TUGAS FINAL TES
EVALUASI
PROGRAM PESANTREN RAMADHAN
DI
SMA PGRI 1 BANJARBARU
TAHUN
AJARAN 2015/2016
Oleh :
WAHYUDIN NOOR NIM
:1502521482
BAB I
PENDAHULUAN
Datangnya bulan Ramadhan merupakan saat yang
dinantikan oleh setiap insan beriman. Sebab di bulan itu banyak keutamaan dan pahala
yang di janjikan. Dengan melakukan amalan-amalan yang dituntunkan oleh Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam maka mereka berharap untuk bisa mendapatkan keridhoan dan ampunan
dari Allah Swt. Tidak hanya ibadah puasa di siang hari saja, umat Islam bisa menikmati
indahnya bulan Ramadhan dengan merenungi kandungan ayat-ayat suci al-Qur’an
dengan semangat yang lebih daripada bulan-bulan selainnya. Apalagi ditunjang dengan
diadakannya kultum, siraman rohani dan kajian-kajian keislaman yang bisa menambah
keimanan, ketaqwaan, serta memperkuat keyakinan kepada Allah Swt.
Maka dari itu, SMA PGRI 1 Banjarbaru setiap tahun
ketika datangnya bulan Ramadhan turut berpartisipasi mengisi bulan yang penuh berkah
ini dengan mengadakan program kegiatan yang bersifat pendidikan keislaman yaitu
Pesantren Ramadhan, sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh
warga sekolah, terutama peserta didik agar pengetahuan agamanya lebih mendalam,
sehingga dapat menjalani ibadah di bulan puasa dengan tetap semangat dan
lebih baik.
Namun demikian evaluasi terhadap program
kegiatan pesantren Ramadhan yang setiap tahun dilaksanakan di SMA PGRI 1
Banjarbaru ini, belum pernah dilakukan, sehingga keberhasilan dalam kegiatan
tersebut belum bisa diukur, sejauh mana ketercapaian tujuan diadakannya program
tersebut, yang sehingga dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap
kehidupan peserta didik sehari-hari.
Maka di sini penulis mencoba untuk
mengevaluasi program kegiatan pesantren Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru tahun
ajaran 2015/2016 yang baru saja selesai dilaksanakan. Karena dengan adanya
evaluasi terhadap suatu kegiatan maka akan ada perbaikan-perbaikan untuk
kedepannya.
Kalau kita lihat dari pengertiannya, Evaluasi
adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang
selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat
dalam mengambil keputusan. Sedangkan program adalah adalah suatu rencana yang
melibatkan berbagai unit yang berisi kebijakan dan rangkaian kegiatan yang
harus dilakukan dalam kurun waktu tertentu.
Dengan demikian maka dapat kita pahami bahwa Evaluasi
program adalah suatu unit atau kesatuan kegiatan yang bertujuan mengumpulkan
informasi tentang realisasi atau implementasi dari suatu kebijakan,
berlangsung dalam proses yang berkesinambungan, dan terjadi dalam suatu
organisasi yang melibatkan sekelompok orang guna pengambilan keputusan.
Evaluasi program bertujuan untuk mengetahui
pencapaian tujuan program yang telah dilaksanakan. Selanjutnya, hasil evaluasi
program digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan tindak lanjut atau
untuk melakukan pengambilan keputusan berikutnya.
Evaluasi sama artinya dengan kegiatan
supervisi. Kegiatan evaluasi/supervisi dimaksudkan untuk mengambil keputusan
atau melakukan tindak lanjut dari program yang telah dilaksanakan. Manfaat dari
evaluasi program dapat berupa penghentian program, merevisi program,
melanjutkan program, dan menyebarluaskan program.
Untuk mngevaluasi program kegiatan pesantren
Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru ini penulis menggunakan model evaluasi CIPP (Contex,
Input, Proces, Product). Yang bagi penulis pribadi lebih mudah untuk
meggunakannya.
BAB II
PEMBAHASAN
Model Evaluasi Program CIPP
A.
Pengertian Model Evaluasi
Program CIPP
Evaluasi
merupakan suatu proses
menyediakan informasi yang
dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk menentukan harga dan jasa
(the worth and merit) dari tujuan yang dicapai, desain, implementasi, dan
dampak untuk membantu membuat keputusan, membantu pertanggungjawaban dan
meningkatkan pemahaman terhadap fenomena. Menurut rumusan tersebut, inti dari
evaluasi adalah penyediaan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan
pertimbangan dalam mengambil keputusan. (Widoyoko, 2012:4)
Program adalah kegiatan atau aktivitas yang
dirancang untuk melaksanakan kebijakan dan melaksanakn untuk waktu yang tidak
terbatas. Kebijakan tertentu bersifat umum dan untuk merealisasikan kebijakan
disusun berbagai jenis program. (Wirawan, 2012 :16)
Evaluasi program adalah suatu rangkaian
kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan
program. Ada beberapa pengertian tentang program sendiri. Menurut Tyler (1950)
dalam Arikunto (2009:5), evaluasi program adalah proses untuk mengetahui apakah tujuan pendidikan
telah terealisasikan. Selanjutnya menurut Cronbach (1963) dan Stufflebeam (1971) dalam
Arikunto (2009: 5), evaluasi
program adalah upaya menyediakan informasi untuk
disampaikan kepada pengambil keputusan.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, maka
dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan suatu proses untuk mengumpulkan
informasi terkait dengan suatu program yang sudah ditetapkan dan informasi
tersebut akan digunakan oleh pihak pengguna terkait dengan kelangsungan program
berikutnya.
Wujud dari hasil evaluasi adalah adanya
rekomendasi dari evaluator untuk pengambil keputusan. Menurut Arikunto (2009: 22)
ada empat kemungkinan kebijakan yang dapat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi
pelaksanaan program, yaitu :
1.
Menghentikan program, karena
dipandang bahwa program tersebut tidak ada manfaatnya, atau tidak dapat
terlaksana sebagaimana diharapkan.
2.
Merevisi program, karena ada bagian–bagian
yang kurang sesuai dengan harapan (terdapat kesalahan tetapi hanya sedikit).
3.
Melanjutkan program, karena
pelaksanaan program menunjukkan bahwa
segala sesuatu sudah berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan hasil yang
bermanfaat.
4.
Menyebarluaskan program (melaksanakan
program di tempat–tempat lain atau mengulangi lagi
program di lain waktu), karena program tersebut berhasil dengan baik maka
sangat baik jika dilaksanakan lagi di
tempat dan waktu yang lain.
Model evaluasi yang digunakan di sini adalah
model evaluasi CIPP. Model evaluasi CIPP adalah model evaluasi yang terdiri
dari empat komponen evaluasi yaitu Context, Input, Process, dan Product (CIPP).
CIPP merupakan singkatan dari context evaluation artinya evaluasi terhadap context,
input evaluation artinya evaluasi terhadap masukan, process evaluation artinya evaluasi terhadap process,
dan product evaluation artinya evaluasi terhadap hasil. Dengan melihat
penjelasan tersebut, maka langkah evaluasi yang dilakukan adalah menganalisis
program tersebut berdasarkan komponen- komponennya. Menurut Stufflebeam (2003: 2),
mengemukakan model evaluasi CIPP sebagai berikut:
The models core concepts are denoted
by acronym CIPP, which stands for evaluations of an entity’s context, input,
process, and product. Context evaluations assess needs, problems, assets, and
opportunities to help decicions makers define goals and priorities and help
broader group of user judge goals, priorities, and outcomes. Input evaluations
assess alternative approache, competing action plans, and budgets for their
feasibility and potential cost-effectiveness to meet targeted needs and
achieved goals. Decision
makers us input
evaluations in chososhing among competing plans, writing
funding proposals, allocation resources, assigning staff, scheduling work, and ultimately
in helping others judge an effort’s plans and budget.
Evaluasi context menentukan kebutuhan,
masalah-masalah, asset, dan kesempatan untuk membantu pengambil keputusan
menetapkan tujuan dan prioritas serta membantu kelompok lebih luas dalam
pengambilan tujuan, prioritas, dan hasil. Evaluasi input menentukan alternatif
pendekatan, pelaksanaan rencana kegiatan, penyediaan sarana, penyediaan biaya
efektif untuk penyiapan kebutuhan dan pencapaian tujuan. Pengambil keputusan
dalam evaluasi input di dalamnya memilih penyusunan rencana, penulisan
proposal, alokasi sumber daya, pengelolaan ketenagaan, jadwal kegiatan,
tersusun rapi dalam
membantu pengambil keputusan berusaha menyiapkan rencana dan
pembiayaan. Lebih
lanjut Stufflebeam (2003:2)
juga
mengatakan
:
Process evaluations assess the
implementation of plans to helf staff carry
out activities and later
help the board group of users
judge program performance and interpret outcomes. Product evaluations identify aned assess
outcomes-intended and unintended,short
term and long term-both
to help a staff keep an enterprise
focused on achieving important outcomes and
ultimately to help the broader group of user
gauge the effort’s success
in meeting targeted needs.
Evaluasi process menilai pelaksanaan rencana
untuk membantu staf melaksanakan kegiatan, kemudian membantu pengguna menilai kinerja program, dan
mebuat penafsiran hasilnya. Evaluasi product mengidentifikasi dan menilai hasil baik jangka pendek dan jangka panjang untuk membantu staf
untuk lebih fokus pada hasil penting
dan
hasil akhir serta mengukur penting
dan
hasil akhir serta
mengukur
keberhasilan upaya dalam memenuhi target
yang ditetapkan.
B.
Penerapan CIPP Dalam Kegiatan Pesantren
Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru
Ditinjau
dari pelaksanaan suatu program, evaluasi model CIPP dapat dibedakan menjadi
empat (4) jenis, yaitu:[1]
1.
konteks
Evaluasi komponen konteks yaitu
mengidentifikasi target populasi dan menilai kebutuhan.[2] Menurut
Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar menyatakan bahwa
Evaluasi Konteks adalah upaya untuk menggambarkan dan merinci lingkungan,
kebutuhan yang tidak terpenuhi, populasi dan sampel yang dilayani, dan tujuan
proyek.[3]
Kegiatan pesantren Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru tahun ajaran
2015/2016 dilaksanakan atas dasar;
a.
Firman Allah Swt, “Hai orang-orang
yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar ketakwaan
kepada-Nya dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan sebagai muslim.”
(QS. Ali Imron: 108).
b.
Surat edaran bersama Kepala Dinas
Pendidikan Kota Banjarbaru dan Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Banjarbaru Nomor
450/2743/Set dan Kd.1023/3/PP.01.1/1004/2016 tanggal 02 Juni 2016 tentang
Kegiatan Keagamaan di bulan Ramadhan 1437 H, SMA PGRI 1 Banjarbaru melaksanakan
kegiatan belajar pada Pesantren Ramadhan mulai hari Kamis, 09 Juni 2016 sd hari
Sabtu, 11 Juni 2016 selama 3 hari untuk seluruh tingkat, dari kelas X dan XI
semua jurusan.
c.
Mewujudkan tujuan pendidikan
khususnya dalam hal keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha esa serta budi pekerti luhur, yang semula di sekolah-sekolah diupayakan melalui
mata pelajaran Agama yang wajib diikuti oleh
seluruh peserta didik pada semua jenjang pendidikan. Namun dewasa ini
dirasakan bahwa mata pelajaran Agama disekolah masih kurang terutama jumlah
jamnya yang sangat terbatas sehingga tujuan pendidikan agama di sekolah sulit untuk dicapai.
Hal ini tercermin dari rendahnya prilaku hidup beragama antarsiswa dalam
kehidupan sehari-hari. Untuk melengkapi kekurangan tersebut perlu diciptakan kegiatan sekolah dalam waktu tertentu di luar
jam pelajaran, yang mengarah pada peningkatan keimanaan dan ketaqwaan serta berbudi pekerti luhur dalam bentuk aktualisasi
pembiasaan hidup beragama. Kegiatan yang dimaksud adalah salah satunya melalui kegiatan
pesantren Ramadhan.
Kegiatan ini mempunyai tujuan sebagai berikut;
1)
Tujuan Umum
Menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan
pemahaman, penghayatan, serta pengamalan ajaran agama Islam di kalangan siswa
sehingga menjadi warga negara yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta
berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara.
2)
Tujuan Khusus
a)
Mengubah sikap, menanamkan kesadaran
serta menumbuhkan motivasi untuk memperdalam, memantapkan dan meningkatkan
penghayatan ajaran agama Islam khususnya tentang keimanan, ibadah, dan akhlak baik
di sekolah maupun di luar sekolah.
b)
Mendorong terwujudnya akhlakul
karimah dalam kehidupan sehari-hari serta memiliki kepribadian yang kokoh dan
mampu menghadapi tantangan negatif, baik yang datang dari dalam diri siswa
maupun dari luar.
c)
Meningkatkan kemampuan peserta didik
dalam membaca, memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalam
al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
2. Input
Tahap
kedua dari model CIPP adalah evaluasi input, atau evaluasi masukan. Komponen
evaluasi masukan meliputi: 1) Sumber daya manusia, 2) Sarana dan peralatan
pendukung, 3) Dana atau anggaran, dan 4) Berbagai prosedur dan aturan yang
diperlukan[4].
Kegiatan pesantren Ramadhan di
SMA PGRI 1 Banjarbaru tahun ajaran 2015/2016 terdiri dari;
a.
Seluruh
Siswa SMA PGRI 1 Banjarbaru yang berjumlah 265 orang, yaitu kelas X-1, 2, 3 dan
4. Dan kelas XI IPA-1, 2 dan XI IPS-1, 2.
b.
Seluruh
dewan Guru SMA PGRI 1 Banjarbaru dan tenaga administrasi yang berjumlah 28 orang,
termasuk di dalamnya 5 orang guru PAI.
c.
Sarana dan peralatan pendukung,
diantaranya; gedung sekolah yang berjumlah 17, ditambah 1 Mushalla , dan 1
aula, untuk peralatan menggunakan sound system, LCD, dan lain-lain
d.
Dana atau anggaran diperoleh dari berbagai
sumber, diantaranya; dari sekolah, dari siswa, dari komete, dan bantuan dana dari
Diknas Banjarbaru (terlampir)
e.
Untuk bahan ajar yang digunakan
adalah sumber utama kitab al-Qur’an, dan
sebagai buku penunjang atau tambahan adalah buku-buku fiqih, sejarah islam, dan
lain-lain.
f.
Pengelompokan siswa dalam belajar
al-Quran didasarkan pada tingkat kemampuannya dalam membaca al-Quran, masing-masing
kelompok terdiri dari 9-11 orang siswa yang didampingi oleh satu orang guru
pembimbing.
g.
Pembelajaran fiqih siswa masuk kelas sesuai
dengan kelasnya masing-masing, dan guru masuk kelas sesuai jadwalnya.
3. Proses
Evaluasi komponen Proses program digunakan
untuk mengidentifikasi kerusakan prosedur implementasi pada tata laksana
kejadian dan aktifitas. Setiap aktifitas di monitor dan di catat
perubahan-perubahan yang terjadi secara jujur dan cermat. Pentingnya pencatatan
aktivitas keseharian sebagai pertimbangan pengambilan keputusan untuk
menentukan tindak lanjut dan penyempurnaan program. Menurut Suharsimi Arikunto
dan Cepi Safruddin Abdul Jabar menyatakan bahwa Evaluasi Proses diarahkan
pada seberapa jauh kegiatan yang dilaksanakan di dalam program sudah terlaksana
sesuai dengan rencana.[5]
Prosess kegiatan
pesantren Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru tahun ajaran 2015/2016 dilaksanakan
selama 3 hari, sebagai
berikut;
a.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Adapun waktu dan
tempat pelaksanaan kegiatan ini adalah :
Tanggal : Kamis, 09 Juni 2016 sd hari sabtu, 11 Juni
2016.
Tempat : SMA PGRI 1 Banjarbaru
b.
Pelaksanaan kegiatan
Hari pertama
08. 00 – 08. 30 = Shalat dhuha
08. 30 – 09. 30 = Tausiah tentang bulan
ramadhan
09. 30 – 10. 00 = Istirahat
10. 00 – 11. 00 = Tadarus al-qur’an
11. 00 – 11.30 = Istirahat
11. 30 – 12.30 = Materi fiqih di
masing-masing kelas
12. 30 – 13.00 = Shalat zuhur dan pulang
Hari kedua
08. 00 – 08. 30 = Shalat dhuha
08. 30 – 09. 30 = Tausiah tentang bulan
ramadhan
09. 30 – 10. 00 = Istirahat
10. 00 – 11. 00 = Tadarus al-qur’an
11. 00 – 11.30 = Istirahat
11. 30 – 12.30 = Materi fiqih di
masing-masing kelas
12. 30 – 13.00 = Shalat zuhur dan pulang
Hari ketiga
08. 00 – 08. 30 = Shalat dhuha
08. 30 – 09. 30 = Tausiah tentang bulan
ramadhan
09. 30 – 10. 00 = Istirahat
10. 00 – 11. 00 = Tadarus al-qur’an
11. 00 – 11.30 = Istirahat
11. 30 – 12.30 = Materi fiqih di
masing-masing kelas
12. 30 – 13.00 = Shalat zuhur dan pulang
16.30 – 19. 00 = Buka puasa bersama
seluruh peserta didik dan warga sekolah
Dari seluruh
proses kegiatan pesantren Ramadhan selama 3 hari berjalan cukup lancar seperti
yang terjadwal, namun ada beberapa hal yang terjadi dalam proses kegiatan, dianataranya;
3)
Siswa sebagian kecil ada yang
terlambat pada jam pertama, disebabkan mereka tidur setelah shalat subuh,
akibatnya ketika mereka masuk mushalla untuk shalat dhuha dan mendengarkan
tausiah seringkali mengganggu konsentrsi guru dan murid yang sudah duluan berada
disana.
4)
Dalam pembelajaran al-Quran atau
tadarus al-Quran yang menjadi kendala adalah apabila guru pembimbing
berhalangan datang, maka secara otomatis murid yang dibimbingannya akan di
pindahkan ke guru yang lain, ini akan mengakibatkan kurang efektifnya
pembelajaran, karena satu orang guru yang
seharusnya hanya membimbing 9-10 orang sekarang menjadi 18-20 orang siswa, ini
melebihi kapasitas, karena idealnya setiap orang guru maksimal membimbing 9-10
orang saja.
4. Produk/Output
Evaluasi produk adalah evaluasi yang dilakukan
dalam mengukur keberhasilan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Keakuratan
analisis data akan menjadi acuan dalam penarikan kesimpulan dan pengajuan saran
apakah program diteruskan, dimodifikasi atau dihentikan.[6]
Pencapaian
kegiatan pesantren Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru tahun ajaran 2015/2016
yaitu;
Mengacu
kepada tujuan dilaksanakannya kegiatan Pesantren Ramadhan yang telah kami
sampaikan dimuka, terlalu dini rasanya jika kami harus memberikan penilaian
terhadap hasil kegiatan ini. Namun menurut pengamatan yang kami lakukan secara
keseluruhan terhadap pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan ini berjalan
dengan tertib dan baik, sehinga kami berasumsi baik terhadap hasilnya, yaitu
perkembangan peserta didik dalam bidang agama. Namun demikian perlu kami
jelaskan sebagi berikut;
Menurut
analisis dan evaluasi terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik pada
pesantren Ramadhan selama 3 hari terhadap tujuan yang telah ditetapkan, baik
diperoleh melalui tes atau non tes menunjukan peningkatan yang signifikan,
khususnya kemampuan anak dalam membaca dan memahami kandungan al-Quran,
dibuktikan dengan nilai yang diberikan oleh guru masing-masing pembimbing
yang baik merata di seluruh kelompok,
kecuali pada anak-anak yang sering tidak masuk.
Selama
ini pihak sekolah atau panitia pelaksana mengadakan tes dan non tes untuk
mengukur keberhasilan siswa selama pembelajaran. Untuk tes Seperti dalam
pembelajaran al-Quran misalnya, semua guru di berikan kolom penilain, untuk
menilai kemajuan siswa selama pembelajaran al-Qur’an setiap hari, baik
kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Jadi kalau dilihat dari hasil sebelum
pembelajaran pesantren ramadhan dan sesudahnya menunjukkan peningkatan yang
sangat signifikan, karena panitia pelaksana sebelum membagi kelompok belajar al-Quran
mengadakan tes terlebih dahulu untuk menentukan posisi kelompoknya, jadi
kelopok belajar al-Quran didasarkan pada kemampuan anak, dengan katagori :
1)Sagat Lancar, 2)lancar, 3)kurang lancar, 3) tidak lancar. Minimal target
setelah belajar meningkat dari yang kurang lancar, atau tidak lancar menjadi
lancar, serta memahami isi kandungan al-Quran yang sudah dipelajari.
Untuk
non tes setiap guru memantau kegiatan siswa dengan lembar observasi yang juga
sudah dibagikan panitia tuk kriteria tertentu, agar fokos penilain
seragam.
Untuk
tabel hasil penilain kognitif tidak bisa kami tampilkan di sini karena datanya
sangat banyak mungkin nanti di belakang terlampir.
BAB III
PENUTUP
A.
SIMPULAN
1.
Pelaksanaan kegiatan pesantren
Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru tahun ajaran 2015/2016 secara keseluruhan
berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan dan sangat bermanfaat bagi
siswa dalam pengamalan agamanya.
2.
Kegiatan ini bagi Siswa-siswi SMA
PGRI 1 Banjarbaru adalah sebagai sarana pendidikan bernuansakan religius Islami
yang tidak akan ditemui selain di bulan ramdhan.
3.
Kegiatan ini bagi Guru dan Kepala
Sekolah adalah sebagai palatihan membimbing dan mengorganisasi siswa di luar
lingkungan sekolah, dan mempererat hubungan silaturahmi dengan warga
Masyarakat.
4.
Untuk masyarakat sekitar adalah
sebagai sarana pendidikan dan silaturahmi dengan warga sekolah.
B.
SARAN-SARAN
Melihat ada sedikit kendala yang terjadi didalam
proses maka kami sarankan sebagai berikut;
1.
Siswa yang terlambat pada jam
pertama, diberi
pengertian yang lebih intensif lagi agar tidak terulang di hari-hari
berikutnya, atau diberi peringatan agar menjadi pelajaran bagi yang lain,
karena kedisiplinan itu adalah kunci keberhasilan sebuah program.
2.
Menyiapkan guru cadangan yang siap
mengganti apabila guru pembimbing berhalangan datang, khususnya guru yang
membimbing kelompok belajar al-qur’an.
3.
Dan yang terakhir rekomendasi kami melanjutkan
program dengan sedikit perbaikan, karena pelaksanaan program menunjukkan bahwa segala sesuatu sudah berjalan sesuai
dengan harapan dan memberikan hasil yang bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, Penilaian Program
Pendidikan, RajawaliPers, Jakarta, 1988.
…………………, Dasar-DasarEvaluasiPendidikan,
PT BumiAksara, Jakarta, 2011
Daniel L
Stufflebeam and Antony J Shinkfield, Sistematic Evaluation, A Self
Instructional Guide to Theory and Practice, Boston, Kluwer Nijhoff
Publissing, 1968.
Daryanto, EvaluasiP endidikan, RenekaCipta,
Jakarta, 2010.
Dickson E George, Saxe W Richard . Pather for
Educational Reform and ReveWALMc : Cutchen Publishing Corporation , 1973
Djuju
Sudjana, Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah, Bandung, Remaja Rosdakarya, 2006.
Eko Putro Widoyoko,
Evaluasi Program Pembelajaran : Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon
Pendidik, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2009
George F Madaus, Michael S Sriven dan Daniel L
Stufflebeam, Evaluation Models,: Viewpoint on Educational and Human Services
Educations, Boston: Kluwer-Nijhoff Publishing, 1983.
Kirkpatrick,
D. L. 1998. Evaluating Training Programs: The Four Levels.
San Francisco: Berrett-Koehler Publisher, Inc.Partner, C. 2009. Implementing
the Kirkpatrick Evaluation Model Plus.
Madaus,
Scriven dan Stufflebeam, Evaluation Models, Viewpoints on Educational and Human
Services Evaluation, Boston, Kluwer-Nijhoff Publishing, 1993
Popham, W.J.,
Classroom Assesment, Boston,
Allyn and Bacon, 1995.
Purwanto, M. Ngalim, Prinsip-PrinsipdanTeknikEvaluasiPengajaran,
PT RemajaRosdakarya, Bandung 2010.
Sodijono, Anas, PengantarEvaluasiPendidikan,
RajawaliPers, Jakarta, 2011.
Suharsimi
Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar, Evaluasi Program Pendidikan Pedoman
Teoritis Praktis Bagi Praktisi Pendidikan, Jakarta, Bumi Aksara, 2007.
Sulistyorini, EvaluasiPendidikanDalamMeningkatkanMutuPendidikan,
TERAS, Yogyakarta, 2009.
Thoha, M.Chabib,Teknik Evaluasi Pendidikan, PT.Raja
Grfindo Persada, Jakarta, 2003.
.
[1]George F Madaus, Michael S Sriven dan Daniel L
Stufflebeam, Evaluation Models,: Viewpoint on Educational and Human Services
Educations (Boston: Kluwer-Nijhoff Publishing, 1983),p.128.
[3]Suharsimi
Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar, Evaluasi Program Pendidikan Pedoman
Teoritis Praktis Bagi Praktisi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), h.
29.
[4]Daniel L
Stufflebeam and Antony J Shinkfield, Sistematic Evaluation, A Self
Instructional Guide to Theory and Practice (Boston: Kluwer Nijhoff
Publissing, 1968), pp.
169-170.