosofis
Landasan filosofis bersumber dari
pandangan-pandangan dalam filsafat pendidikan, menyangkut keyakianan terhadap
hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan
tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan. Contohnya: Pancasila sebagai
Landasan Filosofis Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 2 UU RI No.2 Tahun
1989 menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945,
sedangkan Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang P4 menegaskan pula bahwa
Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat indonesia, kepribadian bangsa Indonesia,
pandangan hidup bangsa Indonesia, dan dasar negara Indonesia.
Ø Landasan Psikologis
Dasar psikologis berkaitan dengan
prinsip-prinsip belajar dan perkembangan anak. Syaiful Bahri Djamarah
mengatakan “psikologi belajar adalah sebuah disiplin psikologi yang berisi
teori-teori psikologi mengenai belajar, terutama mengupas bagaimana cara
individu belajar atau melakukan pembelajaran”. Jadi Pemahaman terhadap peserta
didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan salah satu kunci
keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian dan penemuan psikologis
sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan. Contohnya sebagai
implikasinya pendidik tidak mungkin memperlakukan sama kepada setiap peserta
didik, sekalipun mereka memiliki kesamaan. Penyusunan kurikulum perlu
berhati-hati dalam menentukan jenjang pengalaman belajar yang akan dijadikan
garis-garis besar pengajaran serta tingkat kerincian bahan belajar yang
digariskan.
Ø Landasan Sosiologis
Dasar sosiologis berkenaan dengan
perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masayarakat. Sosiologi pendidikan
merupakan analisi ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial
di dalam sistem pendidikan. Contohnya: Sekolah
dalam komunitas, yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok
sosial lain di dalam komunitasnya.
4.
Jawab:
Berdasarkan
kajian terhadap model-model pembelajaran, menurut saya model yang tepat dalam
mengembangkan pembelajaran PAI pada madrasah di Indonesia adalah model
pembelajaran kooperatif. Karena pembelajaran kooperatif adalah proses belajar
mengajar yang melibatkan penggunaan kelompok-kelompok kecil yang memungkinkan
siswa untuk bekerja secara bersama-sama di dalamnya guna memaksimalkan
pembelajaran mereka sendiri dan pembelajaran satu sama lain (David W. Johnson
dkk: 2010). Model ini dikembangkan untuk mencapai paling sedikit tiga tujuan
penting yaitu: prestasi akademis, toleransi dan penerimaan terhadap keanekaragaman,
dan pengembangan keterampilan (Richard I. Arends: 2008)
5.
Jawab:
Ø Model Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah proses belajar mengajar yang
melibatkan penggunaan kelompok-kelompok kecil yang memungkinkan siswa untuk
bekerja secara bersama-sama di dalamnya guna memaksimalkan pembelajaran mereka
sendiri dan pembelajaran satu sama lain (David W. Johnson dkk: 2010).
Roger don David Johnson (dalam Anita Lie:2008) Ada lima unsur dalam
pembelajaran ini yang harus ditetapkan:
a.
Saling ketergantungan positif
b.
Tanggung jawab perseorangan
c.
Tatap muka
d.
Komunikasi antar anggota
e.
Evaluasi proses kelompok
Ø Model Integrated
Pembelajaran
integrated (terpadu) merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara
sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar
mata pelajaran. Dengan adanya pemaduan itu, siswa akan memperoleh pengetahuan
dan keterampilan secara utuh, sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi
siswa. Bermakna disini memberikan arti bahwa pada pembelajaran terpadu siswa
akan dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman
langsung dan nyata yang menghubungkan antar konsep dalam intra mata pelajaran
maupun antar mata pelajaran.
Pembelajaran
terpadu tipe integrated (keterpaduan) adalah tipe pem¬belajaran terpadu yang
menggunakan pendekatan antar bidang studi, menggabungkan bidang studi dengan
cara menetapkan prioritas kurikuler dan menemukan keterampilan, konsep dan
sikap yang saling tumpang tindih dalam beberapa bidang studi (Fogarty, 1991:
76).
Ø Model Bebasis Masalah
Ratnaningsih 2003: menyatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah
adalah suatu pembelajaran yang menuntut aktivitas mental siswa untuk memahami
suatu konsep pembelajaran melalui situasi dan masalah yang disajikan pada awal
pembelajaran.
Pengajaran
berdasarkan masalah ini telah dikenal sejak zaman John Dewey, menurutnya
belajar berdasarkan masalah adalah interaksi antara stimulus dan respon,
merupakan hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan.
Model pembelajaran inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran
yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari
dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.
Model pembelajaran inquiry berorientasi pada siswa yang bertujuan
mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis dan kritis atau
mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan
demikian, dalam pembelajaraninquiry siswa
tak hanya di tuntut agar menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana
mereka dapat menggunakan potensi yang di milikinya secara optimal (Sanjaya,
2006:195).
6.
Jawab:
Berdasarkan
telaah terhadap model desain pembelajaran, model desain pembelajaran yang tepat
untuk mata pelajaran PAI di sekolah adalah model pembelajaran kooperatif.
Karena pembelajaran kooperatif adalah proses belajar mengajar yang melibatkan
penggunaan kelompok-kelompok kecil yang memungkinkan siswa untuk bekerja secara
bersama-sama di dalamnya guna memaksimalkan pembelajaran mereka sendiri dan
pembelajaran satu sama lain (David W. Johnson dkk: 2010). Model ini
dikembangkan untuk mencapai paling sedikit tiga tujuan penting yaitu: prestasi
akademis, toleransi dan penerimaan terhadap keanekaragaman, dan pengembangan
keterampilan (Richard I. Arends: 2008).
7.
Jawab:
Ø Pembelajaran
Istilah pembelajaran
sama dengan proses belajar mengajar. Dalam konteks
pembelajaran terdapat dua komponen penting, yaitu guru dan peserta didik yang
saling berinteraksi. Dengan demikian pembelajaran didefinisikan sebagai pengorganisasian
atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya
yang memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik.
Adapun kreteria penetapan isi pembelajaran:
- Menetapkan tujuan yang akan dicapai. Tujuan yang ditetapkan ini merupakan rincian yang lebih umum, baik tujuan individual maupun tujuan kelompok;
- Menetapkan standar keberhasilan. Standar keberhasilan ini meliputi standar kualitas;
- Menetapkan system evaluasi. Sistem evaluasi ini mencakup evaluasi proses dan evaluasi hasil;
- Menganalisis situasi dan kondisi yang terkait dengan tujuan yang akan dicapai. Situasi dan kondisi yang akan dianalisis misalnya ekonomi, politik, system nilai, adat istiadat, keyakinan serta cita-cita. Dalam analisis ini penekanannya terutama pada pengungkapan faktor-faktor penunjang maupun penghambat pencapai tujuan;
- Menetapkan kegiatan-kegiatan apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Kegiatan yang ditetapkan sudah mempertimbangkan faktor-faktor penunjang maupun penghambat pencapaian tujuan yang diperoleh dari hasil analisis terhadap situasi dan kondisi yang terkait dengan tujuan yang akan dicapai;
- Menetapkan urutan hierarkhis dari kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan;
- Menetapkan alternative kegiatan-kegiatan lain untuk mengantisipasi kemungkinan tidak efektif dan tidak efisiennya kegiatan-kegiatan yang ditetapkjan sebagai kegiatan utama untuk mencapai tujuan;
- Menetapkan urutan hierarkhis dan kegiatan-kegiatan alternative sebagai kegiatan- kegiatan utama;
- Memerinci waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap kegiatan, dan;
- Menetapkan personalia pelaksana setiap kegiatan.
Ø Model Pembelajaran
Model pembelajaran
adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam
mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan
belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan
guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar (Syaiful
Sagala, 2005).
Menurut saya prinsip dalam pemilihan model
pembelajran PAI yang seharusnya dikembangkan adalah:
- Model-model pembelajaran hendaknya mempunyai dasar nilai yang jelas dan mantap. Nilai yang menjadi dasar bisa berupa nilai budaya, nilai moral, dan nilai religius, maupun gabungan dari ketiganya. Acuan nilai yang jelas dan mantap akan memberikan motivasi yang kuat untuk menghasilkan rencana yang sebaik-baiknya;
- Model-model pembelajaran hendaknya berangkat dari tujuan umum, tujuan umum itu dirinci menjadi khusus, kemudian bila masih bisa dirinci menjadi tujuan khusus, itu dirinci menjadi lebih rinci lagi. Adanya rumusan tujuan umum dan tujuan khusus yang terinci akan menyebabkan berbagai unsur dalam laporan hasil penelitian, memiliki relevansi yang tinggi dengan tujuan yang akan dicapai.
- Model-model pembelajaran hendaknya realistis. Model-model pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan sumber daya dan dana yang tersedia. Dalam hal sumber daya hendaknya dipertimbangkan kualitas maupun kuantitas manusia dan perangkat penunjangnya, laporan hasil penelitian sebaiknya tidak mengacu pada sumber daya yang diperkiranan, melainkan pada sumber daya dan dana yang nyata.
- Model-model pembelajaran hendaknya mempertimbangkan kondisi sosial budaya masyarakat, baik yang mendukung maupun yang menghambat pelaksanaan laporan hasil penelitian nanti. Kondisi sosial budaya tersebut misalnya system nilai, adat istiadat, keyakinan, serta cita-cita. Terhadap kondisi sosial budaya yang mendukung pelaksanaan laporan hasil penelitian hendaknya telah direncanakan cara memanfaatkan secara maksimal faktor pendukung itu, sedangkan terhadap kondisi sosial budaya yang menghambat, hendaknya telah direncanakan cara untuk mengantisipasinya dan menekannya menjadi sekecil-kecilnya, dan;
- Model-model pembelajaran hendaknya fleksibel. Meskipun berbagai hal yang terkait dengan pelaksanaan rencana telah dipertimbangkan sebaik-baiknya, masih mungkin terjadi hal-hal yang diluar perhitungan model-model pembelajaran ketika rencana itu dilksanakan. Oleh karena itu, dalam membuat model-model pembelajaran hendaknya disediakan ruang gerak bagi kemungkinan dari rencana sebagai antisipasi terhadap hal-hal yang terjadi diluar perhitungan model-model pembelajaran
8.
Jawab:
Desain Pembelajaran pendidikan agama Islam
yang baik:
Rencana pembelajaran yang baik menurut
Gagne dan Griggs (1974) hendaknya mengndung tiga komponen yang di sebut dengan
anchor point.
1.Tujuan pengajaran.
2.Materi pengajaran/ bahan ajar, pendekatan
dan metode mengajar, media pengajaran dan pengalaman belajar.
3.Evaluasi keberhasilan.
Hal ini sesuai dengan pendapat Kenneth D
Moore; bahwa komposisi format rencana pembelajaran meliputi bebrapa komponen di
antaranya adalah sebagai berikut: 1.Topik bahasan 2.Tujuan pembelajaran
(kompetensi dan indikator kompetensi) 3.Materi pelajaran 4.Kegiatan
pembelajaran 5.Alat atau media yang dibutuhkan 6. Evaluasi hasil belajar.
Menentukan tujuan pengajaran pendidikan
Islam, adapun tujuan secara umum, pendidikan agama Islam adalah bertujuan untuk
meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik
tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa
kepada Allah Swt. serta berakhlaq mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat
dan berbangsa dan bernegara.
9.
Jawab:
Pada hakekatnya
pendidikan agama Islam mempunyai tujuan yang hendak dicapai, baik itu tujuan
yang bersifat umum maupun tujuan yang sifatnya khusus.
1.
Ahmad
Supardi (1979: 179) mengemukakan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah
membenamkan taqwa dan akhlak serta menegakkan kebenaran untuk membentuk manusia
yang berkepribadian luhur menurut ajaran Islam.
2.
Ahmad
D. Marimba yang dikutip oleh Ahmad Tafsir (1992: 46) berpendapat bahwa tujuan
pendidikan agama Islam adalah terbentuknya orang yang berkepribadian Muslim.
3.
H.M.
Arifin (1993: 119) mengatakan bahwa tujuan pendidikan Agama Islam adalah untuk
merealisasikan idealitas Islami.
Berbagai
persoalan pembelajaran dan keterbatasan waktu untuk pembelajaran PAI perlu
diatasi dengan mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.
Sebab itu perlu mengembangkan pembelajaran model-model yang memiliki daya tarik
dan efektif. Menurut pendapat saya model pembelajaran yang bagus untuk mata
pelajaran PAI:
1.
Model
Pembelajaran tematik, adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk
mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman
bermakna kepada siswa.
2.
Model
Pembelajaran kooperatif, adalah proses belajar
mengajar yang melibatkan penggunaan kelompok-kelompok kecil yang memungkinkan
siswa untuk bekerja secara bersama-sama di dalamnya guna memaksimalkan
pembelajaran mereka sendiri dan pembelajaran satu sama lain (David W. Johnson dkk:
2010).
3.
Model
Pembelajaran Kontekstual, adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia
nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan
yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.
4.
Model
Pembelajaran aktif, adalah merupakan sebuah kesatuan sumber kumpulan strategi
pembelajaran yang komprehensif.
Daftar
Referensi
Syaiful
Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Penerbit Alfabeta
Wilkins, Robert A, 1990, Model Lessons Bridging the gap between models of
teaching and classroom application, Curtin University of Technology.
David W. Johnson dkk, Colaborative
Learning Strategi Pembelajaran untuk Sukses Bersama, Penerjemah Nurlita
Yusron, Bandung: Nusa Media, 2010.
Anita Lie, Coopratif Learning
Mempraktikkan Coopratif Learning Di Ruang-ruang Kelas, Jakarta: Grasindo,
2008.
Richard I. Arends, Learning to
Teach/Belajar untuk Mengajar, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi
Belajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2008.
Sanjaya Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi
Standar Proses Pendidikan,
Rawamangun-Jakarta: Kencana Perdana Media Group, 2006.
Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam upaya
Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, (Bandung, Rosda Karya,2001).
Komalasari, Kokom, Pembelajaran Kontekstual
Konsep dan Aplikasi, Bandung: Revika Aditama, 2013.