|
1.
|
T
|
:
|
Penjelasan
dari pernyataan:
|
|
|
J
|
:
|
Berangkat
dari pendidikan Islam, yang dimaksud dengan PAI di sekolah dapat dipahami
sebagai suatu program pendidikan yang menanamkan nilai-nilai Islam melalui
proses pembelajaran, baik di kelas maupun di luar kelas yang dikemas dalam
bentuk mata pelajaran dan diberi nama PAI. Dalam kurikulum nasional, mata
pelajaran PAI merupakan mata pelajaran wajib di sekolah umum sejak TK sampai
PT. kurikulum PAI dirancang secara khusus sesuai dengan situasi, kondisi, dan
perjenjangan pendidikan siswa dan mahasiswa.
Misi utama PAI adalah membina kepribadian siswa dan mahasiswa
secara utuh dengan harapan kelak mereka akan menjadi ilmuwan yang beriman dan
bertakwa kepada Allah swt, mampu mengabdikan ilmunya untuk kesejahteraan umat
manusia. Profil di atas merupakan tolak ukur sosok manusia Indonesia yang
utuh dan diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan dalam perkembangan
global.
Melihat keberadaannya di sekolah, secara institusional
pelaksanaan PAI terikat oleh system persekolahan yang cenderung menganut
system pendidikan sekuler. Di satu sisi PAI merupakan sub system dari system
pendidikan nasional, namun di sisi lain PAI sebagai sub system dari system
pendidikan Islam yang dituntut mengembangkan system materi dan pengelolaan
tersendiri sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam. Oleh karena itu,
persoalan yang dihadapi PAI di sekolah sangat berbeda dengan persoalan
pendidikan Islam secara keseluruhan.
Dalam system pendidikan persekolahan terdapat dua istilah, yaitu
pendidikan dan pengajaran. Terhadap kedua istilah di atas para praktisi
pendidikan lebih cenderung ke arah pengajaran bukan pendidikan. Berkaitan
dengan makna visi dan misi mata pelajaran PAI di sekolah, untuk membentuk
kepribadian murid sebagai pribadi yang utuh diperlukan pendidikan agama bukan
pengajaran agama. Namun, yang terjadi di lapangan pada umumnya, baik di
tingkat SD, SLTP, dan SLTA maupun PT adalah pengajaran agama bukan pendidikan
agama. Mungkin hal seperti ini merupakan salah satu penyebab kemerosotan
akhlak, khususnya di kalangan para siswa dan mahasiswa serta generasi muda
secara keseluruhan.
Pendidikan bukan sekedar transfer informasi tentang ilmu
pengetahuan dari guru kepada murid, melainkan suatu proses pembentukan
karakter. Ada tiga misi utama pendidikan, yaitu pewarisan pengetahuan
(transfer of knowledge), pewarisan budaya (transfer of culture) dan pewarisan
nilai (transfer of value). Sebab itu, pendidikan bias dipahami sebagai suatu
proses transformasi nilai-nilai dalam rangka pembentukan kepribadian dengan
segala aspek yang dicakupnya. Sedangkan pengajaran lebih berorientasi pada
pengalihan pengetahuan dan keterampilan untuk memperoleh keahlian khusus
“tukang” atau spesialisasi yang terkurung dalam ruang spesialisasinya yang
sempit tetapi sangat mendalam.
Model pembelajaran dalam perkembangannya berkembang menjadi
banyak. Terdapat model pembelajaran yang kurang baik dipakai dan diterapkan,
namun ada model pembelajaran yang baik untuk diterapkan. Ciri-ciri model
pembelajaran yang baik adalah sbb:
1.
Adanya
keterlibatan intelektual-emosional peserta didik melalui kegiatan mengalami,
menganalisis, berbuat dan pembentukan sikap.
2.
Adanya keikutsertaan
peserta didik secara aktif dan kreatif selama pelaksanaan model pembelajaran.
3.
Guru
bertindak sebagai fasilitator, coordinator, mediator dan motivator kegiatan
belajar peserta didik.
4.
Penggunaan
berbagai metode, alat dan media pembelajaran.
|
|
2.
|
T
|
:
|
Rumpun
model pembelajaran menurut para ahli:
|
|
|
J
|
:
|
Model:
1.
Model
interaksi social: model ini didasari oleh teori belajar Gestalt (field
theory). Model Interaksi social
menitikberatkan hubungan yang harmonis antara individu dengan masyarakat (learning
to life together). Teori pembelajaran Gestalt dirintis oleh Max
Wertheimer (1912) bersama dengan Kurt Koffka dan W. Kohler. Mereka mengadakan
eksperimen mengenai pengamatan visual dengan fenomena fisik. Percobaannya
yang dilakukan memproyeksikan titik-titik cahaya (keseluruhan lebih penting
dari pada bagian).
2.
Model pemrosesan informasi: teori ini dipelopori oleh Robert Gagne.
Asumsinya adalah pembelajaran merupakan factor yang sangat penting dalam
perkembangan. Perkembangan merupakan hasil komulatif dari pembelajaran.
3.
Model personal: model ini bertitik tolak dari teori Humanistik, yaitu
berorientasi pada pengembangan individu. Hal ini meliputi pengembangan proses
individu dan membangun serta mengorganisasikan dirinya sendiri.
4.
Model perilaku: model ini bertitik tolak dari teori belajar
behavioristik, yaitu bertujuan mengembangkan system yang efisien untuk
mengurutkan tugas-tugas belajar dan membentuk tingkah laku dengan cara
memanipulasi penguatan.
|
|
3.
|
T
|
:
|
Pengembangan
teori belajar:
|
|
|
J
|
:
|
Manusia
merupakan makhluk yang bergelut secara intens dengan pendidikan. Itulah
sebabnya manusia dijuluki sebagai animal educandum dan animal
educandus secara sekaligus, yaitu sebagai makhluk yang dididik dan
makhluk yang mendidik. Dengan kata lain, manusia adalah makhluk yang
senantiasa terlibat dalam proses pendidikan, baik yang dilakukan terhadap
orang lain maupun terhadap dirinya sendiri.
Pendidikan sebagai upaya manusia merupakan aspek dan hasil budaya
terbaik yang mampu disediakan setiap generasi manusia untuk kepentingan
generasi muda agar melanjutkan kehidupan dan cara hidup mereka dalam komteks
sosio-budaya.
|
|
4.
|
T
|
:
|
Model
yang tepat dalam pengembangan pembelajaran PAI:
|
|
|
J
|
:
|
Model
pembelajaran adalah kerangka konseptual yang mendeskripsikan dan melukiskan
prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar dan
pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai
pedoman dalam perencanaan pembelajaran bagi para pendidik dalam melaksanakan aktivitas
pembelajaran.
Ada beberapa metode pendidikan dalam PAI yang bias dikembangkan yaitu: metode
Qur’ani, amtsal, ibrah, targib-tarhib, tajribi, uswatun hasanah, dan hiwar.
|
|
5.
|
T
|
:
|
Perbedaan
dan persamaan model kooperatif, integrated, berbasis masalah dan inquiri:
|
|
|
J
|
:
|
Perbedaan:
1.
Kooperatif
adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan paham konstruktivisme.
Model ini mengutamakan kerja sama di antara siswa untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Pola pikir pembelajaran kooperatif dalam pada dasarnya manusia
mempunyai perbedaan, dengan perbedaan itu manusia saling asah, asih, asuh
(saling mencerdaskan).
2.
Integrated
merupakan pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan
mengintegrasikan kegiatan ke dalam semua bidang pengembangan, meliputi aspek
kognitif, social-emosional, bahasa, moral, dan nilai-nilai agama, fisik
motorik, dan seni. Semua bidang pengembangan tersebut dijabarkan ke dalam
kegiatan pembelajaran yang dipusatkan pada satu tema sehingga pembelajaran
menjadi terpadu.
3.
Berbasis
masalah adalah pembelajaran yang menggunakan masalah nyata (otentik) yang
tidak terstruktur dan bersifat terbuka sebagai konteks bagi peserta didik
untuk mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah dan berpikir kritis
serta sekaligus membangun pengetahuan baru.
4.
Inquiri
bertujuan untuk memberikan cara bagi peserta didik untuk membangun kecakapan
intelektual yang terkait dengan proses berpikir reflektif.
Persamaan:
Semuanya sama-sama berpusat pada siswa dan bertujuan untuk
mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa berdasarkan pengalaman.
|
|
6.
|
T
|
:
|
Model
desain pembelajaran yang tepat untuk PAI di sekolah:
|
|
|
J
|
:
|
Dunia
Islam sebenarnya memiliki sejumlah metode pendidikan yang sudah teruji
keampuhannya. Guru-guru kita tampaknya jangankan menerapkan teori-teori yang
dimaksud, malah mengetahuinya saja jangan-jangan belum. Seperti kita ketahui,
guru-guru di sekolah masih sangat dominan menggunakan metode kuliah
(ceramah). Tentu saja kita tidak bermaksud menyalahkan metode konvensional
ini. Hanya saja, metode-metode pendidikan unggulan, dalam hal ini
metode-metode Qur’ani, kiranya perlu diketahui dan digunakan.
Untuk menjadikan guru sebagai suri tauladan memang bukan hal
sangat mudah, karena akan menyangkut system yang lebih luas mulai dari
seleksi mahasiswa keguruan, pendidikan keguruan, seleksi guru, hingga
pendidikan yang bersifat in-service bagi para guru. Tapi ada teori pendidikan
lain yang justru dapat dilakukan oleh semua guru, yaitu bahwa pendidikan itu
perlu dilakukan dengan menggunakan metode-metode pendidikan yang tepat dan
metode pendidikan Qur’ani merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk
pembelajaran agama Islam di sekolah umum.
|
|
7.
|
T
|
:
|
Criteria
penetapan isi pembelajaran dan prinsip dalam pemilihan model pembelajaran
PAI:
|
|
|
J
|
:
|
Model
pembelajaran adalah kerangka konseptual yang mendeskripsikan dan melukiskan
prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar dan
pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai
pedoman dalam perencanaan pembelajaran bagi para pendidik dalam melaksanakan
aktivitas pembelajaran.
Model-model pembelajaran memiliki beberapa atribut yang tidak
dimiliki berbagai strategi dan metode spesifik. Atribut-atribut sebuah model
adalah adanya basis teoritis yang koheren atau sebuah sudut pandang tentang
apa yang seharusnya dipelajari dan bagaimana mereka belajar. Penggunaan model
pembelajaran haruslah sesuai dengan mata pelajaran supaya dapat menciptakan
lingkungan belajar yang menjadikan peserta didik belajar. Dalam model
pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi peserta didik dengan
pendekatan, metode dan teknik pembelajaran tertentu.
Nieveen, sebagaimana dikutip Trianto, mengemukakan bahwa model
pembelajaran dikatakan baik apabila memenuhi criteria:
1.
Sahih
(valid), yaitu apakah model yang dikembangkan didasarkan pada rasional
teoritis yang kuat dan apakah terdapat konsistensi internal.
2.
Praktis, hal
ini diuji oleh para ahli dan praktisi yang menyatakan bahwa model yang
dikembangkan dapat diterapkan.
3.
Efektif,
yaitu para ahli pengembang model berdasarkan pengalamannya menyatakan bahwa
model tersebut efektif.
|
|
8.
|
T
|
:
|
Pembelajaran
PAI yang bagus untuk madrasah dan sekolah umum:
|
|
|
J
|
:
|
Sejak
kedatangannya di Indonesia, Islam telah menggunakan dakwah dan pendidikan
sebagai sarana untuk mensosialisasikannya ke tengah-tengah masyarakat. Dalam
proses sosialisasi Islam melalui pendidikan tersebut, selain dilakukan oleh
masyarakat sendiri, juga dilakukan oleh pemerintah, atau sekurang-kurangnya
mendapatkan bantuan dari pemerintah. Pada pendidikan yang mendapatkan bantuan
dari pemerintah ini pada akhirnya terjadi proses saling mempengaruhi.
Pandangan yang sama dikemukakan oleh Eggen dan Kauchak, dalam
Trianto, bahwa model pembelajaran memberikan kerangka dan arah bagi guru
untuk melakukan pembelajaran.
Model dirancang untuk mewakili realitas yang sesungguhnya
walaupun model itu sendiri bukanlah realitas dari dunia yang sebenarnya.
|
|
9.
|
T
|
:
|
Masing-masing
materi PAI memiliki karakteristik tujuan yang berbeda:
|
|
|
J
|
:
|
Model
dapat dipahami juga sebagai:
1.
Suatu tipe
atau desain.
2.
Suatu
deskripsi atau analogi yang dipergunakan untuk membantu proses visualisasi
sesuatu yang tidak dapat dengan langsung diamati.
3.
Suatu system
asumsi-asumsi, data-data dan inferensi-inferensi yang digunakan menggambarkan
secara sistematis suatu objek atau peristiwa.
4.
Suatu desain
yang disederhanakan dari suatu system kerja, suatu terjemahan realitas yang
disederhanakan.
5.
Suatu
deskripsi dari suatu system yang mungkin atau imajiner.
6.
Penyajian
yang diperkecil agar dapat menjelaskan dan menunjukkan sifat bentuk aslinya.
|