Model - Fauziannor




1.      Jawab: Pernyataan pada soal yang pertama adalah tentang betapa pentingnya kajian model pembelajaran PAI dalam ranah pembelajaran masa kini, agar dapat mengembangkan kualitas manusia sekarang dan akan datang. Karena pembelajaran PAI adalah jantungnya pendidikan di Indonesia. Omar Muhammad Al-Thoumy Al-Saibany mengatakan bahwa kegunaan dan manfaat model pembelajaran Islam adalah sebagai berikut 


a)      Menolong siswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pengalaman, keterampilan, terutama berpikir ilmiah dan sikap dalm satu kesatuan.

b)      Membiasakan pelajar berpikir sehat, rajin, sabar, dan teliti dalam menuntut ilmu.

c)      Memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.

d)      Menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif, komunikatif, sehingga dapat meningkatkan motivasi peserta didik[1]


2.      Jawab: Ada empat rumpun model pembelajaran menurut Joice Weil, yaitu: (1) rumpun model pengolahan informasi; (2) rumpun model personal; (3) rumpun model interaksi sosial; (4) rumpun model sistem perilaku.[2]

Secara jelasnya, yaitu:

1. Rumpun Model-model Pembelajaran Pengolahan Informasi
Model-model pembelajaran dalam rumpun ini bertitik tolak dari prinsip-prinsip pengolahan informasi yaitu cara-cara manusia menanggapi rangsangan dari lingkungan, mengorganisasikan data, mengenali masalah dan mencoba mencari solusinya, serta mengmebangkan konsep-konsep dan bahasa untuk menangani masalah tersebut. Model dalam rumpun ini berhubungan dengan kemampuan pemecahan masalah, kemampuan intelektual secara umum, dan penekanan konsep serta informasi yang berasal dar disiplin ilmu secara akademis.Berikut adalah jenis-mode-model pembelajaran yang termasuk rumpun pengolahan informasi:
Tabel. 1
Model – model Pembelajaran Pengolahan Informasi
No.
Jenis Model
Tujuan/ manfaat
1.
Berfikir Induktif
Model ini ditujukan untuk pembentukan kemampuan berfikir induktif yang banyak diperlukan dalam kegiatan akademik, dan diperlukan dalam kehidupan secara umum
2.
Latihan Inkuiri
Model ini dirancang untuk melibatkan siswa dalam berfikir sebab-akibat dan melatih mengajukan pertanyaan secara opic dan tepat
3.
Concept attainment
Dirancang untuk mengajarkan (pembentukan) konsep dan untuk membantu siswa menjadi lebih efektif dalam belajar konsep (kemampuan berfikir induktif)
4.
Mnemonic (strategi mengingat dan menerima informasi)
Model ini dirancang untuk membantu guru dalam menyajikan bahan pelajaran dan cara-cara membantu siswa baik secara individual maupun secara kooperatif dalam mempelajari informasi atau konsep
5.
Perkembangan kognitif
Model ini bertujuan untuk membantu guru dalam pembentukan kemampuan berfikir/ pengembangn intelektual  pada umumnya, khususnya berfikir logis. Kemampuan ini dapat diterapkan pada kehidupan sosial dan pengembangan moral
6.
Advance Organizer
Model ini dirancang untuk meningkatkan kemamapuan mengolah informasi dalam kapasitas untuk membentuk dan menghubungkan dengan pengetahuan baru pada struktur kognitif yang telah ada
7.
Synectics
Dirancang untuk membantu siswa  break set dalam kegiatan pemecahan masalah dan menulis untuk memperoleh pandangan baru terhadap suatu opic berdasarkan banyak hal dari lapangan
2. Rumpun Model-model Pembelajaran Individual/Personal
Model-model pembelajaran pada rumpun individual ini memfokuskan pada pengembangan pribadi. Model ini menekankan pada proses mengkonstruk dan mengorganisasi realita yang memandang manusia sebagai pembuat makna.
Beberapa model yang termasuk rumpun pembelajaran individual ini antara lain:
Tabel. 2
Model-model Pembelajaran Individual
No.
Jenis Model
Tujuan/ Manfaat
1.
Pengajaran non Direktif
Model ini menekankan pada kemitraan Guru-siswa. Guru berusaha membantu siswa memahami perannya dalam pendidikan mereka sendiri. Model ini juga menekankan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri
2.
Latihan kesadaran
Model ini berguna untuk meningkatkan kemampuan/kapasitas seseorang dalam mengsplorasi dan menyadari pemahaman diri sendiri
3.
Sistem Konseptual
Model ini dirancang untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan feksibilitas
4.
Pertemuan Kelas
Model ini ditujukan untuk pengembangan pemahamn dan tanggungjawab pad diri sendiri dan kelompok sosialnya.
3.  Rumpun Model-Model Pembelajaran Interaksi Sosial
Model-model pembelajaran rumpun sosial menggabungkan antara belaajr dan masyarakat. Kedudukan belajar di sini adalah bahwa perilaku kooperatif tidak hanya merupakan pemberi semangat sosial, tetapi juga intelektual. Sebaliknya tugas-tugas yang sering dilakukan dalam kehidupan sosial dapat dirancang untuk meningkatkan belajar/keakademisan.
Jenis model pembelajaran rumpun sosial antara lain:
Tabel. 3
Model-Model Pembelajaran Sosial
No
Jenis Model
Tujuan/Manfaat
1.
Partner in learning / kerja kelompok
Model ini dirancang untuk memberikan bimbingan kepada siswa untuk mendefinisikan/ menemukan masalah, menggali berbagai pandangan terhadap masalah, dan belajar bersama untuk menguasai informasi, ide, dan keterampilan yang secara simultan mengembangkan kompetensi sosial.
2.
Jurisprudential
Model ini dirancang untuk melatih kemampuan mengolah informasi dan menyelesaikan isu kemasyarakatan dengan kerangka acuan atau cara berfikir jurisprudential (ilmu tentang hukum-hukum manusia)
3.
Role Playing (bermain peran)
Model ini dirancang untuk mengajak siswa dalam menyelidiki nilai-nilai pribadi dan sosial melalui tingkahlaku mereka sendiri dan nilai-nilai yang menjadi sumber dari penyelidikan itu. Bermain peran juga membantu siswa mengumpulkan dan menata informasi mengenai isu-isu sosial, mengembangkan rasa empati kepada teman, dan mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial siswa.

4. Rumpun Model-Model Pembelajaran Tingkah laku
Model-model pembelajaran pada rumpun ini didasarkan pada suatu pengetahuan yang mengacu pada teori perilaku seperti teori belajar, teori belajar sosial, modifikasi perilaku atau perilaku terapi. Model pembelajaran rumpun ini mementingkan penciptaan lingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki.
Beberapa model pembelajaran pada rumpun ini antara lain :
Tabel.4
Model-Model Pembelajaran Perilaku
No.
Jenis Model
Karakteristik Model
1.
Mastery learning, Direct Instruction, dan Social learning Theory
Bahan-bahan yang akan dipelajari siswa dipecah e dalam unit-unit yang sederhana hingga yang kompleks. Bahan yang dipelajari siswa umumnya dipelajari secara individual melalui berbagai media
2.
Self Control
Model pembelajaran ini mengandalkan pada bagaimana siswa harus berprilaku dan siswa belajar dari dampak perilaku tersebut, serta mengendalikan lingkungannya sehingga perilaku tersebut dapat produktif.
3.
Learning from simulation
Dalam situasi tertentu, individu akan memodifikasi perilakunya sesuai  dengan masukan yang diterima dari lingkungan. Mereka akan menata lingkunagnnya dan pola-pola responnya dengan masukan-masukan dari lingkungan
4.
The condition of learning
Model ini menekankan pada hasil belajar : apa yang diharapkan dari tugas/fungsi instruksional guru.






Pembelajaran aktif dan pembelajaran konvensional sendiri dapat dibedakan, yaitu:
Pembelajaran  konvensional
Pembelajaran  Active   learning
Berpusat pada guru
Berpusat pada anak didik
Penekanan pada menerima   pengetahuan
Penekanan pada menemukan
Kurang menyenangkan
Sangat menyenangkan
Kurang memberdayakan   semua


Dan hasil penelitian yang ada menganjurkan agar anak didik tidak hanya sekedar mendengarkan saja di dalam kelas. Mereka perlu membaca, menulis, berdiskusi atau bersama-sama dengan anggta kelas yang lain dalam memecahkan masalah. Yang paling penting adalah bagaimana membuat anak didik menjadi aktif, sehingga mampu pula mengerjakan tugas-tugas yang menggunakan kemampuan berpikir yang lebih tinggi, seperti menganalisis, membuat sintesis dan mengevaluasi. Dan model ini penulis rasa cocok untuk PAI di Madrasah.

3.      Jawab:  Joyce dan Weil mengatakan ada empat kategori yang penting diperhatikan dalam model mengajar yaitu
a.       Model pemrosesan informasi (information Procesisng Models).
b.      model personal (personal family) merupakan rumpun model pembelajaran yang menekankan kepada proses pengembangan kepribadian individu siswa dengan memperhatikan kehidupan emosional.
c.       Model sosial (social family) menekankan pada usaha mengembangkan kemampuan siswa agar memiliki ke-cakapan untuk berhubungan dengan orang lain.
d.      Model sistem perilaku dalam pembelajaran (behavioral Model of Teaching)
Keempat model tersebut masuk dalam ranah pengelolaan proses. Karena berbeda pandangan filosofis, psikologis, dan sosiologis terhadap peserta didik, tujuan pendidikan, dan cara belajar, maka melahirkan perbedaan pengelolaan proses.
Misalkan model personal (personal family). Proses pendidikan ini sengaja diusahakan untuk memungkinkan seseorang dapat memahami dirinya dengan baik, memikul tanggung jawab, dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Model ini memusatkan perhatian kepada pandangan perseorangan dan berusaha menggalakkan kemandirian yang produktif. Karena tujuan pendidikan dalam model ini adalah agar manusia menjadi semakin sadar diri dan bertanggung jawab atas tujuannya.
Berbeda dengan model sosial (social family). Dengan menerapkan model sosial, pembelajaran di arahkan pada upaya melibatkan peserta didik dalam menghayati, mengkaji, menerapkan dan menerima fungsi dan peran sosial.
Dengan beberapa perbedaan tersebut, diharapkan guru dapat memilih pendekatan mana yang sesuai dengan kebutuhan siswa dalam kondisi yang ada saat ini. Intinya para guru harus bisa menyesuaikan dengan situasi didalam kelas dan suasana hati siswa dalam proses pembelajaran.

4.      Jawab: Untuk model pembelajaran yang tepat dalam mengenbangkan pembelajaran PAI pada Madrasah di Indonesia adalah metode active learning (belajar aktif). Karena setiap materi pelajaran yang baru harus dikaitkan dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang ada sebelumnya. Materi pelajaran yang baru disediakan secara aktif dengan pengetahuan yang sud ah ada. Agar murid dapat belajar secara aktif guru perlu menciptakan strategi yang tepat guna sedemikian rupa, sehingga peserta didik mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar.[3]

5.      Jawab: Persamaan model kooperatif dan integrated berbasis masalah dan inquiri adalah:

Arti dari model pembelajaran berbasis masalah sendiri adalah “Adalah model pembelajaran yang memberikan ruang bagi guru untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk menetapkan topik masalah, walaupun sebenarnya guru sudah mempersiapkan apa yang harus dibahas. Proses pembelajaran diarahkan agar siswa mampu menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis”.[4]

Sedangkan model pembelajaran berbasis inquiri adalah “model pembelajaran yang menekankan pada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar.
Strategi pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan”.[5] Artinya, Model pembelajaran inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.
Perbedaannya:
Perbedaan 1

Inkuiri : Pada model ini materi ditemukan sendiri oleh siswa. Guru atau pengajar tidak membawa atau memiliki materi apapun sebagai pengacunya. Guru sudah menyediakan beberapa topik masalah untuk diselesaikan, dan guru menuntun siswa dalam penyelesaian masalah tersebut. Materi timbul saat studi lapangan.
http://remajasampit.blogspot.com/ 
Berbasis Masalah (Problem Solving) : Guru sudah menyediakan materi untuk dibahas. Namun guru tidak secara langsung memberikan materi tersebut. Guru memberi ruang bagi siswa untuk mencari masalah yang berkaitan dengan pokok pembahasan, kemudian guru menuntun siswa agar mencari penyelesaian masalah sesuai dengan bahan yang guru miliki.
http://remajasampit.blogspot.com/ 
Perbedaan 2
Inkuiri : Mementingkan mencari jawaban atas permasalahan sampai tingkat yakin. Dalam mencari jawaban, siswa menganalisisnya dengan fakta-fakta yang ada. Titik tekannya lebih pada objek hakikat yang di cari. Guru tidak memiliki bahan untuk dianalisis.
http://remajasampit.blogspot.com/ 
Berbasis Masalah (Problem Solving) : Berpikir secara logis, tepat, tidak sampai pada hakikat dari objek yang dicari. Karena lebih ditekankan pada penggunaanya. Tidak mencari hakikat. Mencari sebuah objek hanya sebatas mencari masalah yang ada. Jika sudah menemukan jawabannya, maka analisis sudah berhenti sampai disitu. Tidak mencari hakikat lain yang berhubungan dengan objek masalah. Masalah yang ada di Prolem Solving sudah diarahkan oleh guru.
http://remajasampit.blogspot.com/ 
Perbedaan 3
Inkuiri : Pemecahan masalah sampai ke kualiats Objek. Tetapi belum tentu menyelesaikan masalah. Strategi Inkuiri lebih memakan waktu yang lama.
http://remajasampit.blogspot.com/ 
Berbasis Masalah (Problem Solving) : Masalah harus terselesaikan sesuai dengan objek.

Persamaannya:
1.      Sama-sama Merumuskan Masalah
2.      Sama-sama Menganalisis Masalah
3.      Sama-sama Merumuskan Hipotesis
4.      Sama-sama Mengumpulkan Data
5.      Sama-sama Pengujian Hipotesis
6.      Sama-sama Merumuskan Rekomendasi Pemecahan masalah

6.      Jawab: Desain pembelajaran sendiri adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang “perlakuan” berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi. Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa, dipandu oleh guru, atau dalam latar berbasis komunitas. Desain adalah salah satu aspek dari proses pengembangan yang terdiri dari Riset (analisis),Desain (sintesisi),Produksi (formasi),Distribusi (penyebaran),Utilisasi (kinerja), Eliminasi (penghentian).[6]

Sedangkan model desain pembelajaran yang tepat untuk mata pelajaran PAI di sekolah menurut penulis yaitu Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Pembelajaran model ini dilakukan dengan menghubungkan tema atau materi yang dikaji dengan konteks kehidupan sehari-hari, terutama kehidupan peserta didik. SK/KD yang dikaji hendaknya dikaitkan dengan permasalahan yang aktual yang benar-benar terjadi dan dialami peserta didik.
Dengan cara ini, peserta didik akan langsung mengalami apa yang dipelajari sehingga peserta didik memiliki motivasi besar untuk memahaminya dan pada akhirnya terdorong untuk mempraktikkannya. Sebagai contoh ketika mengajarkan aqidah dengan tema iman kepada kitab-kitab Allah, peserta didik diajak langsung melihat bukti adanya kitab-kitab Allah tersebut, misalnya al-Quran yang merupakan salah satu kitab Allah dan menjadi kitab suci umat Islam. Peserta didik kemudian diajak untuk melihat al-Quran lalu diajak berdiskusi tentang al-Quran dan peserta didik dimotivasi agar bisa membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungan alQuran sedikit demi sedikit.
Contoh lain misalnya ketika mengajarkan fikih tentang thaharah (bersuci) peserta didik diajak langsung praktik tentang bagaimana membersihkan kotoran (najis) dan juga praktik wudlu dan mandi untuk menghilangkan hadas. Selanjutnya anak diajak untuk selalu berpola hidup sehat dan bersih dengan menjelaskan manfaat dan hikmah kebersihan dan kesehatan serta menyebutkan contoh-contoh akibat baik dari berpola sehat dan bersih dan akibat buruk mengabaikan pola sehat dan bersih. Dengan model pembelajaran ini cukup mudah bagi guru memotivasi peserta didik untuk bersikap dan berperilaku yang menunjukkan nilai-nilai karakter sesuai dengan tema atau materi yang dikaji.[7]
Karena pada dasarnya  pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang membantu guru dalam mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata siswa, dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dipelajarinya dengan kehidupan mereka. Pembelajaran kontekstual menerapkan sejumlah prinsip belajar. Prinsip-prinsip tersebut meliputi: 1) Konstruktivisme (Constructivism), 2) Bertanya (Questioning, 3)Inkuiri (Inquiry), 4) Masyarakat Belajar (Learning Community), 5) Pemodelan (Modeling), 6) Refleksi (Reflection), 7) Penilaian Otentik (Authentic Assessment).

7.      Jawab: Dalam penetapan isi pembelajaran, ada beberapa kriteria yang harus di perhatikan, diantaranya :
·        Materi pelajaran harus sesuai dan menunjang tercapainya tujuan instruksional.
·        Materi pelajaran hendaknya sesuai dengan tingkat pendidikan atau perkembangan siswa pada umumnya.
·        Menetapkan materi pembelajaran harus serasi dengan urutan tujuan.
 Urutan materi pelajaran hendaknya memperhatikan kesinambungan (kontinuitas).
·         Materi pelajaran di susun dari hal yang sederhana menuju yang komplek, dari yang mudah menuju yang sulit, dari yang konkret menuju yang abstark. Dengan cara ini siswa akan mudah memahaminya.
·         Materi pelajaran hendaknya mencakup hal-hal yang bersifat factual maupun konseptual.

Sedangkan prinsip dalam pemilihan model pembelajaran PAI yang seharusnya dikembangkan adalah 
1.      Sesuai dengan usia dan kemampuan akal anak (biqadri uqûlihim).
2.      Sesuai dengan kebutuhan peserta didik (child center), bukan untuk memenuhi keinginan pendidik apalagi untuk proyek semata.
3.      Proporsional dalam memberikan janji (wa’d, targhîb) yang menggembirakan dan ancaman (wa’îd, tarhîb) untuk mendidik kedisiplinan.

8.       Jawab: Dalam proses desain/perencanaan terhadap program pendidikan yang akan dilaksanakan, khususnya dalam lembaga pendidikan Islam, maka prinsip perencanaan harus mencerminkan terhadap nilai-nilai islami yang bersumberkan pada al-Qur'an dan al-Hadits.
Sebagaimana yang di ajarkan dalam QS. Al-Hajj ayat 77 yang artinya:  “Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan”.
            Ayat tersebut merupakan suatu hal yang sangat prinsipil yang tidak boleh ditawar dalam proses perencanaan pendidikan, agar supaya tujuan yang ingin dicapai dapat tercapai dengan sempurna. Disamping itu pula, intisari ayat tersebut merupakan suatu “pembeda” antara manajemen secara umum dengan manajemen dalam perspektif Islam yang sarat dengan nilai[8]

            Sedanga Desain pendidikan agama islam dalam pengajaran ada beberapa cara yaitu:
a. Review, kegiatan ini dilakukan dalam waktu 1 sampai 5 menit, yakni mengukur kesiapan siswa untuk mempelajari bahan ajar denganmelihat pengalaman sebelumnya yang sudah dimiliki oleh siswa dan diperlukan sebagai prerequisite unuk memahami bahan yang disampaikan hari itu. Dalah hal ini diperlukan guru harus yakin dan tahu betul jika siswa sudah siap menerima pelajaran baru. Dan jika guru mengetahui siswa belum menguasai pelajaran sebelumnya, maka guru dengan bijak memberi kesempatan kepada siswa untuk memahami terlebih dahulu.
b. Overview, sebagai mana review, overview dilakukan tidak terlalu lama yaitu berkisar antara 2 samapai 5 menet, guru menjelaskan program pembelajaran yang akan dilaksanakan pada hari itu dengan menyampaikan isi secara singkat dan strategis yang akan di gunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan pada siswa untuk menyampaikan pandangannya sehingga siswa merasasenang dan merasa dihargai keberadaannya.
c. Presentation,tahap ini adalah merupakan inti dari proses kegiatan belajar mengajar, karena disini guru sudah tidak memberikan penjelasan-penjelasan singkat, akan tetapi sudah masuk pada proses telling shoing, dan doing. Proses tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan daya serap dan daya ingat siswa tentang pelajaran yang mereka dapatkan.
d. Exsercise, yakni suatu proses untuk memberikan kesempatan kepada siswa mempraktekkan apa yang telah mereka pahami. Hal ini di maksudkan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa sehingga hasil yang dicapai lebih bermakna. e. Summary, dimaksudkan untuk memperkuat apa yang telah mereka fahami dalam proses pembelajaran. Hal ini sering tertinggal oleh guru karena mereka disibukkan dengan presentase, dan bahkan mungkin guru tidak pernah membuat Summary ( kesimpulan) dari apa yang telah mereka ajarkan.[9]
9. Jawab: Secara umum, Pendidikan Agama Islam adalah bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman peserta didik tentang agama islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat dan berbangsa.
 Selanjutnya Menentukan tujuan pengajaran pendidikan Islam secara umum untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt serta berakhlaq mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat dan berbangsa dan bernegara.
Agar bisa menyesuaikan dengan keadaan peserta ajar di dalam pendidikan agama Islam yang terbagi dalam beberapa mata pelajaran, dan supaya mencapai pendidikan yang maksimal adalah dengan menggunakan metode ceramah, Tanya jawab dan diskusi, yang mana itu nantinya akan memancing stimulus dan respon peserta didik (Teori Toneksionisme). Media pengajaran dan pengalaman belajar ini di lakukan untuk mempermudah peserta ajar/murid untuk menerima pelajaran. Setelah itu, dilakukan Evaluasi keberhasilan, hal ini di lakukan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menerima pelajaran yang telah di berikan oleh pengajar pendidikan agama Islam.

Daftar Pustaka
E. Mulyasa ., Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Konsep, Karakteristik dan Implementasi, Bandung, Remaja Rosdakarya,  2004

Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany, Falsafah Pendidikan Islam, Alih bahasa Hasan Langgulung, cet. pertama. Jakarta, Bulan Bintang, 1979

Jurnal Penelitian “Perbedaan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Dan Tipe Think Pair Share Pada Mata Pelajaran Akuntansi Di Kelas Xa   Sma Negeri 2 Gorontalo” oleh Lila Amana, Universitas Negeri Gorontalo, 2013
Azhariansah, PENGANTAR PENGAJARAN SASTRA
Weni Kurniawati, Jurnal Perencanaan Dan Desain Pembelajaran  Pendidikan Agama Islam

Hidayat, Jurnal Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berorientasi Pengembangan Karakter Bangsa”, Jurnal el-Hikmah Fakultas Tarbiyah UIN Malang


[1] Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany, Falsafah Pendidikan Islam, Alih bahasa Hasan Langgulung, cet. pertama. Jakarta, Bulan Bintang, 1979, h. 553.
[2] Jurnal Penelitian “Perbedaan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Dan Tipe Think Pair Share Pada Mata Pelajaran Akuntansi Di Kelas Xa   Sma Negeri 2 Gorontalo” oleh Lila Amana, Universitas Negeri Gorontalo, 2013
[3] E. Mulyasa ., Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Konsep, Karakteristik dan Implementasi, Bandung, Remaja Rosdakarya,  2004, h. 241
[4] Azhariansah, M.Pd., M.A, Pengantar Pengajaran Sastra , Hlm.84
[5] Ibid,78
[6] Jurnal PERENCANAAN DAN DESAIN PEMBELAJARAN  PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 
Oleh : Weni Kurniawati, M.Pd.
 [7] Jurnal MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  BERORIENTASI PENGEMBANGAN KARAKTER BANGSA Oleh Hidayat, Jurnal el-Hikmah Fakultas Tarbiyah UIN Malang, hlm.159
[8] Op.cit
[9] ibid

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »