Evaluasi-Rahmi Hidayat


EVALUASI PROGRAM PENELITIAN RAMADHAN

( PESANTREN KILAT RAMADHAN )

DI SMK SYUHADA TEKNOLOGI BANJARMASIN







DAFTAR ISI



DAFTAR ISI              …………………………………………………………...i

BAB I  PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang      ………………………………………………….. 1

BAB II MODEL EVALUASI

A.    Model Evaluasi ……………………………………………………3

BAB III PENUTUP  

            A. Kesimpulan dan saran  ……………………………………………...9

LAMPIRAN-LAMPIRAN

























BAB I

PENDAHULUAN



A.    Latar Belakang

Pembelajaran PAI adalah jantungnya pendidikan di indonesia dan amat penting dalam mengembangkan kualitas manusia mendatang. Melalui pembelajaran PAI anak didik memahami dirinya, masyarakatnya, bangsanya dan menjadi warga negara yang beriman, bertakwa,  berakhlak mulia, produktif, serta kreatif. Pembinaan akhlak yang ditempuh islam adalah menggunakan cara atau sistem integrated yaitu sistem yang menggunakan berbagai sarana peribadatan dan lainnya secara simultan untuk diarahkan kepada pembinaan akhlak. Cara lain yang ditempuh dalam pembinaan akhlak adalah: pembinaan, keteladanan, dan bergaul dengan cara yang baik.

Kita sebagai pendidik dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan, khususnya dalam hal keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta budi pekerti luhur, khususnya di sekolah,diupayakan dicapai melalui mata pelajaran Agama yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik pada semua jenjang pendidikan. Hal ini karena agama merupakan landasan moral, etika, dan spiritual yang kuat untuk pembangunan bangsa. Namun saat ini kita rasakan bahwa mata pelajaran Agama di sekolah masih kurang, terutama jumlah jamnya yang sangat terbatas sehingga tujuan pendidikan agama di sekolah sulit untuk dicapai, sehingga dalam pembelajaran PAI ada hal yang perlu dilakukan evaluasi.

Contohnya kita bisa melihat bahwa dewasa ini rendahnya prilaku hidup beragama antar siswa dalam kehidupan sehari-hari. Untuk melengkapi kekurangan tersebut perlu diciptakan kegiatan sekolah dalam waktu tertentu di luar jam pelajaran yang mengarah pada peningkatan keimanaan dan ketaqwaan serta berbudi pekerti luhur dalam bentuk aktualisasi pembiasaan hidup beragama. Kegiatan yang dimaksud salah satunya melalui pesantren Kilat dibulan Ramadhan yang sering dilaksanakan disekolah – sekolah. Namun apa saja yang perlu di evaluasi dalam kegiatan tersebut? Disini penulis akan menyajikan beberapa hal yang mungkin akan membantu dalam penjelasan dari pertanyaan tersebut.





Pengertian Pesantren kilat Ramadhan

Pesantren kilat adalah tempat para santri belajar agama secara memadai dalam waktu yang tidak terlalu lama, yaitu jangka waktu tertentu secara terbatas. Lamanya kegiatan pesantren kilat berkisar antara satu minggu sampai dengan satu bulan. Adapun materi yng diajarkan dalam kegiatan pesantren kilat meliputi membaca Al-Qur’an, keimanan islam, Fiqih (ibadah), dan Ahklaq.

                                                                                                                                                                                                                                                                Beberapa nilai yang terkandung dalam kegiatan pesantren kilat, antara lain :

1)      Adanya suasana kebersamaan dan kesederhanaan;

2)      Adanya suasana kekerabatan dan kekeluargaan;

3)      Adanya peningkatan pengalaman, penghayatan, dan praktik dalam kehidupan sehari-hari.



                          Dengan adanya pelaksanaan  Pesantren kilat bagi siswa diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan siswa tentang ajaran agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. serta berakhlak mulia. memperdalam, memantapkan, dan meningkatkan penghayatan ajaran agama Islam khususnya tentang keimanan, ibadah, akhlak, dan Al Qur'an.









BAB II

MODEL EVALUASI



A.    Evaluasi kegiatan pesantren kilat Ramadhan

          Menurut pengamatan yang kami lakukan secara keseluruhan terhadap pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan 1432H ini berjalan dengan tertib dan baik, sehinga kami berasumsi baik terhadap hasilnya, yaitu perkembangan peserta didik dalam bidang agama.

        Sedangkan untuk Kendala yang kami rasakan selama kegiatan Pesantren Ramadhan 1432H ini diantaranya sebagai berikut :

1.       Lokasi tempat tingal sebagian siswa dengan pusat kegiatan Pesantren Ramadhan yang jauh, yang menyebabkan siswa yang rumahnya jauh dari pusat kegiatan sering tidak hadir.

2.       Keberadaan Guru Agama dan Pembimbing yang masih kurang.

3.       Minat siswa dalam menghadiri sangatlah sedikit.



            Melihat beberapa kendala - kendala maka kami mengantisifasinya dengan melakuka hal-hal dibawah ini :

1.      Melakukan pemanggilan dan pengertian kepada siswa yang sering bolos dengan alasan jauhnya jarak, dengan memberikan solusi kepada mereka supaya datang lebih awal, sebelum jam pelajaran dimulai. Dan memperbolehkannya pulang lebih awal dari yang lainnya dengan memperhitungkan waktu tempuh pulang sebelum magrib.

2.      Memberikan motivasi dan sanksi jika tidak berhadir







            Adapun mengenai metode pembelajaran yang digunakan dalam proses kegiatan Pesantren Kilat adalah sebagai berikut.

1)      Metode ceramah, yaitu menyajikan materi melalui penuturan dan penerapan lisan oleh guru kepada siswa

2)      Metode Tanya Jawab, dapat dikembangkan untuk menjalin komunikasi timbal balik antara siswa dengan pembimbing, serta mengurangi kesan adanya pemaksaan konsep materi dan siswa dapat menanyakan hal-hal yang belum jelas

3)      Metode diskusi, suatu cara menyampaikan materi melalui pengajuan suatu topik yang kemudian dibahas bersama-sama

4)      Metode cerita dianggap efektif untuk menawarkan nilai kebenaran dan keteladanan tokoh-tokoh Islam dan perjuangannya kepada peserta.





Evaluasi dari Materi

Dari materi Pesantren Kilat yang disampaikan di SMK SYUHADA TEKNOLOGI mencakup beberapa hal penting seperti materi tentang bagaimana Hubungan manusia dengan Allah (Hablum minallah), Hubungan manusia dengan manusia (hablum minannas), Hubungan manusia dengan dirinya sendiri dan Hubungan manusia dengan makhluk Allah lainnya dan lingkungan alam sekitarnya.







Secara Umum Materi Pesantren Kilat yang disampaikan di SMK Syuhada meliputi 6 hal, yaitu :

1.    Keimanan                   

2.    Ibadah            

3.    Ilmu Al-Qur’an                      

4.    Hadits

5.    Akhlak           

6.    Tarikh             

Dalam pemberian materi lebih ditekankan pada aspek pembentukan sikap dan perilaku (afektif dan psikomotor).

1.      Keimanan

Bahasan dan kegiatan yang mengarah pada keimanan antara lain:

a.    Rukun iman

1.               Iman kepada Allah

2.               Iman kepada malaikat

3.               Iman kepada rasul

4.               Iman kepada kitab

5.               Iman kepada hari akhir

6.               Iman kepada qodlo dan qodar

2.      Ibadah

Bahasan dan kegiatan yang berkaitan dengan ibadah antara lain :

a.            Rukun Islam

1.      Syahadat

2.      Sholat

3.      Puasa

4.      Zakat

5.      Haji



3.      Ilmu Al-Qur’an

Praktik membaca, menyalin, mengartikan, dan menghapal al-qur’an.

4.      Hadits

Membaca dan memahami hadits nabi saw.

5.      Akhlak

1.      Bimbingan akhlak kepada orang tua

2.      Bimbingan akhlak kepada kakak dan adik

3.      Bimbingan akhlak kepada teman

4.      Bimbingan akhlak kepada guru

5.      Bimbingan akhlak kepada tetangga

6.      Silaturahmi/ memupuk rasa persaudaraan

7.      Bimbingan cara berbicara yang baik

8.      Mengucapkan salam

9.      Bimbingan bersikap jujur, amanah, fathonah, dan tabligh.

6.      Tarikh

a.       Kisah Nabi Muhammad SAW.

b.      Kisah kehidupan khulafaurrosyidin



Waktu dan Tempat

            Waktu pelaksanaan Pesantren Kilat di SMK SYUHADA TEKNOLOGI dimulai pada hari Rabu tanggal 08 Juni sd jum'at 10 Juni 2016.



Dalam pelaksanaan kegiatan Pesantren Kilat di SMK SYUHADA digunakan beberapa pendekatan sebagai berikut :.

1)      Pendekatan secara kekeluargaan

2)      Pendekatan secara pengalaman, memberikan kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan praktik ajaran agama

3)      Pendekatan kebiasaan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamalkan ajaran agama

4)      Pendekatan emosional, memberikan kesempatan kepada peserta Pesantren Kilat untuk berperan menggunakan akalnya dalam memahami dan menerima kebenaran agama Islam, termasuk memahami hikmah dan fungsi ajaran agama.

BAB III

PENUTUP



A.    Kesimpulan

              Pesantren kilat adalah tempat para santri belajar agama secara memadai dalam waktu yang tidak terlalu lama, yaitu jangka waktu tertentu secara terbatas. Lamanya kegiatan pesantren kilat berkisar antara satu minggu sampai dengan satu bulan. Adapun materi yng diajarkan dalam kegiatan pesantren kilat meliputi membaca Al-Qur’an, keimanan islam, Fiqih (ibadah), dan Ahklaq.

Dengan adanya pelaksanaan  Pesantren kilat bagi siswa diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan siswa tentang ajaran agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. serta berakhlak mulia. memperdalam, memantapkan, dan meningkatkan penghayatan ajaran agama Islam khususnya tentang keimanan, ibadah, akhlak, dan Al Qur'an.

Pada penerapan program pesantren kilat yang secara umum telah berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan meskipun mendapatkan beberapa kendala dalam pelaksanaan program tersebut hanyalah sebuah dinamika keharusan yang dapat diterima dan harus disikapi dengan arif dan bijaksana. Hal tersebut semata-mata demi mencari perpaduan yang tepat dalam memecahkan masalah-masalah yang ditemui namun dari beberapa kendala tersebut dapat di atasi dengan baik dan semoga ini bisa menjadi evaluasi dalam kegaiatan selanjutnya sehingga kedepannya dapat berjalan dengan lebih baik lagi program pesantren kilat tersebut.









B.     Saran

Keberhasilan program pesantren kilat ini terjadi karena berkat dukungan dari beberapa pihak mulai dari lingkungan,anak-anak dan para orang tua yang memberikan arahan untuk anak-anaknya agar dapat mengikuti pesantren kilat ini yang diadakan pada bulan Suci Ramadhan. Orang tua merupakan faktor terpenting dalam pendidikan agama bagi anakanaknya karena pendidikan agama merupakan pondasi bagi kehidupannya di masa depan. Meskipun orang tua pada umumnya sibuk berladang tetapi setidaknya dapat memeberikan tanggung jawabnya dalam mendidik anak-anaknya agar menjadikan anak yang taat beragama.

              







































DAFTAR PUSTAKA



Armai Arif, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta : Ciputat pers, 2004), h.87.



Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, (Jakarta : Balai Pustaka, 2002), h.756.


Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta : Kalam Mulia, 2001),

          cet ke- 3, h.2.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »