Evaluasi-Wahyudin Noor


TUGAS FINAL TES

EVALUASI PROGRAM PESANTREN RAMADHAN
DI SMA PGRI 1 BANJARBARU
TAHUN AJARAN 2015/2016
Oleh :
WAHYUDIN NOOR NIM :1502521482



BAB I
PENDAHULUAN
Datangnya bulan Ramadhan merupakan saat yang dinantikan oleh setiap insan beriman. Sebab di bulan itu banyak keutamaan dan pahala yang di janjikan. Dengan melakukan amalan-amalan yang dituntunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maka mereka berharap untuk bisa mendapatkan keridhoan dan ampunan dari Allah Swt. Tidak hanya ibadah puasa di siang hari saja, umat Islam bisa menikmati indahnya bulan Ramadhan dengan merenungi kandungan ayat-ayat suci al-Qur’an dengan semangat yang lebih daripada bulan-bulan selainnya. Apalagi ditunjang dengan diadakannya kultum, siraman rohani dan kajian-kajian keislaman yang bisa menambah keimanan, ketaqwaan, serta memperkuat keyakinan kepada Allah Swt.
Maka dari itu, SMA PGRI 1 Banjarbaru setiap tahun ketika datangnya bulan Ramadhan turut berpartisipasi mengisi bulan yang penuh berkah ini dengan mengadakan program kegiatan yang bersifat pendidikan keislaman yaitu Pesantren Ramadhan, sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh warga sekolah, terutama peserta didik agar pengetahuan agamanya lebih mendalam, sehingga dapat menjalani ibadah di bulan puasa dengan tetap semangat dan lebih baik.
Namun demikian evaluasi terhadap program kegiatan pesantren Ramadhan yang setiap tahun dilaksanakan di SMA PGRI 1 Banjarbaru ini, belum pernah dilakukan, sehingga keberhasilan dalam kegiatan tersebut belum bisa diukur, sejauh mana ketercapaian tujuan diadakannya program tersebut, yang sehingga dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap kehidupan peserta didik sehari-hari.
Maka di sini penulis mencoba untuk mengevaluasi program kegiatan pesantren Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru tahun ajaran 2015/2016 yang baru saja selesai dilaksanakan. Karena dengan adanya evaluasi terhadap suatu kegiatan maka akan ada perbaikan-perbaikan untuk kedepannya.
Kalau kita lihat dari pengertiannya, Evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Sedangkan program adalah adalah suatu rencana yang melibatkan berbagai unit  yang berisi kebijakan dan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam kurun waktu tertentu.
Dengan demikian maka dapat kita pahami bahwa Evaluasi program adalah suatu unit atau kesatuan kegiatan yang bertujuan mengumpulkan informasi tentang  realisasi atau implementasi dari suatu kebijakan, berlangsung dalam proses yang berkesinambungan, dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok orang guna pengambilan keputusan.
Evaluasi program bertujuan untuk mengetahui pencapaian tujuan program yang telah dilaksanakan. Selanjutnya, hasil evaluasi program digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan tindak lanjut atau untuk melakukan pengambilan keputusan berikutnya.
Evaluasi  sama artinya dengan kegiatan supervisi. Kegiatan evaluasi/supervisi dimaksudkan untuk mengambil keputusan atau melakukan tindak lanjut dari program yang telah dilaksanakan. Manfaat dari evaluasi program dapat berupa penghentian program, merevisi program, melanjutkan program, dan menyebarluaskan program.
Untuk mngevaluasi program kegiatan pesantren Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru ini penulis menggunakan model evaluasi CIPP (Contex, Input, Proces, Product). Yang bagi penulis pribadi lebih mudah untuk meggunakannya.


BAB II
PEMBAHASAN
Model Evaluasi Program CIPP
A.    Pengertian Model Evaluasi Program CIPP
Evaluasi   merupakan   suatu   proses   menyediakan   informasi   yang   dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk menentukan harga dan jasa (the worth and merit) dari tujuan yang dicapai, desain, implementasi, dan dampak untuk membantu membuat keputusan, membantu pertanggungjawaban dan meningkatkan pemahaman terhadap fenomena. Menurut rumusan tersebut, inti dari evaluasi adalah penyediaan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. (Widoyoko, 2012:4)
Program adalah kegiatan atau aktivitas yang dirancang untuk melaksanakan kebijakan dan melaksanakn untuk waktu yang tidak terbatas. Kebijakan tertentu bersifat umum dan untuk merealisasikan kebijakan disusun berbagai jenis program. (Wirawan, 2012 :16)
Evaluasi program adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program. Ada beberapa pengertian tentang program sendiri. Menurut Tyler (1950) dalam Arikunto (2009:5), evaluasi program adalah proses  untuk mengetahui apakah tujuan pendidikan telah terealisasikan. Selanjutnya menurut Cronbach (1963) dan Stufflebeam (1971) dalam  Arikunto  (2009: 5),  evaluasi   program   adalah   upaya menyediakan informasi untuk disampaikan kepada pengambil keputusan.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan suatu proses untuk mengumpulkan informasi terkait dengan suatu program yang sudah ditetapkan dan informasi tersebut akan digunakan oleh pihak pengguna terkait dengan kelangsungan program berikutnya.
Wujud dari hasil evaluasi adalah adanya rekomendasi dari evaluator untuk pengambil keputusan. Menurut Arikunto (2009: 22) ada empat kemungkinan kebijakan yang dapat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program, yaitu :
1.      Menghentikan program, karena dipandang bahwa program tersebut tidak ada manfaatnya, atau tidak dapat terlaksana sebagaimana diharapkan.
2.      Merevisi program, karena ada bagian–bagian yang kurang sesuai dengan harapan (terdapat kesalahan tetapi hanya sedikit).
3.      Melanjutkan program, karena pelaksanaan program menunjukkan  bahwa segala sesuatu sudah berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan hasil yang bermanfaat.
4.      Menyebarluaskan program  (melaksanakan  program  di  tempat–tempat lain atau mengulangi lagi program di lain waktu), karena program tersebut berhasil dengan baik maka sangat baik jika dilaksanakan lagi di  tempat dan waktu yang lain.  
Model evaluasi yang digunakan di sini adalah model evaluasi CIPP. Model evaluasi CIPP adalah model evaluasi yang terdiri dari empat komponen evaluasi yaitu Context, Input, Process, dan Product (CIPP). CIPP merupakan singkatan dari context evaluation artinya evaluasi terhadap context, input evaluation artinya evaluasi terhadap masukan, process  evaluation artinya evaluasi terhadap process, dan product evaluation artinya evaluasi terhadap hasil. Dengan melihat penjelasan tersebut, maka langkah evaluasi yang dilakukan adalah menganalisis program tersebut berdasarkan komponen- komponennya. Menurut Stufflebeam (2003: 2), mengemukakan model evaluasi CIPP sebagai berikut:
The models core concepts are denoted by acronym CIPP, which stands for evaluations of an entity’s context, input, process, and product. Context evaluations assess needs, problems, assets, and opportunities to help decicions makers define goals and priorities and help broader group of user judge goals, priorities, and outcomes. Input evaluations assess alternative approache, competing action plans, and budgets for their feasibility and potential cost-effectiveness to meet targeted needs and achieved  goals.  Decision  makers  us  input  evaluations  in  chososhing among competing plans, writing funding proposals, allocation resources, assigning staff, scheduling work, and ultimately in helping others judge an effort’s plans and budget.
Evaluasi context menentukan kebutuhan, masalah-masalah, asset, dan kesempatan untuk membantu pengambil keputusan menetapkan tujuan dan prioritas serta membantu kelompok lebih luas dalam pengambilan tujuan, prioritas, dan hasil. Evaluasi input menentukan alternatif pendekatan, pelaksanaan rencana kegiatan, penyediaan sarana, penyediaan biaya efektif untuk penyiapan kebutuhan dan pencapaian tujuan. Pengambil keputusan dalam evaluasi input di dalamnya memilih penyusunan rencana, penulisan proposal, alokasi sumber daya, pengelolaan ketenagaan, jadwal   kegiatan,   tersusun   rapi   dalam   membantu   pengambil   keputusan berusaha menyiapkan  rencana dan  pembiayaan. Lebih  lanjut  Stufflebeam (2003:2) juga mengatakan :
Process evaluations assess the implementation of plans to helf staff carry out activities  and  later  help  the board  group of  users  judge program performance and interpret outcomes.   Product evaluations identify aned assess outcomes-intended and unintended,short term and long term-both to help a staff keep an enterprise focused on achieving important outcomes and ultimately to help the broader group of user gauge the effort’s success in meeting targeted needs.










Evaluasi process menilai pelaksanaan rencana untuk membantu staf melaksanakan kegiatan, kemudian membantu pengguna menilai kinerja program, dan mebuat penafsiran hasilnya. Evaluasi product mengidentifikasi dan menilai hasil baik jangka pendek dan jangka panjang untuk membantu staf untuk lebih fokus pada hasil penting dan hasil akhir serta mengukur penting dan hasil akhir serta mengukur keberhasilan upaya dalam memenuhi target yang ditetapkan.

B.     Penerapan CIPP Dalam Kegiatan Pesantren Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru

Ditinjau dari pelaksanaan suatu program, evaluasi model CIPP dapat dibedakan menjadi empat (4) jenis, yaitu:[1]

1.       konteks

Evaluasi komponen konteks yaitu mengidentifikasi target populasi dan menilai kebutuhan.[2] Menurut Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar  menyatakan bahwa Evaluasi Konteks adalah upaya untuk menggambarkan dan merinci lingkungan, kebutuhan yang tidak terpenuhi, populasi dan sampel yang dilayani, dan tujuan proyek.[3]

Kegiatan pesantren Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru tahun ajaran 2015/2016 dilaksanakan atas dasar;

a.       Firman Allah Swt, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar ketakwaan kepada-Nya dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan sebagai muslim.” (QS. Ali Imron: 108).

b.      Surat edaran bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru dan Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Banjarbaru Nomor 450/2743/Set dan Kd.1023/3/PP.01.1/1004/2016 tanggal 02 Juni 2016 tentang Kegiatan Keagamaan di bulan Ramadhan 1437 H, SMA PGRI 1 Banjarbaru melaksanakan kegiatan belajar pada Pesantren Ramadhan mulai hari Kamis, 09 Juni 2016 sd hari Sabtu, 11 Juni 2016 selama 3 hari untuk seluruh tingkat, dari kelas X dan XI semua jurusan.

c.       Mewujudkan tujuan pendidikan khususnya dalam hal keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha esa serta budi pekerti luhur, yang semula di sekolah-sekolah diupayakan melalui mata pelajaran Agama yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik pada semua jenjang pendidikan. Namun dewasa ini dirasakan bahwa mata pelajaran Agama disekolah masih kurang terutama jumlah jamnya yang sangat terbatas sehingga tujuan pendidikan agama di sekolah sulit untuk dicapai. Hal ini tercermin dari rendahnya prilaku hidup beragama antarsiswa dalam kehidupan sehari-hari. Untuk melengkapi kekurangan tersebut perlu diciptakan kegiatan sekolah dalam waktu tertentu di luar jam pelajaran, yang mengarah pada peningkatan keimanaan dan ketaqwaan serta berbudi pekerti luhur dalam bentuk aktualisasi pembiasaan hidup beragama. Kegiatan yang dimaksud adalah salah satunya melalui kegiatan pesantren Ramadhan.

Kegiatan ini mempunyai tujuan sebagai berikut;

1)      Tujuan Umum

Menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan pemahaman, penghayatan, serta pengamalan ajaran agama Islam di kalangan siswa sehingga menjadi warga negara yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara.

2)      Tujuan Khusus

a)      Mengubah sikap, menanamkan kesadaran serta menumbuhkan motivasi untuk memperdalam, memantapkan dan meningkatkan penghayatan ajaran agama Islam khususnya tentang keimanan, ibadah, dan akhlak baik di sekolah maupun di luar sekolah.

b)      Mendorong terwujudnya akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari serta memiliki kepribadian yang kokoh dan mampu menghadapi tantangan negatif, baik yang datang dari dalam diri siswa maupun dari luar.

c)      Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca, memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalam al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

2.       Input

Tahap kedua dari model CIPP adalah evaluasi input, atau evaluasi masukan. Komponen evaluasi masukan meliputi: 1) Sumber daya manusia, 2) Sarana dan peralatan pendukung, 3) Dana atau anggaran, dan 4) Berbagai prosedur dan aturan yang diperlukan[4].

                 Kegiatan pesantren Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru tahun ajaran 2015/2016 terdiri dari;

a.       Seluruh Siswa SMA PGRI 1 Banjarbaru yang berjumlah 265 orang, yaitu kelas X-1, 2, 3 dan 4. Dan kelas XI IPA-1, 2 dan XI IPS-1, 2.

b.      Seluruh dewan Guru SMA PGRI 1 Banjarbaru dan tenaga administrasi yang berjumlah 28 orang, termasuk di dalamnya 5 orang guru PAI.

c.       Sarana dan peralatan pendukung, diantaranya; gedung sekolah yang berjumlah 17, ditambah 1 Mushalla , dan 1 aula, untuk peralatan menggunakan sound system, LCD, dan lain-lain

d.       Dana atau anggaran diperoleh dari berbagai sumber, diantaranya; dari sekolah, dari siswa, dari komete, dan bantuan dana dari Diknas Banjarbaru (terlampir)

e.       Untuk bahan ajar yang digunakan adalah sumber utama  kitab al-Qur’an, dan sebagai buku penunjang atau tambahan adalah buku-buku fiqih, sejarah islam, dan lain-lain.

f.        Pengelompokan siswa dalam belajar al-Quran didasarkan pada tingkat kemampuannya dalam membaca al-Quran, masing-masing kelompok terdiri dari 9-11 orang siswa yang didampingi oleh satu orang guru pembimbing.

g.       Pembelajaran fiqih siswa masuk kelas sesuai dengan kelasnya masing-masing, dan guru masuk kelas sesuai jadwalnya.

3.       Proses

Evaluasi komponen Proses program digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan prosedur implementasi pada tata laksana kejadian dan aktifitas. Setiap aktifitas di monitor dan di catat perubahan-perubahan yang terjadi secara jujur dan cermat. Pentingnya pencatatan aktivitas keseharian sebagai pertimbangan pengambilan keputusan untuk menentukan tindak lanjut dan penyempurnaan program. Menurut Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar  menyatakan bahwa Evaluasi Proses diarahkan pada seberapa jauh kegiatan yang dilaksanakan di dalam program sudah terlaksana sesuai dengan rencana.[5]

Prosess kegiatan pesantren Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru tahun ajaran 2015/2016 dilaksanakan selama 3 hari, sebagai berikut;

a.       Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Adapun waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan ini adalah :

Tanggal : Kamis, 09 Juni 2016 sd hari sabtu, 11 Juni 2016.

Tempat : SMA PGRI 1 Banjarbaru



b.       Pelaksanaan kegiatan

Hari pertama

08. 00 – 08. 30 = Shalat dhuha

08. 30 – 09. 30 = Tausiah tentang bulan ramadhan

09. 30 – 10. 00 = Istirahat

10. 00 – 11. 00 = Tadarus al-qur’an

11. 00 – 11.30 = Istirahat

11. 30 – 12.30 = Materi fiqih di masing-masing kelas

12. 30 – 13.00 = Shalat zuhur dan pulang



Hari kedua

08. 00 – 08. 30 = Shalat dhuha

08. 30 – 09. 30 = Tausiah tentang bulan ramadhan

09. 30 – 10. 00 = Istirahat

10. 00 – 11. 00 = Tadarus al-qur’an

11. 00 – 11.30 = Istirahat

11. 30 – 12.30 = Materi fiqih di masing-masing kelas

12. 30 – 13.00 = Shalat zuhur dan pulang



Hari ketiga

08. 00 – 08. 30 = Shalat dhuha

08. 30 – 09. 30 = Tausiah tentang bulan ramadhan

09. 30 – 10. 00 = Istirahat

10. 00 – 11. 00 = Tadarus al-qur’an

11. 00 – 11.30 = Istirahat

11. 30 – 12.30 = Materi fiqih di masing-masing kelas

12. 30 – 13.00 = Shalat zuhur dan pulang

16.30 – 19. 00 = Buka puasa bersama seluruh peserta didik dan warga sekolah

Dari seluruh proses kegiatan pesantren Ramadhan selama 3 hari berjalan cukup lancar seperti yang terjadwal, namun ada beberapa hal yang terjadi dalam proses kegiatan, dianataranya;

3)      Siswa sebagian kecil ada yang terlambat pada jam pertama, disebabkan mereka tidur setelah shalat subuh, akibatnya ketika mereka masuk mushalla untuk shalat dhuha dan mendengarkan tausiah seringkali mengganggu konsentrsi guru dan murid yang sudah duluan berada disana.

4)      Dalam pembelajaran al-Quran atau tadarus al-Quran yang menjadi kendala adalah apabila guru pembimbing berhalangan datang, maka secara otomatis murid yang dibimbingannya akan di pindahkan ke guru yang lain, ini akan mengakibatkan kurang efektifnya pembelajaran, karena satu orang  guru yang seharusnya hanya membimbing 9-10 orang sekarang menjadi 18-20 orang siswa, ini melebihi kapasitas, karena idealnya setiap orang guru maksimal membimbing 9-10 orang saja.


4.       Produk/Output

Evaluasi produk adalah evaluasi yang dilakukan dalam mengukur keberhasilan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Keakuratan analisis data akan menjadi acuan dalam penarikan kesimpulan dan pengajuan saran apakah program diteruskan, dimodifikasi atau dihentikan.[6]

Pencapaian kegiatan pesantren Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru tahun ajaran 2015/2016 yaitu;

Mengacu kepada tujuan dilaksanakannya kegiatan Pesantren Ramadhan yang telah kami sampaikan dimuka, terlalu dini rasanya jika kami harus memberikan penilaian terhadap hasil kegiatan ini. Namun menurut pengamatan yang kami lakukan secara keseluruhan terhadap pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan ini berjalan dengan tertib dan baik, sehinga kami berasumsi baik terhadap hasilnya, yaitu perkembangan peserta didik dalam bidang agama. Namun demikian perlu kami jelaskan sebagi berikut;

Menurut analisis dan evaluasi terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik pada pesantren Ramadhan selama 3 hari terhadap tujuan yang telah ditetapkan, baik diperoleh melalui tes atau non tes menunjukan peningkatan yang signifikan, khususnya kemampuan anak dalam membaca dan memahami kandungan al-Quran, dibuktikan dengan nilai yang diberikan oleh guru masing-masing pembimbing yang  baik merata di seluruh kelompok, kecuali pada anak-anak yang sering tidak masuk.

Selama ini pihak sekolah atau panitia pelaksana mengadakan tes dan non tes untuk mengukur keberhasilan siswa selama pembelajaran. Untuk tes Seperti dalam pembelajaran al-Quran misalnya, semua guru di berikan kolom penilain, untuk menilai kemajuan siswa selama pembelajaran al-Qur’an setiap hari, baik kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik.

 Jadi kalau dilihat dari hasil sebelum pembelajaran pesantren ramadhan dan sesudahnya menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, karena panitia pelaksana sebelum membagi kelompok belajar al-Quran mengadakan tes terlebih dahulu untuk menentukan posisi kelompoknya, jadi kelopok belajar al-Quran didasarkan pada kemampuan anak, dengan katagori : 1)Sagat Lancar, 2)lancar, 3)kurang lancar, 3) tidak lancar. Minimal target setelah belajar meningkat dari yang kurang lancar, atau tidak lancar menjadi lancar, serta memahami isi kandungan al-Quran yang sudah dipelajari.

Untuk non tes setiap guru memantau kegiatan siswa dengan lembar observasi yang juga sudah dibagikan panitia tuk kriteria tertentu, agar fokos penilain seragam. 

Untuk tabel hasil penilain kognitif tidak bisa kami tampilkan di sini karena datanya sangat banyak mungkin nanti di belakang terlampir.




BAB III

PENUTUP

A.     SIMPULAN

1.      Pelaksanaan kegiatan pesantren Ramadhan di SMA PGRI 1 Banjarbaru tahun ajaran 2015/2016 secara keseluruhan berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan dan sangat bermanfaat bagi siswa  dalam pengamalan agamanya.

2.      Kegiatan ini bagi Siswa-siswi SMA PGRI 1 Banjarbaru adalah sebagai sarana pendidikan bernuansakan religius Islami yang tidak akan ditemui selain di bulan ramdhan.

3.      Kegiatan ini bagi Guru dan Kepala Sekolah adalah sebagai palatihan membimbing dan mengorganisasi siswa di luar lingkungan sekolah, dan mempererat hubungan silaturahmi dengan warga Masyarakat.

4.      Untuk masyarakat sekitar adalah sebagai sarana pendidikan dan silaturahmi dengan warga sekolah.



B.     SARAN-SARAN

Melihat ada sedikit kendala yang terjadi didalam proses maka kami sarankan sebagai berikut;

1.      Siswa yang terlambat pada jam pertama, diberi pengertian yang lebih intensif lagi agar tidak terulang di hari-hari berikutnya, atau diberi peringatan agar menjadi pelajaran bagi yang lain, karena kedisiplinan itu adalah kunci keberhasilan sebuah program.

2.      Menyiapkan guru cadangan yang siap mengganti apabila guru pembimbing berhalangan datang, khususnya guru yang membimbing kelompok belajar al-qur’an.

3.      Dan yang terakhir rekomendasi kami melanjutkan program dengan sedikit perbaikan, karena pelaksanaan program menunjukkan  bahwa segala sesuatu sudah berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan hasil yang bermanfaat.




DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, SuharsimiPenilaian Program Pendidikan, RajawaliPers, Jakarta, 1988.

…………………,  Dasar-DasarEvaluasiPendidikan, PT BumiAksara,  Jakarta,  2011

Daniel L Stufflebeam and Antony J Shinkfield, Sistematic Evaluation, A Self Instructional Guide to Theory and Practice, Boston, Kluwer Nijhoff Publissing, 1968.

Daryanto, EvaluasiP endidikan, RenekaCipta, Jakarta,  2010.

Dickson E George, Saxe W Richard . Pather for Educational Reform and ReveWALMc : Cutchen Publishing Corporation , 1973

Djuju Sudjana, Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah, Bandung, Remaja   Rosdakarya, 2006.

Eko Putro Widoyoko, Evaluasi Program Pembelajaran : Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2009

George F Madaus, Michael S Sriven dan Daniel L Stufflebeam, Evaluation Models,: Viewpoint on Educational and Human Services Educations, Boston: Kluwer-Nijhoff Publishing, 1983.

Kirkpatrick, D. L. 1998. Evaluating Training Programs: The Four Levels. San Francisco: Berrett-Koehler Publisher, Inc.Partner, C. 2009. Implementing the Kirkpatrick Evaluation Model Plus.

Madaus, Scriven dan Stufflebeam, Evaluation Models, Viewpoints on Educational and Human Services Evaluation, Boston, Kluwer-Nijhoff Publishing, 1993

Popham, W.J., Classroom Assesment, Boston, Allyn and Bacon, 1995.

Purwanto, M. Ngalim, Prinsip-PrinsipdanTeknikEvaluasiPengajaran, PT RemajaRosdakarya, Bandung 2010.

Sodijono, Anas, PengantarEvaluasiPendidikan, RajawaliPers, Jakarta, 2011.

Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar, Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoritis Praktis Bagi Praktisi Pendidikan, Jakarta, Bumi Aksara, 2007.

Sulistyorini, EvaluasiPendidikanDalamMeningkatkanMutuPendidikan, TERAS, Yogyakarta, 2009.

Thoha, M.Chabib,Teknik Evaluasi Pendidikan, PT.Raja Grfindo Persada, Jakarta, 2003.

.







[1]George F Madaus, Michael S Sriven dan Daniel L Stufflebeam, Evaluation Models,: Viewpoint on Educational and Human Services Educations (Boston: Kluwer-Nijhoff Publishing, 1983),p.128.
[2]Popham, W.J., Classroom Assesment, (Boston, Allyn and Bacon, 1995), p. 35.
[3]Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar, Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoritis Praktis Bagi Praktisi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), h. 29.
[4]Daniel L Stufflebeam and Antony J Shinkfield, Sistematic Evaluation, A Self Instructional Guide to Theory and Practice (Boston: Kluwer Nijhoff Publissing, 1968), pp. 169-170.
[5]Ibid, h.30.
[6]Sudjana,Op.Cit.,p. 56.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »