Model - M. Ikhwan Fadillah

JAWABAN SOAL NO 1
1.      Pada dasarnya Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran
dan para pengajar/tutor dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.[1]
Menurut Trianto manfaat model pembelajaran adalah sebagai pedoman bagi perancang pengajar dan para guru dalam melaksanakan pembelajaran. Untuk memilih model ini sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan diajarkan, dan juga dipengaruhi oleh tujuan yang akan dicapai dalam pengajaran tersebut serta tingkat kemampuan peserta didik. Di samping itu pula, setiap model pembelajaran juga mempunyai tahap-tahap (sintaks) yang dapat dilakukan siswa dengan bimbingan guru. Antara sintaks yang satu dengan sintaks yang lain juga mempunyai perbedaan. Perbedaan-perbedaan ini, diantaranya pembukaan dan penutupan pembelajaran yang berbeda antara satu dengan yang lain.[2]
Oleh karena itu, guru perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai keterampilan mengajar, agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang beraneka ragam dan lingkungan belajar yang menjadi ciri sekolah pada dewasa ini.
Pada Akhirnya setiap model pembelajaran memerlukan sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang berbeda. Setiap pendekatan memberikan peran yang berbeda kepada siswa, pada ruang fisik, dan pada sistem sosial kelas. Sifat materi dari sistem syaraf banyak konsep dan informasi-informasi dari teks buku bacaan, materi ajar siswa, di samping itu banyak kegiatan pengamatan gambar-gambar. Tujuan yang akan dicapai meliputi aspek kognitif (produk dan proses) dari kegiatan pemahaman bacaan dan lembar kegiatan siswa.[3]
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran sangat berpengaruh untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang efktif, namun perlu juga diketahui tidak semua model pembelajaran sesuii diterapkan pada semua mata pelajaran. Guru dituntut harus bijak dalam menentukan model yang akan digunakan untuk suatu materi. Kelebihan dan kelemahan dalam penggunaan model pembelajaran kooperatif sebagai strategi mengajar guru, maka hal tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi guru dalam penggunaannya. Namun, faktor profesionalisme guru menggunakan model tersebut sangat menentukan dan kesadaran murid mengikuti pembelajaran melalui strategi kelompok. Sasaran pembelajaran adalah meningkatkan kemampuan belajar siswa sehingga penggunaan model ini akan memungkinkan siswa lebih aktif, kreatif dan mandiri dalam belajar sesuai tuntutan materi pelajaran atau kurikulum sehingga kegiatan belajar efektif.


JAWABAN SOAL NO 2
2.      Joyce dan Weil (1996) dalam bukunya Models of Teaching menggolongkan model-model pembelajaran ke dalam empat rumpun. Keempat rumpun model pembelajaran tersebut adalah: (1) rumpun model pembelajaran Pemrosesan Informasi, (2) rumpun model pembelajaran Personal, (3) rumpun model pembelajaran Sosial, dan (4) rumpun model pembelajaran Perilaku. [4]
a.       Rumpun Model-model Pembelajaran Pengolahan Informasi
Model-model pembelajaran dalam rumpun ini bertitik tolak dari prinsip-prinsip pengolahan informasi yaitu cara-cara manusia menanggapi rangsangan dari lingkungan, mengorganisasikan data, mengenali masalah dan mencoba mencari solusinya, serta mengmebangkan konsep-konsep dan bahasa untuk menangani masalah tersebut. Model dalam rumpun ini berhubungan dengan kemampuan pemecahan masalah, kemampuan intelektual secara umum, dan penekanan konsep serta informasi yang berasal dar disiplin ilmu secara akademis.
Karakteristik model ini yaitu:
·         Berprinsip pada pengolahan informasi oleh manusia dengan memperkuat dorongan-dorongan internal / dari dalam dirinya untuk memahami dunia dengan cara menggali dan mengorganisasikan data, merasakan adanya masalah dan mengupayakan jalan keluarnya serta pengembangkan bahasa untuk mengungkapkannya.
·         Menekankan pada peserta didik agar memiliki kemampuan untuk memproses informasi.
·         Dalam rumpun model pembelajaran pemrosesan informasi terdapat 7 model pembelajaran, yaitu : Pencapaian Konsep (Concept Attainment, Berpikir induktif (InductiveThinking), Latihan Penelitian (Inquiry Training, Pemandu Awal (Advance Organizer), Memorisasi (Memorization), Pengembangan Intelek (Developing Intelect),Penelitian Ilmiah (Scientic Inquiry)

Berikut adalah jenis-mode-model pembelajaran yang termasuk rumpun pengolahan informasi:
Tabel. 1
Model – model Pembelajaran Pengolahan Informasi
No.
Jenis Model
Tujuan/ manfaat
1.
Berfikir Induktif
Model ini ditujukan untuk pembentukan kemampuan berfikir induktif yang banyak diperlukan dalam kegiatan akademik, dan diperlukan dalam kehidupan secara umum
2.
Latihan Inkuiri
Model ini dirancang untuk melibatkan siswa dalam berfikir sebab-akibat dan melatih mengajukan pertanyaan secara opic dan tepat
3.
Concept attainment
Dirancang untuk mengajarkan (pembentukan) konsep dan untuk membantu siswa menjadi lebih efektif dalam belajar konsep (kemampuan berfikir induktif)
4.
Mnemonic (strategi mengingat dan menerima informasi)
Model ini dirancang untuk membantu guru dalam menyajikan bahan pelajaran dan cara-cara membantu siswa baik secara individual maupun secara kooperatif dalam mempelajari informasi atau konsep
5.
Perkembangan kognitif
Model ini bertujuan untuk membantu guru dalam pembentukan kemampuan berfikir/ pengembangn intelektual  pada umumnya, khususnya berfikir logis. Kemampuan ini dapat diterapkan pada kehidupan sosial dan pengembangan moral
6.
Advance Organizer
Model ini dirancang untuk meningkatkan kemamapuan mengolah informasi dalam kapasitas untuk membentuk dan menghubungkan dengan pengetahuan baru pada struktur kognitif yang telah ada
7.
Synectics
Dirancang untuk membantu siswa  break set dalam kegiatan pemecahan masalah dan menulis untuk memperoleh pandangan baru terhadap suatu opic berdasarkan banyak hal dari lapangan

b.      Rumpun Model-model Pembelajaran Individual
Model-model pembelajaran pada rumpun individual ini memfokuskan pada pengembangan pribadi. Model ini menekankan pada proses mengkonstruk dan mengorganisasi realita yang memandang manusia sebagai pembuat makna.
Karakteristik model ini yaitu:
·         Proses pendidikan sengaja diusahakan yang memungkinkan seseorang dapat memahami diri sendiri dengan baik , sanggup memikul tanggung jawab untuk pendidikan dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
·         Memusatkan perhatian pada pandangan perseorangan dan berusaha menggalakkan kemandirian yang produktif sehingga manusia menjadi semakin sadar diri dan bertanggung jawab atas tujuannya.
·         Dalam rumpun model personal ini terdapat 4 model pembelajaran, yaitu : Pengajaran Tanpa Arahan (Non Directive Teaching), Model Sinektik (Synectics Model), Latihan Kesadaran (Awareness Training), Pertemuan Kelas (Classroom Meeting)
Beberapa model yang termasuk rumpun pembelajaran individual ini antara lain:




Tabel. 2
Model-model Pembelajaran Individual
No.
Jenis Model
Tujuan/ Manfaat
1.
Pengajaran non Direktif
Model ini menekankan pada kemitraan Guru-siswa. Guru berusaha membantu siswa memahami perannya dalam pendidikan mereka sendiri. Model ini juga menekankan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri
2.
Latihan kesadaran
Model ini berguna untuk meningkatkan kemampuan/kapasitas seseorang dalam mengsplorasi dan menyadari pemahaman diri sendiri
3.
Sistem Konseptual
Model ini dirancang untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan feksibilitas
4.
Pertemuan Kelas
Model ini ditujukan untuk pengembangan pemahamn dan tanggungjawab pad diri sendiri dan kelompok sosialnya.

c.       Rumpun Model-Model Pembelajaran Sosial
Model-model pembelajaran rumpun sosial menggabungkan antara belaajr dan masyarakat. Kedudukan belajar di sini adalah bahwa perilaku kooperatif tidak hanya merupakan pemberi semangat sosial, tetapi juga intelektual. Sebaliknya tugas-tugas yang sering dilakukan dalam kehidupan sosial dapat dirancang untuk meningkatkan belajar/keakademisan.
Karakteristik model ini antara lain:
·         Menitik beratkan pada pengembangan kemampuan kerjasama dari para siswa.
·         Berdasarkan pada dua asumsi pokok, pertama : masalah-masalah sosial diidentifikasi dan dipecahkan atas dasar dan melalui kesepakatanm-kesepakatan dengan menggunakan proses-proses sosial, kedua : proses sosial yang demokratis perlu dikembangkan untuk melakukan perbaikan masyarakat dalam arti seluas-luasnya secara build-in dan terus menerus.
·         Dalam rumpun model interaksi sosial ini terdapat 5 model pembelajaran, yaitu : Investigasi Kelompok (Group Investigation), Bermain Peran (Role Playing), Penelitian Yurisprudensial (Jurisprudential UInquiry), Latihan Laboratoris (Laboratory Training) dan Penelitian Ilmu Sosial
Jenis model pembelajaran rumpun sosial antara lain:
Tabel. 3
Model-Model Pembelajaran Sosial
No
Jenis Model
Tujuan/Manfaat
1.
Partner in learning / kerja kelompok
Model ini dirancang untuk memberikan bimbingan kepada siswa untuk mendefinisikan/ menemukan masalah, menggali berbagai pandangan terhadap masalah, dan belajar bersama untuk menguasai informasi, ide, dan keterampilan yang secara simultan mengembangkan kompetensi sosial.
2.
Jurisprudential
Model ini dirancang untuk melatih kemampuan mengolah informasi dan menyelesaikan isu kemasyarakatan dengan kerangka acuan atau cara berfikir jurisprudential (ilmu tentang hukum-hukum manusia)
3.
Role Playing (bermain peran)
Model ini dirancang untuk mengajak siswa dalam menyelidiki nilai-nilai pribadi dan sosial melalui tingkahlaku mereka sendiri dan nilai-nilai yang menjadi sumber dari penyelidikan itu. Bermain peran juga membantu siswa mengumpulkan dan menata informasi mengenai isu-isu sosial, mengembangkan rasa empati kepada teman, dan mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial siswa.

d.      Rumpun Model-Model Pembelajaran Perilaku
Model-model pembelajaran pada rumpun ini didasarkan pada suatu pengetahuan yang mengacu pada teori perilaku seperti teori belajar, teori belajar sosial, modifikasi perilaku atau perilaku terapi. Model pembelajaran rumpun ini mementingkan penciptaan lingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki.
Karakteristik umum model ini yaitu:
·         Mementingkan penciptaan sistem lingkungan belajar yang memungkinkan penciptaan sistem lingkungan belajar yang memungkinkan manipulalsi penguatan tingkah laku (reinforcement) secara efektif sehingga terbentuk pola tingkah laku yang dikehendaki.
·         Memusatkan perhatian pada perilaku yang terobservasi dan metode dan tugas yang diberikan dalam rangka mengkomunikaksikan keberhasilan.
·         Dalam rumpun model sistem perilaku ini terdapat 5 model pembelajaran, yaitu : Belajar Tuntas (Mastery Learning), Pembelajaran Langsung (Direct Instruction), Belajar Kontrol Diri (Learning Self Control), Latihan Pengembangan Keterampilan dan Konsep (Training for Skill and Concept Development), Latihan Assertif (Assertive Training)
Beberapa model pembelajaran pada rumpun ini antara lain :
Tabel.4
Model-Model Pembelajaran Perilaku
No.
Jenis Model
Karakteristik Model
1.
Mastery learning, Direct Instruction, dan Social learning Theory
Bahan-bahan yang akan dipelajari siswa dipecah e dalam unit-unit yang sederhana hingga yang kompleks. Bahan yang dipelajari siswa umumnya dipelajari secara individual melalui berbagai media
2.
Self Control
Model pembelajaran ini mengandalkan pada bagaimana siswa harus berprilaku dan siswa belajar dari dampak perilaku tersebut, serta mengendalikan lingkungannya sehingga perilaku tersebut dapat produktif.
3.
Learning from simulation
Dalam situasi tertentu, individu akan memodifikasi perilakunya sesuai  dengan masukan yang diterima dari lingkungan. Mereka akan menata lingkunagnnya dan pola-pola responnya dengan masukan-masukan dari lingkungan
4.
The condition of learning
Model ini menekankan pada hasil belajar : apa yang diharapkan dari tugas/fungsi instruksional guru.



JAWABAN SOAL NO 3
3.      Pendidikan sebagai usaha sadar yang sistematis-sistemik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta pengindahan sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut sangat penting, karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat bangsa tertentu. Beberapa landasan pendidikan tersebut yaitu sekurang-kurangnya adalah landasan Filosofis, Sosiologis, dan Psikologis.[5]
a.       Landasan Filosofis
1)      Pengertian Landasan Filosofis
Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandangan dalam filsafat pendidikan, menyangkut keyakianan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan. Aliran filsafat yang kita kenal sampai saat ini adalah Idealisme, Realisme, Perenialisme, Esensialisme, Pragmatisme dan Progresivisme dan Ekstensialisme
a)      Esensialisme
Esensialisme adalah mashab pendidikan yang mengutamakan pelajaran teoretik (liberal arts) atau bahan ajar esensial.
b)      Perenialisme
Perenialisme adalah aliran pendidikan yang megutamakan bahan ajaran konstan (perenial) yakni kebenaran, keindahan, cinta kepada kebaikan universal.
c)      Pragmatisme dan Progresifme
Pragmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari  nilai kegunaan praktis, di bidang pendidikan, aliran ini melahirkan progresivisme yang menentang pendidikan tradisional.
d)      Rekonstruksionisme
Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah/lembaga pendidikan sebagai pelopor perubahan masyarakat.
2)      Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidikan Nasional
Pasal 2 UU RI No.2 Tahun 1989 menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945, sedangkan Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang P4 menegaskan pula bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan dasar negara Indonesia.
b.      Landasan Sosiologis
1)      Pengertian Landasan Sosiologis
Dasar sosiologis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masayarakat.Sosiologi pendidikan merupakan analisi ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiologi pendidikan meliputi empat bidang:
a)      Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain.
b)      Hubungan kemanusiaan.
c)      Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya.
d)      Sekolah dalam komunitas,yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitasnya.
c.       Landasan Psikologis
1)      Pengertian Landasan Psikologis
Dasar psikologis berkaitan dengan prinsip-prinsip belajar dan perkembangan anak. Pemahaman terhadap peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian dan penemuan psikologis sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan.
Sebagai implikasinya pendidik tidak mungkin memperlakukan sama kepada setiap peserta didik, sekalipun mereka memiliki kesamaan. Penyusunan kurikulum perlu berhati-hati dalam menentukan jenjang pengalaman belajar yang akan dijadikan garis-garis besar pengajaran serta tingkat kerincian bahan belajar yang digariskan.
2)      Perkembangan Peserta Didik sebagai Landasan Psikologis
Pemahaman tumbuh kembang manusia sangat penting sebagai bekal dasar untuk memahami peserta didik dan menemukan keputusan dan atau tindakan yang tepat dalam membantu proses tumbuh kembang itu secara efektif dan efisien.[6]


JAWABAN SOAL NO 4
4.      Pada dasarnya, peran serta keberadaan seorang guru dalam sebuah prose pembelajaran sangatlah urgen karena guru merupakan salah satu penentu apakah sebuah proses pembelajaran akan berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai atau tidak. Mengingat peran penting guru tersebut, maka perlu kiranya disadari bahwa di pundak seorang guru tertumpu sebuah tanggung jawab yang tidak dapat dianggap ringan, yaitu memfasilitasi proses pembelajaran siswa di kelas menjadi sebuah pembelajaran yang beriklim menyenangkan dan menggairahkan, sehingga siswa akan termitivasi untuk belajar secara maksimal.
Hal yang perlu perhatian adalah, agar bisa terjadi kegiatan belajar pada siswa, maka siswa harus secara aktif melakukan interaksi dengan berbagai sumber belajar. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar hanya mungkin terjadi jika ada interaksi antara siswa dengan sumber sumber belajar. Dan inilah yang seharusnya diusahakan oleh setiap pengajar dalam kegiatan pembelajaran.
Untuk mendukung terwujudnya tujuan tersebut, maka guru dapat mencoba menerapkan berbagai bentuk model pembelajaran yang ada, atau bila memungkinkan, guru dapat berinovasi mencipatakan sendiri model pembelajaran yang akan digunakan, karena bagaimanapun juga, guru adalah orang yang paling memahami karakteristik dan kebutuhan siswanya. Melalui berbagai variasi metode dan model pembelajaran, siswa akan dapat banyak berinteraksi secara aktif dengan memanfaatkan segala potensi yang mereka miliki. Barang kali perlu direnungkan kembali ungkapan populer yang mengatakan : "Saya mendengar saya lupa, Saya melihat saya ingat, Saya berbuat maka saya bisa".
Pemanfaatan model pembelajaran ini sebenarnya dimaksudkan untuk membantu agar kegiatan pembelajaran lebih efektif mencapai tujuan dan efisien. Sayangnya, masih ada yang beranggapan bahwa penggunaan berbagai model pembelajaran hanya menambah pekerjaan guru yang waktunya telah habis untuk mengejar target kurikulum. Anggapan demikian sebenamya tak perlu terjadi.
Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia disarankan kepada para guru untuk melakukan pengajaran dengan penuh kreatifitas dengan menerapakn model model pembelajaran secara bervariasi karena ada banyak model model pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar siswa yang nantinya akan meningkatkan hasil belajar siswa juga sehingga kegiatan belajar mengajar efektif, yang dapat meningkatkan kualiatas sumber daya manusia bangsa indonesia untuk memajukan negara tercinta ini karena majunya suatu bangsa dipengaruhi oleh kualitas pendidikan.


JAWABAN SOAL NO 5
5.      Perbedaan dan persamaan model kooperatif, integrated, berbasis masalah dan inquiri dapat kita lihat pada tabel-tabel tahapan dan sintaks masing-masing model berikut.
Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif
Langkah
Indikator
Tingkah Laku Guru
Langkah 1
Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi siswa.
Langkah 2
Menyajikan informasi
Guru menyajikan informasi kepada siswa
Langkah 3
Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar
Guru menginformasikan pengelompokan siswa
Langkah 4
Membimbing kelompok belajar
Guru memotivasi serta memfasilitasi kerja siswa dalam kelompokkelompok belajar
Langkah 5
Evaluasi
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah  dilaksanakan
Langkah 6
Memberikan penghargaan
Guru memberi penghargaan hasil belajar individual dan kelompok.
                                   
Tahapan model Integrated adalah sebagai berikut.
Tahapan
Kegiatan
Tahap pelaksanaan


1.      Proses pengumpulan informasi
2.      Pengelolaan informasi dengan cara analisis komparasi dan sintesis
3.      Penyusunan laporan dapat dilakukan dengan cara verbal,gravisi, pictorial, audio, gerak, dan model
Tahap Kulmunasi
1.      Penyajian laporan (tertulis, oral, unjuk kerja, produk).
2.      Penilaian meliputi proses dan produk dengan menggunakan prosedur formal dan informal dengan tekanan pada penilaian produk.

Sintaks Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)
Tahap
Kegiatan Guru
Kegiatan Siswa

Tahap I
Orientasi siswa kepada masalah
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan kebutuhan yang diperlukan dan memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya
Siswa menginventarisasi dan mempersiapkan kebutuhan yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Siswa berada dalam kelompok yang telah ditetapkan

Tahap 2
Mengorganisasi siswa untuk belajar
Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut
Siswa membatasi permasalahannya yang akan dikaji

Tahap 3
Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah
Siswa melakukan inkuiri, investigasi, dan bertanya untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan yang dihadapi

Tahap 4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan laporan serta membantu siswa untuk berbagai tugas dalam kelompoknya
Siswa menyusun laporan dalam kelompok dan menyajikannya dihadapan kelas dan berdiskusi dalam kelas

Tahap 5
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan
Siswa mengikuti tes dan menyerahkan tugas-tugas sebagai bahan evaluasi proses belajar















Adapun tahapan pembelajaran inkuiri sebagai berikut:
Fase
Perilaku Guru
1.    Menyajikan pertanyaan atau masalah
Guru membimbing siswa mengidentifikasi masalah dan masalah dituliskan di papan. Guru membagi siswa dalam kelompok.
2.    Membuat hipotesis
Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk curah pendapat dalam membentuk hipotesis. Guru membimbing siswa dalam menentukan hipotesis yang relevan  dengan permasalahan  dan memproiritaskan hipotesis mana yang menjadi prioritas penyelidikan.
3.    Merancang percobaan
Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai dengan hipotesis yang akan dilakukan . Guru membimbing siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan
4.    Melakukan percobaan untuk memperoleh informasi
Guru membimbing siswa mendapatkan informasi melalui percobaan
5.    Megumpulkan dan menganilisis data
Guru memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk menyampaikan hasil pengolahan data yang terkumpul.
6.    Membuat kesimpulan
Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan.





JAWABAN SOAL NO 6
Tantangan yang dihadapi dalam Pendidikan Agama Islam sebagai sebuah mata pelajaran adalah bagaimana mengimplementasikan pendidikan agama Islam bukan hanya mengajarkan  pengetahuan tentang agama akan tetapi bagaimana mengarahkan peserta didik agar memiliki kualitas iman, taqwa dan akhlak mulia. Dengan demikian materi pendidikan agama bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang agama akan tetapi bagaimana membentuk kepribadian siswa agar memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat dan kehidupannya senantiasa dihiasi dengan akhlak yang mulia dimanapun mereka berada, dan dalam posisi apapun mereka bekerja.
Guru merupakan ujung tombak dalam pembelajaran, oleh karena itu guru dituntut untuk bisa mnciptakan iklim pembelajaran yang kondusif sehingga dapat tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Metode merupakan salah satu komponen pendidikan yang cukup penting untuk diperhatikan. Penyampaian materi dalam arti penanaman nilai pendidikan sering gagal karena cara yang digunakannya kurang tepat. Penguasaan guru terhapat materi pembelajaran saja belum cukup untuk dijadikan titik tolak keberhasilan suatu proses belajar mengajar.
Maka, saat ini yang mendesak adalah bagaimana usaha-usaha yang harus dilakukan oleh para guru Pendidikan Agama Islam untuk mengembangkan metode-metode pembelajaran yang  dapat memperluas pemahaman peserta didik mengenai ajaran-ajaran agamanya, mendorong mereka untuk mengamalkannya dan sekaligus dapat membentuk akhlak dan kepribadiannya.
Berikut beberapa model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran PAI menurut pendapat kami, antara lain:
A.    Strategi Pembelajaran PAI berbasis PAIKEM
Secara psikologis, penerapan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)  dalam proses belajar mengajar diyakini dan telah terbukti berdasarkan pengalaman memiliki dampak positif terhadap penguatan hasil belajar, kesan yang mendalam dan daya tahan lama dalam memori peserta didik sehingga tidak mudah lupa terhadap ilmu pengetahuan yang diperolehnya, atau dalam bahasa psikologi dikenal dengan istilah long term memory.[7]
Beberapa model pembelajaran PAI berbasis PAIKEM, antara lain:
1.      Everyone is a teacher here (setiap murid sebagai guru)
2.      Information search
3.      Reading Aloud (strategi membaca dengan keras), sesuai untuk materi sejarah
4.      Role Play (bermain peran), sesuai untuk materi akhlak
5.      Index Card Match  (Mencari Jodoh kartu tanya jawab).
6.      Small Group Discussion (Diskusi Kelompok Kecil)
B.     Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis PAIKEM
Berikut ini adalah beberapa contoh strategi PAIKEM yang dapat digunakan untuk rumpun mata pelajaran Bahasa Arab;
1.      Musykilatut thullab
2.      Tahlilul Khotho’
3.      Ta’biirus shuroh
C.    Metode Pembelajaran dalam Alqur’an
1.      Metode Amtsal
2.      Metode Kisah Qur’ani[8]

Sajian diatas merupakan contoh dari sekian banyak model dan metode pembelajaran yang bias diterapkan dalam rumpun mata pelajaran PAI. Tidak ada satu metode pun yang sempurna, masing- masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, penerapan multi methode (beberapa metode) dalam pembelajaran akan mencapai hasil yang lebih baik.



JAWABAN SOAL NO 7
A.    Uraian Kriteria Penetapan Isi (Materi) Pembelajaran
Materi pembelajaran adalah bagian dari isi rumusan Kompetensi Dasar (KD), merupakan objek dari pengalaman belajar yang diinteraksikan di antara peserta didik dan lingkungannya untuk mencapai kemampuan dasar berupa perubahan perilaku sebagai hasil belajar dari mata pelajaran. Materi pembelajaran sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan ataupun ketercapaian siswa di dalam belajar.
Materi pembelajaran dikembangkan dari Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) sesuai dengan tuntutan KD dari KI-3 (Pengetahuan) dan KD dari KI-4 (Keterampilan), disesuaikan dengan silabus.Selain berdasarkan IPK, pengembangan materi pembelajaran juga mempertimbangkan hal-hal berikut.
1.      Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.
2.      Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual peserta didik.
3.      Kebermanfaatan bagi peserta didik.
4.      Struktur keilmuan.
5.      Berbagai sumber belajar (referensi yang relevan dan termutakhir)
6.      Alokasi waktu.
Pengembangan materi pembelajaran dapat berupa content knowledge (isi pengetahuan) dan paedagogical knowledge (dimensi pengetahuan). Kegiatan pengembangan materi pembelajaran dilakukan untuk menghasilkan ruang lingkup materi pembelajaran. Ruang lingkup materi mata pelajaran disusun dengan tujuan untuk memberi pengalaman kongkret dan abstrak kepada peserta didik.[9]
B.     Prinsip Pengembangan Model Pembelajaran
1.      Pembelajaran adalah proses interaksi antarpeserta didik, antara peserta didik dan pendidik, dan antara peserta dan sumber belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar yang berlangsung secara edukatif, agar peserta didik dapat membangun sikap, pengetahuan dan keterampilannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaian.
2.      Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan belajar yang menyangkut sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistem pendukung (Joice&Wells). Sedangkan menurut “Arends dalam Trianto”, mengatakan “model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas”.
3.      Prinsip-prinsip pembelajaran meliputi: (1) peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu, (2) peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar, (3) proses pembelajaraan menggunakan pendekatan ilmiah, (4) pembelajaran berbasis kompetensi, (5) pembelajaran terpadu, (6) pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi, (7) pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif, (8) peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills, (9)pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat, (10) pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberiketeladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ingmadyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas pesertadidik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani), (11) pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat, (12) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran,  (13) pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik, dan (14) suasana belajar menyenangkan dan menantang.
4.      Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas.
5.      Tujuan penggunaan model pembelajaran sebagai strategi bagaimana pembelajaran yang dilaksanakan dapat membantu peserta didik mengembangkan dirinya baik berupa informasi, gagasan, keterampilan nilai dan cara-cara berpikir dalam meningkatkan kapasitas berpikir secara jernih, bijaksana dan membangun keterampilan sosial serta komitmen (Joice & Wells).
6.      Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yaitu:
a.     Rasional teoretis logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya. Model pembelajaran mempunyai teori berfikir yang masuk akal. Maksudnya para pencipta atau pengembang membuat teori dengan mempertimbangkan teorinya dengan kenyataan sebenarnya serta tidak secara fiktif dalam menciptakan dan mengembangankannya. 
b.    Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai). Model pembelajaran mempunyai tujuan yang jelas tentang apa yang akan dicapai, termasuk di dalamnya apa dan bagaimana siswa belajar dengan baik serta cara memecahkan suatu masalah pembelajaran. 
c.     Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil. Model pembelajaran mempunyai tingkah laku mengajar yang diperlukan sehingga apa yang menjadi cita-cita mengajar selama ini dapat berhasil dalam pelaksanaannya. 
d.    Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai. Model pembelajaran mempunyai lingkungan belajar yang kondusif serta nyaman, sehingga suasana belajar dapat menjadi salah satu aspek penunjang apa yang selama ini menjadi tujuan pembelajaran.  (Trianto, 2010).
7.      Memilih atau menentukan model pembelajaran sangat dipengaruhi oleh karakteristik Kompetensi Dasar (KD), tujuan yang akan dicapai dalam pengajaran, sifat dari materi yang akan diajarkan, dantingkat kemampuan peserta didik. Di samping itu, setiap model pembelajaran mempunyai tahap-tahap (sintaks) yang dapat dilakukan peserta didikdengan bimbingan guru.[10]



JAWABAN SOAL NO 8
Desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang “perlakuan” berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi. Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa, dipandu oleh guru, atau dalam latar berbasis komunitas. Hasil dari pembelajaran ini dapat diamati secara langsung dan dapat diukur secara ilmiah atau benar-benar tersembunyi dan hanya berupa asumsi.
Desain Pembelajaran menurut Istilah dapat didefinisikan:
1.      Menurut Reigeluth Desain pembelajaran adalah Proses untuk menentukan metode pembelajaran apa yang paling baik dilaksanakan agar timbul perubahan pengetahuan dan ketrampilan pada diri pemelajar ke arah yang dikehendaki.
2.      Menurut Briggs Desain pembelajaran adalah Rencana tindakan yang terintegrasi meliputi komponen tujuan, metode dan penilaian untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan.
3.      Menurut Seels dan Richey Desain pembelajaran adalah Proses untuk merinci kondisi untuk belajar, dengan tujuan makro untuk menciptakan strategi dan produk, dan tujuan mikro untuk menghasilkan program pelajaran atau modul.

Beberapa model desain pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), diantaranya adalah: model classroom meeting, cooperative learning, integrated learning, constructive learning, inquiry learning, dan quantum learning.
1.      Model Classroom Meeting.
Karakteristik PAI salah satunya adalah untuk menghantarkan peserta didik agar memiliki kepribadian yang hangat, tegas dan santun. Model pertemuan tatap muka adalah pola belajar mengajar yang dirancang untuk mengembangkan pemahaman diri sendiri, dan rasa tanggung jawab pada diri sendiri dan kelompok. Strategi mengajar model ini mendorong siswa belajar secara aktif. Kelemahan model ini terletak pada kedalaman dan keluasan pembahasan materi, karena lebih berorientasi pada proses, sedangkan PAI di samping menekankan pada proses tetapi juga menekankan pada penguasan materi, sehingga materi perlu dikaji secara mendalam agar dapat dipahami dan dihayati serta diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari
2.      Model Cooperative Learning.
Untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dan memecahkan masalah dapat menggunakan model cooperative learning. Model ini dikembangakan salah satunya oleh Robert E. Slavin (Johnson, 1990). Model ini membagi siswa dalam kelompok-kelompok diskusi, di mana satu kelompok terdiri dari 4 atau 5 orang, masing-masing kelompok bertugas menyelesaikan/memecahkan suatu permasalahan yang dipilih.
3.      Model Integrated Learning.
Hakikat model pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik. Pembelajaran terpadu akan terjadi apabila peristiwa-peristiwa otentik atau eksplorasi topik/tema menjadi pengendali di dalam kegiatan belajar sekaligus proses dan isi berbagai disiplin ilmu/mata pelajaran/pokok bahasan secara serempak dibahas.
4.      Model Constructivist Learning.
Model konstruktivisme adalah salah satu pandangan tentang proses pembelajaran yang menyatakan bahwa dalam proses belajar (perolehan pengetahuan) diawali dengan terjadinya konflik kognitif. Konflik kognitif ini hanya dapat diatasi melalui pengetahuan diri (self-regulation). Dan akhirnya proses belajar, pengetahuan akan dibangun sendiri oleh anak melalui pengalamannya dari hasil interaksi dengan lingkungannya.
5.      Model Inquiry Learning.
6.      Model Quantum Learning.
Quantum Learning merupakan pengubahan berbagai interaksi yang ada pada momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur belajar yang efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa.
7.      Model ROPES. ( Review, Overview, Presentation, Exsercise, Summary)


JAWABAN SOAL NO 9
Adapun karakteristik mata pelajaran PAI itu dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.      PAI merupakan rumpun mata pelajaran yang dikembangkan dari ajaran-ajaran pokok (dasar) yang terdapat dalam agama Islam. Karena itulah PAI merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran Islam. Ditinjau dari segi isinya, PAI merupakan mata pelajaran pokok yang menjadi salah satu komponen, dan tidak dapat dipisahkan dari rumpun mata pelajaran yang bertujuan, mengembangkan moral dan kepribadian peserta didik. 
2.      Tujuan PAI adalah terbentuknya peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi pekerti yang luhur (berakhlak mulia), memiliki pengetahuan tentang ajaran pokok Agama Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam tentang Islam, sehingga memadai baik untuk kehidupan masyarakat maupun untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 
3.      Pendidikan Agama Islam, sebagai sebuah program pembelajaran, diarahkan pada (a) menjaga aqidah dan ketakqwaan peserta didik, (b) menjadi landasan untuk rajin mempelajari ilmu-ilmu lain yang diajarkan di madrasah, (c) mendorong peserta didik untuk kritis, kretif dan inovatif, (d) menjadi landasan perilaku dalm kehidupan sehri-hari di masyarakat. PAI bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang Agama Islam, tetapi juga untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari (membangun etika sosial). 
4.      Pembelajaran PAI tidak hanya menekankan penguasaan kompetensi kognitif saja, tetapi juga afektif dan psikomotoriknya. 
5.       Isi mata pelajaran PAI didasarkan dan dikembangkan dari ketentuan-ketentuan yang ada dalam dua sumber pokok ajaran Islam, yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW (dalil naqli). Di samping itu materi PAI juga diperkaya dengan hasil-hasil istinbath atau ijtihad (dalil aqli) para ulama sehingga ajaran-ajaran pokok yang bersifat umum lebih rinci dan mendetil. 
6.      Materi PAI dikembangkan dari tiga kerangka dasar ajaran Islam, yaitu aqidah,syari'ah dan akhlak. Aqidah merupakan penjabaran konsep Islam, dan akhlak merupakan penjabaran konsep ihsan. Dari ketiga konsep dasar itulah berkembang berbagai kajian keislaman, termasuk kajhian-kajian yang terkait dengan ilmu, teknologi, seni dan budaya. 
7.      Out put pembelajaran PAI di sekolah adalah terbentuknya peserta didik yang memiliki akhlak mulia (budi pekerti luhur) yang merupakan misi utama diutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia. pendidikan akhlak adalah  (budi pekerti) adalah jiwa pendidikan dalam Islam, sehingga pencapaian akhlak mulia (karimah) adalah tujuan sebenarnya dari pendidikan. Dalam hubungan ini, perlu ditegaskan bahwa pelajaran PAI tidak identik dengan menafikan pendidikan jasmani dan pendidikan akal. Keberadaan program pembelajaran selain PAI juga menjadi kebutuhan bagi peserta didik yang tidak dapat diabaikan. Namun demikian, pencapaian akhlak mulia justru mengalami kesulitan jika hanya dianggap menjadi tanggung jawab mata pelajaran PAI. Dengan demikian, pencapaian akhlak mulia harus menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk mata pelajaran  non PAI dan guru-guru yang mengajarkannya. Ini berarti meskipun akhlak itu tampaknya hanya menjadi muatan mata pelajaran PAI, mata pelajaran lain juga perlu mengandung muatan akhlak. Lebih dari itu, semua guru harus memperhatikan akhlak peserta didik dan berupaya menanamkannya dalam proses pembelajaran. Jadi, pencapaian akhlak mulia tidak cukup hanya melalui mata pelajaran PAI.[11]


DAFTAR PUSTAKA
Catatan penulis ketika mengikuti Diklat Kurikulum 2013 pada tanggal 16 – 20 Juni 2016 di LPMP Banjarbaru

Catatan perkuliahan pada mata kuliah Model Pembelajaran PAI di Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin bersama Dr. Hj. Salamah, M.Pd. Jum’at 26 Februari 2016

Hasbullah. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2006

Ismail SM. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM. Semarang: LSIS 2008

Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan Islam . Bandung: Pustaka Setia. 1999

Pidarta Made. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 1997

Rusman. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. 2011

Syahidin. Menelusuri Metode Pendidikan dalam Al-Qur’an. Bandung: Alfabeta. 2009

Trianto.  Mendesain Model Pembelajaran Inovativ-Progresif. Jakarta: Kencana. 2010



[1]Catatan perkuliahan pada mata kuliah Model Pembelajaran PAI di Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin bersama Dr. Hj. Salamah, M.Pd. Jum’at 26 Februari 2016.

[2]Trianto.  Mendesain Model Pembelajaran Inovativ-Progresif. (Jakarta: Kencana. 2010). h. 53
[3]Trianto.  Mendesain Model Pembelajaran Inovativ-Progresif. (Jakarta: Kencana. 2010). h. 55
[4]Rusman. Model-Model Pembelajaran. (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. 2011). h. 78-89
[5]Hasbullah. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2006). h.43
[6]Pidarta Made. Landasan Kependidikan. (Jakarta: Rineka Cipta. 1997). h. 23
[7]Ismail SM. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM. (Semarang: LSIS 2008. h. 5
[8]Syahidin. Menelusuri Metode Pendidikan dalam Al-Qur’an. (Bandung: Alfabeta. 2009). h. 35
[9]Merupakan catatan penulis ketika mengikuti Diklat Kurikulum 2013 pada tanggal 16 – 20 Juni 2016 di LPMP Banjarbaru
[10]Merupakan catatan penulis ketika mengikuti Diklat Kurikulum 2013 pada tanggal 16 – 20 Juni 2016 di LPMP Banjarbaru
[11]Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan Islam . (Bandung: Pustaka Setia. 1999). h. 58-59.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »