Model - Ahmad Indera Bayu



JAWABAN FINAL TEST (TAKE HOME)

MATA KULIAH                  : MODEL PEMBELAJARAN PAI
PRODI                                   : S2 PAI PASCASARJANA IAIN ANTASARI
DOSEN PENGASUH           : Dr. Hj. Salamah, M. Pd
OLEH                                     : Ahmad Indera Bayu, S.Pd.I
NIM                                        : 1502521495



1.      Jawab:
Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa sanya sesempurna apapun pembelajaran yang kita rancang, belum tentu hasilnya sesuai yang kita harapkan, pastilah ada hal-hal yang kurang, untuk itulah tugas kita sebagai seorang pendidik harus terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi generasi penerus bangsa. Apa saja perkembangan yang ada saat ini kita harus berusaha terus memacu dan menggali pengetahuan sedalam-dalamnya, seperti halnya model pembelajaran PAI yang terus berkembang dari tahun ke tahunya, demi menyempurnakan yang telah ada, dan bahkan akan terus berkembang dan berinovasi untuk menghasilkan yang terbaik terhadap pembelajaran pendidikan Islam.
2.      Jawab:
Joyce dan Weil (1980; 1992) dalam bukunya Models of Teaching menggolongkan model-model pembelajaran ke dalam empat rumpun. Keempat rumpun model pembelajaran tersebut adalah: (1) rumpun model pembelajaran pemrosesan iInformasi, (2) rumpun model pembelajaran personal, (3) rumpun model pembelajaran sosial, dan (4) rumpun model pembelajaran perilaku.
  1. Rumpun model-model Pemrosesan Informasi
Model-model pembelajaran dalam rumpun Pemrosesan Informasi bertitik tolak dari prinsip-prinsip pengolahan informasi, yaitu yang merujuk pada cara-cara bagaimana manusia menangani rangsangan dari lingkungan, mengorganisasi data, mengenali masalah, menyusun konsep, memecahkan masalah, dan menggunakan simbol-simbol. Beberapa model pembelajaran dalam rumpun ini berhubungan dengan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalah, dengan demikian peserta didik dalam belajar menekankan pada berpikir produktif. Sedangkan beberapa model pembelajaran lainnya berhubungan dengan kemampuan intelektual secara umum, dan sebagian lagi menekankan pada konsep dan informasi yang berasal dari disiplin ilmu secara akademis.
Jenis model-model pembelajaran yang termasuk ke dalam rumpun pemrosesan informasi ini adalah seperti pada tabel 1.
Tabel 1. Model-Model Pembelajaran yang Tergolong Rumpun
Pemrosesan Informasi
No
Nama Model Pembelajaran
Tokoh
Misi/tujuan/manfaat
1
Berpikir Induktif
Hilda Taba
Ditujukan secara khusus untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan dalam kegiatan akademik meskipun diperlukan juga untuk kehidupan pada umumnya. Model ini memiliki keunggulan melatihkan kemampuan menganalisis informasi dan membangun konsep yang berhubungan dengan kecakapan berpikir.

2.
Latihan Inkuari
Richard Suchman
Sama dengan model berpikir induktif, model ini ditujukan untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif yang banyak diperlukan dalam kegiatan akademik meskipun diperlukan juga untuk kehidupan pada umumnya. Kelebihan model ini dibandingkan dengan berpikir induktif lebih banyak melatihkan metode ilmiah.

3.
Pembentukan
Konsep
Jerome Bruner, Goodnow, dan Austin
Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif, peserta didik dilatih mempelajari konsep secara efektif.

4
Perkembangan
Kognitif
Jean Piaget,
Irving Siegel,
Edmund Sullivan,
Lawren-ce Kohl-berg
Dirancang terutama untuk pembentukan kemampuan berpikir/pengembangan intelektual pada umumnya, khususnya berpikir logis, meskipun demikian kemampuan ini dapat diterapkan pada kehidupan sosial dan pengembangan moral.
5
Advanced organizer
David Ausubel
Dirancang untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi melalui penyajian materi beragam (ceramah, membaca, dan media lainnya) dan  menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah ada.

6.
Mnemonics
Pressley, Levin, Delaney
Strategi belajar untuk mengingat dan mengasimilasi informasi.

  1. Rumpun model-model Pribadi/individual
Model-model pembelajaran yang termasuk rumpun model-model personal/individual menekankan pada pengembangan pribadi. Model-model pembelajaran ini menekankan pada proses dalam “membangun/mengkonstruksi” dan mengorganisasi realita, yang memandang manusia sebagai pembuat makna. Model-model pembelajaran rumpun ini memberikan banyak perhatian pada kehidupan emosional. Fokus pembelajaran ditekankan untuk membantu individu dalam mengembangkan hubungan individu dengan lingkungannya dan untuk melihat dirinya sendiri. Jenis-jenis model pembelajaran pribadi seperti tercantum pada tabel 2.
Tabel 2. Model-Model Pembelajaran Personal (Pribadi)
Nama Model
Tokoh
Misi/Tujuan
Pengajaran Non Direktif
Carl Rogers
Penekanan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri. Model ini menekankan pada hubungan guru-peserta didik.
Latihan Kesadaran
Fritz Pearls
William Schutz
Pembentukan kemampuan menjajaga dan menyadari  pemahaman diri sendiri.
Sinektik
William Gordon
Pengembangan individu dalam hal kreativitas dan pemecahan masalah kreatif.
Sistem Konseptual
David Hunt
Didesain untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan fleksibilitas.
Pertemuan kelas
William Glasser
Pengembangan  pemahaman diri dan tanggungjawab pada diri sendiri dan kelompok sosial lainnya.

  1. Rumpun model-model Interaksi Sosial
Model-model pembelajaran yang termasuk dalam rumpun sosial ini menekankan hubungan individu dengan masyarakat atau orang lain. Model-model ini memfokuskan pada proses negosiasi sosial. Model-model pembelajaran dalam kelompok ini  memberikan prioritas pada peningkatan kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain dalam upaya peningkatan proses demokratis dalam bermasyarakat secara produktif.
Tokoh-tokoh teori sosial juga peduli dengan pengembangan pikiran (mind)  diri sebagai pribadi dan materi keakademisan. Jenis-jenis model pembelajaran rumpun Interaksi Sosial adalah seperti dalam tabel 3 berikut ini.
Tabel 3. Model-model Pembelajaran Interaksi Sosial
Nama Model
Tokoh
Misi/tujuan
Kerja kelompok. (investigati-on group)
Herbert Thelen
John Dewey
Mengembangkan keterampilan-keterampilan untuk berperan dalam kelompok yang menekankan keterampilan komunikasi interpersonal dan keterampilan inkuari ilmiah. Aspek-aspek pengembangan pribadi merupakan hal yang penting dari model ini.

Inkuari Sosial
Byron Massialas Benjamin Cox

Pemecahan masalah sosial, terutama melalui inkuari ilmiah dan penalaran logis.
Jurispru-dential
National Training Laboratory,
Bethel, Maine
Donald  Oliver
James P.Shaver

Pengembangan keterampilan interpersonal dan kerja kelompok untuk mencapai, kesadaran, dan fleksibilitas pribadi. Didesain utama untuk melatih kemampuan mengolah informasi dan menyelesaikan isu kemasyarakatan dengan kerangka acuan atau cara berpikir jurisprudensial (ilmu tentang hukum-hukum manusia).
Role playing (Bermain peran)
Fannie Shaftel George Shafted
Didesain untuk mengajak peserta didik dalam menyelidiki nilai-nilai pribadi dan sosial melalui tingkah laku mereka sendiri dan nilai-nilai yang menjadi sumber dari penyelidikan itu
Simulasi Sosial
Sarene Boocock,
Harold Guetzkow
Didisain untuk membantu pengalaman peserta didik melalui proses sosial dan realitas dan untuk menilai reaksi mereka terhadap proses-proses sosial tersebut, juga untuk memperoleh konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan pengambilan keputusan.

  1. Rumpun Model-model Perilaku
Semua model pembelajaran rumpun ini didasarkan pada suatu pengetahuan yang mengacu pada teori perilaku, teori belajar, teori belajar sosial, modifikasi perilaku, atau perilaku terapi. Model- model pembelajaran rumpun ini mementingkan penciptaan lingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki. Adapun jenis-jenis model pembelajaran perilaku seperti pada tabel 4.
Tabel 4. Model-model Pembelajaran Rumpun Perilaku
Model
Tokoh
Misi atau tujuan
Contingency Management (manajemen dari akibat/hasil  perlakuan)
B.F. Skinner
Model ini dirancang untuk mengajak peserta didik mempelajari fakta-fakta, konsep-konsep dan keterampilan sebagai akibat dari suatu perlakuan tertentu.
Self Control
B.F. Skinner
Model ini dirancang untuk mengajak peserta didik untuk memiliki keterampilan mengendalikan perilaku sosial/keterampilan-keterampilan sosial.
Relaksasi
Rimm & Masters Wolpe
Model ini dirancang untuk mengajak peserta didik menemukan tujuan-tujuan pribadi.
Stress Reduction
(pengurangan stres)
Rimm & Masters
Model ini ditujukan untuk membelajarkan peserta didik dalam  cara relaksasi dalam mengatasi kecemasan dalam situasi social
Assertive Training (Latihan  berekspresi)
Wolpe, lazarus, Salter
Menyatakan perasaan secara langsung dan spontan dalam situasi social
Desensititation
Wolpe
Pola-pola perilaku, keterampilan–keterampilan
Direct training/direct instruction
Gagne
Smith & Smith
Pola tingkah laku, keterampilan-keterampilan.

3.      Jawab:
Maksudnya: Pendidikan sebagai usaha sadar yang sistematis-sistemik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta pengindahan sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut sangat penting, karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat bangsa tertentu. Beberapa landasan pendidikan tersebut adalah landasan filosofis, psikologis, dan sosiologis, yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuan pendidikan.
Ø  Landasan Filosofis
Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandangan dalam filsafat pendidikan, menyangkut keyakianan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan. Contohnya: Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 2 UU RI No.2 Tahun 1989 menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945, sedangkan Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang P4 menegaskan pula bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan dasar negara Indonesia.

Ø  Landasan Psikologis
Dasar psikologis berkaitan dengan prinsip-prinsip belajar dan perkembangan anak. Syaiful Bahri Djamarah mengatakan “psikologi belajar adalah sebuah disiplin psikologi yang berisi teori-teori psikologi mengenai belajar, terutama mengupas bagaimana cara individu belajar atau melakukan pembelajaran”. Jadi Pemahaman terhadap peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian dan penemuan psikologis sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan. Contohnya sebagai implikasinya pendidik tidak mungkin memperlakukan sama kepada setiap peserta didik, sekalipun mereka memiliki kesamaan. Penyusunan kurikulum perlu berhati-hati dalam menentukan jenjang pengalaman belajar yang akan dijadikan garis-garis besar pengajaran serta tingkat kerincian bahan belajar yang digariskan.
Ø  Landasan Sosiologis
Dasar sosiologis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masayarakat. Sosiologi pendidikan merupakan analisi ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Contohnya: Sekolah dalam komunitas, yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitasnya.

4.      Jawab:
Berdasarkan kajian terhadap model-model pembelajaran, menurut saya model yang tepat dalam mengembangkan pembelajaran PAI pada madrasah di Indonesia adalah model pembelajaran kooperatif. Karena pembelajaran kooperatif adalah proses belajar mengajar yang melibatkan penggunaan kelompok-kelompok kecil yang memungkinkan siswa untuk bekerja secara bersama-sama di dalamnya guna memaksimalkan pembelajaran mereka sendiri dan pembelajaran satu sama lain (David W. Johnson dkk: 2010). Model ini dikembangkan untuk mencapai paling sedikit tiga tujuan penting yaitu: prestasi akademis, toleransi dan penerimaan terhadap keanekaragaman, dan pengembangan keterampilan (Richard I. Arends: 2008)
5.      Jawab:
Ø  Model Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah proses belajar mengajar yang melibatkan penggunaan kelompok-kelompok kecil yang memungkinkan siswa untuk bekerja secara bersama-sama di dalamnya guna memaksimalkan pembelajaran mereka sendiri dan pembelajaran satu sama lain (David W. Johnson dkk: 2010).
Roger don David Johnson (dalam Anita Lie:2008) Ada lima unsur dalam pembelajaran ini yang harus ditetapkan:
a.       Saling ketergantungan positif
b.      Tanggung jawab perseorangan
c.       Tatap muka
d.      Komunikasi antar anggota
e.       Evaluasi proses kelompok
Ø  Model Integrated
Pembelajaran integrated (terpadu) merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Dengan adanya pemaduan itu, siswa akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh, sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa. Bermakna disini memberikan arti bahwa pada pembelajaran terpadu siswa akan dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan nyata yang menghubungkan antar konsep dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran.
Pembelajaran terpadu tipe integrated (keterpaduan) adalah tipe pem¬belajaran terpadu yang menggunakan pendekatan antar bidang studi, menggabungkan bidang studi dengan cara menetapkan prioritas kurikuler dan menemukan keterampilan, konsep dan sikap yang saling tumpang tindih dalam beberapa bidang studi (Fogarty, 1991: 76).
Ø  Model Bebasis Masalah
Ratnaningsih 2003: menyatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pembelajaran yang menuntut aktivitas mental siswa untuk memahami suatu konsep pembelajaran melalui situasi dan masalah yang disajikan pada awal pembelajaran.
Pengajaran berdasarkan masalah ini telah dikenal sejak zaman John Dewey, menurutnya belajar berdasarkan masalah adalah interaksi antara stimulus dan respon, merupakan hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan.
Model pembelajaran inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.
Model pembelajaran inquiry berorientasi pada siswa yang bertujuan mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam pembelajaraninquiry siswa tak hanya di tuntut agar menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang di milikinya secara optimal (Sanjaya, 2006:195).

6.      Jawab:
Berdasarkan telaah terhadap model desain pembelajaran, model desain pembelajaran yang tepat untuk mata pelajaran PAI di sekolah adalah model pembelajaran kooperatif. Karena pembelajaran kooperatif adalah proses belajar mengajar yang melibatkan penggunaan kelompok-kelompok kecil yang memungkinkan siswa untuk bekerja secara bersama-sama di dalamnya guna memaksimalkan pembelajaran mereka sendiri dan pembelajaran satu sama lain (David W. Johnson dkk: 2010). Model ini dikembangkan untuk mencapai paling sedikit tiga tujuan penting yaitu: prestasi akademis, toleransi dan penerimaan terhadap keanekaragaman, dan pengembangan keterampilan (Richard I. Arends: 2008).
7.      Jawab:
Ø  Pembelajaran
Istilah pembelajaran sama dengan  proses belajar mengajar. Dalam konteks pembelajaran terdapat dua komponen penting, yaitu guru dan peserta didik yang saling berinteraksi. Dengan demikian pembelajaran didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang memungkinkan terjadinya belajar pada peserta didik.
Adapun kreteria penetapan isi pembelajaran:
  1. Menetapkan tujuan yang akan dicapai. Tujuan yang ditetapkan ini merupakan rincian yang lebih umum, baik tujuan individual maupun tujuan kelompok;
  2. Menetapkan standar keberhasilan. Standar keberhasilan ini meliputi standar kualitas;
  3. Menetapkan system evaluasi. Sistem evaluasi ini mencakup evaluasi proses dan evaluasi hasil;
  4. Menganalisis situasi dan kondisi yang terkait dengan tujuan yang akan dicapai. Situasi dan kondisi yang akan dianalisis misalnya ekonomi, politik, system nilai, adat istiadat, keyakinan serta cita-cita. Dalam analisis ini penekanannya terutama pada pengungkapan faktor-faktor penunjang maupun penghambat pencapai tujuan;
  5. Menetapkan kegiatan-kegiatan apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Kegiatan yang ditetapkan sudah mempertimbangkan faktor-faktor penunjang maupun penghambat pencapaian tujuan yang diperoleh dari hasil analisis terhadap situasi dan kondisi yang terkait dengan tujuan yang akan dicapai;
  6. Menetapkan urutan hierarkhis dari kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan;
  7. Menetapkan alternative kegiatan-kegiatan lain untuk mengantisipasi kemungkinan tidak efektif dan tidak efisiennya kegiatan-kegiatan yang ditetapkjan sebagai kegiatan utama untuk mencapai tujuan;
  8. Menetapkan urutan hierarkhis dan kegiatan-kegiatan alternative sebagai kegiatan- kegiatan utama;
  9. Memerinci waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap kegiatan, dan;
  10. Menetapkan personalia pelaksana setiap kegiatan.
Ø  Model Pembelajaran
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar (Syaiful Sagala, 2005).
Menurut saya prinsip dalam pemilihan model pembelajran PAI yang seharusnya dikembangkan adalah:
  1. Model-model pembelajaran hendaknya mempunyai dasar nilai yang jelas dan mantap. Nilai yang menjadi dasar bisa berupa nilai budaya, nilai moral, dan nilai religius, maupun gabungan dari ketiganya. Acuan nilai yang jelas dan mantap akan memberikan motivasi yang kuat untuk menghasilkan rencana yang sebaik-baiknya;
  2. Model-model pembelajaran hendaknya berangkat dari tujuan umum, tujuan umum itu dirinci menjadi khusus, kemudian bila masih bisa dirinci menjadi tujuan khusus, itu dirinci menjadi lebih rinci lagi. Adanya rumusan tujuan umum dan tujuan khusus yang terinci akan menyebabkan berbagai unsur dalam laporan hasil penelitian, memiliki relevansi yang tinggi dengan tujuan yang akan dicapai.
  3. Model-model pembelajaran hendaknya realistis. Model-model pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan sumber daya dan dana yang tersedia. Dalam hal sumber daya hendaknya dipertimbangkan kualitas maupun kuantitas manusia dan perangkat penunjangnya, laporan hasil penelitian sebaiknya tidak mengacu pada sumber  daya yang diperkiranan, melainkan pada sumber daya dan dana yang nyata.
  4. Model-model pembelajaran hendaknya mempertimbangkan kondisi sosial budaya masyarakat, baik yang mendukung maupun yang menghambat pelaksanaan laporan hasil penelitian nanti. Kondisi sosial budaya tersebut misalnya system nilai, adat istiadat, keyakinan, serta cita-cita. Terhadap kondisi sosial budaya yang mendukung pelaksanaan laporan hasil penelitian hendaknya telah direncanakan cara memanfaatkan secara maksimal faktor pendukung itu, sedangkan terhadap kondisi sosial budaya yang menghambat, hendaknya telah direncanakan cara untuk mengantisipasinya dan menekannya menjadi sekecil-kecilnya, dan;
  5. Model-model pembelajaran hendaknya fleksibel. Meskipun berbagai hal yang terkait dengan pelaksanaan rencana telah dipertimbangkan sebaik-baiknya, masih mungkin terjadi hal-hal yang diluar perhitungan model-model pembelajaran ketika rencana itu dilksanakan. Oleh karena itu, dalam membuat model-model pembelajaran hendaknya disediakan ruang gerak bagi kemungkinan dari rencana sebagai antisipasi terhadap hal-hal yang terjadi diluar perhitungan model-model pembelajaran
8.      Jawab:
Desain Pembelajaran pendidikan agama Islam yang baik:
Rencana pembelajaran yang baik menurut Gagne dan Griggs (1974) hendaknya mengndung tiga komponen yang di sebut dengan anchor point.
1.Tujuan pengajaran.
2.Materi pengajaran/ bahan ajar, pendekatan dan metode mengajar, media pengajaran dan pengalaman belajar.
3.Evaluasi keberhasilan.
Hal ini sesuai dengan pendapat Kenneth D Moore; bahwa komposisi format rencana pembelajaran meliputi bebrapa komponen di antaranya adalah sebagai berikut: 1.Topik bahasan 2.Tujuan pembelajaran (kompetensi dan indikator kompetensi) 3.Materi pelajaran 4.Kegiatan pembelajaran 5.Alat atau media yang dibutuhkan 6. Evaluasi hasil belajar.
Menentukan tujuan pengajaran pendidikan Islam, adapun tujuan secara umum, pendidikan agama Islam adalah bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt. serta berakhlaq mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat dan berbangsa dan bernegara.
9.      Jawab:
Pada hakekatnya pendidikan agama Islam mempunyai tujuan yang hendak dicapai, baik itu tujuan yang bersifat umum maupun tujuan yang sifatnya khusus.
1.      Ahmad Supardi (1979: 179) mengemukakan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah membenamkan taqwa dan akhlak serta menegakkan kebenaran untuk membentuk manusia yang berkepribadian luhur menurut ajaran Islam.
2.      Ahmad D. Marimba yang dikutip oleh Ahmad Tafsir (1992: 46) berpendapat bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah terbentuknya orang yang berkepribadian Muslim.
3.      H.M. Arifin (1993: 119) mengatakan bahwa tujuan pendidikan Agama Islam adalah untuk merealisasikan idealitas Islami.
Berbagai persoalan pembelajaran dan keterbatasan waktu untuk pembelajaran PAI perlu diatasi dengan mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna. Sebab itu perlu mengembangkan pembelajaran model-model yang memiliki daya tarik dan efektif. Menurut pendapat saya model pembelajaran yang bagus untuk mata pelajaran PAI:
1.      Model Pembelajaran tematik, adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.
2.      Model Pembelajaran kooperatif, adalah proses belajar mengajar yang melibatkan penggunaan kelompok-kelompok kecil yang memungkinkan siswa untuk bekerja secara bersama-sama di dalamnya guna memaksimalkan pembelajaran mereka sendiri dan pembelajaran satu sama lain (David W. Johnson dkk: 2010).
3.      Model Pembelajaran Kontekstual, adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.
4.      Model Pembelajaran aktif, adalah merupakan sebuah kesatuan sumber kumpulan strategi pembelajaran yang komprehensif.


Daftar Referensi

Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Penerbit Alfabeta Wilkins, Robert A, 1990, Model Lessons Bridging the gap between models of teaching and classroom application,  Curtin University of Technology.

David W. Johnson dkk, Colaborative Learning Strategi Pembelajaran untuk Sukses Bersama, Penerjemah Nurlita Yusron, Bandung: Nusa Media, 2010.

Anita Lie, Coopratif Learning Mempraktikkan Coopratif Learning Di Ruang-ruang Kelas, Jakarta: Grasindo, 2008.

Richard I. Arends, Learning to Teach/Belajar untuk Mengajar, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.

Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

Sanjaya Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Rawamangun-Jakarta: Kencana Perdana Media Group, 2006.

Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, (Bandung, Rosda Karya,2001).

Komalasari, Kokom, Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi, Bandung: Revika Aditama, 2013.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »