TUGAS FINAL
EVALUASI
PROGRAM HAFALAN SURAH YASIN, SURAH AL-MULK, DAN SURAH AL-WAQI’AH SEBAGAI SYARAT KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN DI MTS AL-HAMID
BANJARMASIN 2016
BAB
I
PENDAHULUAN
Pada masa sekarang ini, umat
Islam terutama orang tua mulai menyadari
akan pentingnya sebuah pendidikan khususnya pendidikan agama. Pendidikan
merupakan aspek universal yang selalu dan harus ada dalam kehidupan manusia.Tanpa
pendidikan manusia tidak akan pernah mendapat kebudayaan, jika tanpa pendidikan kehidupan manusia tentu akan mengarah pada kehidupan statis tanpa
ada kemajuan, karena itu menjadi fakta yang tidak terbantahkan bahwa pendidikan
khususnya pendidikan agama adalah usaha untuk memperkuat iman dan ketakwaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa.[1] Sebagai orangtua berharap
kelak ketika putra-putrinya dewasa
dapat menjalankan perintah agama Islam dengan berbakti kepada kedua orang tua
dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Untuk memenuhi harapan dan keinginan orang tua tersebut,
maka muncullah berbagai macam lembaga pendidikan baik yang formal maupun
nonformal yang menawarkan pendidikan yang integral yang memadukan antara pendidikan
duniawi dengan nilai-nilai agama, misalnya menjamurnya TPQ (Taman Pendidikan
Al-Qur’an), sekolah-sekolah terpadu, Fullday School, dan lain sebagainya.
Sementara itu, madrasah-madrasah yang
secara kurikulum telah memadukan antara
pelajaran umum dan agama harus berusaha menjadi sebuah jawaban keinginan
orang tua akan pendidikan
putra-putrinya, tinggal bagaimana pihak madrasah tersebut dapat
meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan bagi siswa-siswinya.
Salah
satu misi MTS Al-Hamid adalah menumbuh kembangkan semangat berprestasi pada
seluruh warga sekolah, yang termasuk didalamnya adalah berprestasi di bidang
non akademik (kegiatan hafalan Surah Yasin,
Al-Mulk dan Waqi’ah). Sesuai dengan misinya MTS Al-Hamid
diharapkan mempunyai lulusan yang tidak hanya mempunyai prestasi di bidang
akademik saja tetapi juga di bidang non akademik dan juga membiasakan siswa
dengan suatu bentuk kegiatan keagamaan seperti menghafal Al-Qur’an (surah
Yasin, Al-Mulk, dan Waqi’ah), dapat membantu membentuk pribadi yang bermoral
dan berakhlakul karimah, yaitu dengan menerapkan sebuah program tambahan yaitu
program hafalan Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah dengan tujuan untuk
meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an dan juga sebagai syarat
kenaikan kelas dan kelulusan, walau pun sebenarnya di kurikulum madrasah sudah
ada mata pelajaran yang berhubungan dengan Al-Qur’an yaitu Al-Qur’an Hadits.
Di
MTS Al-Hamid belum pernah dilakukan evaluasi implementasi kegiatan hafalan Surah
Yasin, Al-Mulk dan Waqi'ah, sehingga belum diketahui program, implementasinya,
dan pengalaman terbaik yang bermanfaat untuk menjadi madrasah yang unggul dan
berprestasi.Padahal evaluasi itu penting untuk keberlangsungan program itu
sendiri. Berdasarkan wawancara dari salah satu guru menyatakan bahwa evaluasi
terhadap kegiatan hafalan Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah di MTS Al-Hamid belum
pernah dilaksanaka.
Oleh
karena itu berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk mengevaluasi lebih lanjut mengenai program
hafalan Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas dan
kelulusan di MTS Al-Hamid Banjarmasin yaitu dengan menggunakan model evaluasi CIPP
(Context, Input, Prosses, Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Model
Evaluasi
Evaluasi
merupakan proses yang menentukan kondisi, dimana suatu tujuan telah dicapai, definisi diatas menerangkan
secara langsung hubungan evaluasi
dengan tujuan suatu kegiatan yang
mengukur derajat, yang dimana sesuatu
dapat dicapai. Menurut pengertian bahasa kata evaluasi berasal dari bahasa
inggris“evaluation”yang berarti penilaian atau penaksiran. Sedangkanmenurut
pengertian istilah evaluasi merupakankegiatan yang terencana untuk mengikuti
keadaan sesuatu objek dengan menggunakan instrument dan hasilnya dibandingkan
dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan.[2]
Evaluasi
pendidikan mencakup dua sasaran pokok yaitu evaluasi makro (program) dan
evaluasi mikro (kelas). Secara umum, evaluasi terbagi dalam tiga tahap sesuai proses belajar mengajar
yakni dimulai dari evaluasi input,
evaluasi proses dan evaluasi output. Setiap jenis evaluasi memiliki fungsi yang berbeda satu dengan yang lain. Evaluasi
input mencakup fungsi kesiapan penempatan dan seleksi. Evaluasi proses mencakup
formatif, diagnostic dan monitoring, sedangkan evaluasi output mencakup sumatif.
Adapun kebijakan yang dapat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi suatu program,
keputusan yang diambil diantaranya: Menghentikan program, karena dipandang
program tersebut tidak ada manfaatnya
atau tidak dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan, Merevisi program,
karena ada bagian-bagian yang kurang sesuai dengan harapan. Melanjutkan
program, karena pelaksanaan program menunjukkan segala sesuatunya sudah
berjalan dengan harapan. Menyebarluaskan program, karena program tersebut sudah
berhasil dengan baik maka sangat baik jika dilaksanakan lagi di tempat waktu
yang lain.
B.
Pengertian
Evaluasi Model CIPP (Contexs, Input, Process, Product)
Model CIPP merupakan salah satu evaluasi program yang dapat
dikatakan cukup memadai. Model ini telah dikembangkan oleh Daniel L. Stufflebeam dkk (1967) diotuo
state university. CIPP merupakan akronim yang terdiri dari: contexs evaluation,
input evaluation, process evaluation, product evaluatioan. Setiap tipe evaluasi
terikat pada perangkat pengambilan keputusan yang menyangkut perencanaan dan
operasi sebuah program.[3]
CIPP
Evaluasi Model pada garis besarnya melayani empat macam keputusan:
a.
Perencanaan
keputusan yang memengaruhi pemilihan tujuan umum dan khusus.
b.
Keputusan
pembentukan atau structuring, yang kegiatannya mencakup pemastian stratetgi
optimal dan desain proses untuk mencapai tujuan yang telah diturunkan dari
keputusan perencanaan.
c.
Keputusan
implementasi, dimana pada keputusan ini para evaluator mengusahakan sarana
prasarana untuk menghasilkan dan meningkatkan pengambilan keputusan atau
eksekusi, rencana, metode dan strategi yang hendak dipilih.
d.
Keputusan
pemutaran (recycling) yang menentukan, jika suatu program itu diteruskan,
diteruskan dengan modifikasi dan atau diberhentikan secara total atas dasar
kriteria yang ada.
Berikut langkah-langkah
evaluasi program dengan menggunakan CIPP:
1. Evaluasi Konteks
Evaluasi kontek (contexs
evaluation), evaluasi ini menggambarkan secara jelas tentang tujuan program yang
akan dicapai. Secara singkat dapat dikatakan evaluasi kontek merupakan evaluasi
terhadap keadaan yang melingkupi proses pembelajaran. keadaan yang termasuk
kontek adalah yang berasal dari lingkungan yaitu kondisi actual dengan kondisi
yang diharapkan.[4]
Evaluasi konteks ditujukan untuk
menilai keadaan yang sedang dilakukan oleh
suatu lembaga pendidikan.
Jadi, evaluasi ini tidak mengharuskan
lembaga pendidikan mempunyai suatu kurikulum baru terlebih dahulu untuk
melakukan kegiatan evaluasi. Tujuan evaluasi kontek yang utama ialah untuk mengetahui
kekuatan dan kelemahan yang dimiliki evaluator. Dengan mengetahui kelemahan dan
kekuatan ini, evaluator dapat memberikan arah perbaikan yang diperlukan.
2. Evaluasi Input (masukan)
Evaluasi masukan (input
evaluation), evaluasi masukan membutuhkan evaluator yang memiliki pengetahuan
luas dan berbagai ketrampilan tentang berbagai kemungkinan sumber dan strategi
yang akan digunakan mencapai tujuan program. Pegetahuan tersebut bukan hanya
tentang evaluasi saja tapi dalam efektifitas program dan pengetahuan dalam
pengeluaran program yang akan dicapai. Dapat dikatakan evaluasi masukan
merupakan evaluasi sarana /modal / bahan dan rencana strategi yang ditetapkan
untuk mencapai tujuan- tujuan pendidikan tersebut.[5]
Evaluasi ini adalah penting
untuk pemberian pertimbangan terhadap keberhasilan pelaksanaan kurikulum.
Evaluasi masukan tidak hanya melihat apa yang ada dilingkungan lembaga tersebut
(baik material maupun personal) tetapi juga harus dapat memperkirakan
kemungkinan-kemungkinan yang akan dihadapi diwaktu mendatang ketika inovasi kurikululm diimplementasikan. Evaluator diharapkan
dapat menentukan tingkat pemanfaatan factor-faktor
yang diidentifikasi dalam pelaksanaan inovasi kurikulum.
3. Evaluasi proses
Evaluasi proceses (process
evaluation), suatu program yang baik tentu sudah dirancang mengenai kegiatan
dan kapan kegiatan tersebut sudah terlaksana. Tujuannya adalah membantu agar
lebih mudah mengetahui kelemahan program dari berbagai aspek untuk kemudian
dapat dengan mudah melakukan perbaikan didalam proses pelaksanaan program.
Dapat dikatakan evaluasi proses merupakan pelaksanaan strategi dan penggunaan
sarana / modal bahan dalam kegiatan nyata lapangan.[6]
Dalam pelaksanaannya, evaluasi
ini bertujuan memperbaiki keadaan yang ada. Evaluator diminta untuk menentukan
sampai sejauh mana rencana inovasi pelaksanaan yang dilaksanankan dilapangan
serta hambatan yang ditemui.
4. Evaluasi Produk (hasil)
Evaluasi hasil (product
evaluation), evaluasi hasil ini merupakan tahap terakhir yaitu evaluasi
terhadap berhasil tidaknya peserta mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[7] Fungsinya adalah membantu
penanggungjawab program dalam mengambil keputusan, memodifikasi atau
menghentikan program. Evalusi ini dilakukan oleh penilai didalam mengukur
keberhasilan pencapaian tujuan tersebut dikembangkan dan diadministrasikan.
Data yang dihasilkan akan sangat berguna bagi pengambil keputusan dalam
menentukan apakah program diteruskan, dihentikan atau dimodifikasi. Evaluasi
hasil memerlukan berbandingan antara tujuan yang ditetapkan dalam rancangan
dengan hasil program dicapai. Hasil yang dinilai dapat berupa skor tes, data
observasi dan diagram data, yang masing-maing dapat ditelusuri kaitannya dengan tujuan yang lebih rinci. Evaluasi
hasil didasarkan pada kategori hasil belajar.
C.
Analisis
Program hafalan Surah Yasin,
Al-Mulk dan Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan di MTS Al-Hamid Banjarmasin dievaluasi menggunakan model CIPP (Context,
Input, Process, Product). Pelaksanaan evaluasi program di awali dengan evaluasi
konteks untuk menggambarkan dan merinci lingkungan, sasaran program, kebutuhan
yang tidak terpenuhi, dan tujuan program.Selanjutnya adalah evaluasi masukan untuk
mengevaluasi strategi dalam melaksanakan program hafalan Surah Yasin, Al-Mulk
dan Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan. Tahapan selanjutnya adalah
evaluasi proses untuk mengevaluasi seberapa jauh kegiatan yang dilaksanakan di
dalam program sudah terlaksana sesuai dengan rencana dan terakhir adalah
evaluasi produk untuk mengukur keberhasilan dalam pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan.
1.
Evaluasi Konteks
Di dalam program hafalan Surah
Yasin, Al-Mulk dan Waqi'ah sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan ini komponen konteks meliputi
gambaran lingkungan program, sasaran program, kebutuhan yang tidak terpenuhi,
dan tujuan program. Sebagian besar
siswa MTS Al-Hamid Banjarmasin berasal dari daerah sekitar MTS Al-Hamid
Banjarmasin yang notabene hidup di lingkungan perkotaan. Secara umum kondisi
siswa MTS Al-Hamid Banjarmasin dapat dikatakan mempunyai intelektual dan
tingkat ekonomi yang sama, hanya saja kemampuan Baca Tulis Al-Qur‟an (BTA)
masih rendah.
Oleh karena itu, di MTS
Al-Hamid Banjarmasin perlu adanya upaya pembelajaran agama yang harus diikuti oleh semua siswa. Salah
satu upaya yang dilakukan adalah dengan program hafalan Surah Yasin, Al-Mulk
dan Waqi’ah yang dijadikan sebagai
syarat kenaikan kelas dan kelulusan.Di dalam program hafalan Surah
Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan ini komponen konteks meliputi tujuan dan
sasaran program.
Menghafal Surah Yasin, Al-Mulk
dan Waqi’ah merupakan materi yang belum
ada, tetapi materi ini sebenarnya berkaitan dalam pembelajaran Baca Tulis Al- Qur‟an
(BTA) yang ada di MTS Al-Hamid
Banjarmasin. Dengan kata lain, para siswa di MTS Al-Hamid dalam pembelajaran
Baca Tulis Al-Qur‟an (BTA) ada materi yang tambahan berisi hafalan Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi'ah.
Adapun kebijakan atau perturan
yang mendasari pada Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi’aha dalah kurikulum yang ada
di MTS Al-Hamid Banjarmasin dalam pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) salah
satu materinya adalah menghafal surah, di samping qiro’h, kitabah, dan
menghafalkan do’a. Jadi, bisa dikatakan bahwa menghafal surat Surah Yasin,
Al-Mulk dan Waqi’ah di MTS Al-Hamid Banjarmasin merupakan suatu keharusan,
karena sudah menjadi kurikulum muatan local yang sudah ditetapkan.
Sedangkan
tujuan penerapan program hafalan Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah sebagai syarat
kenaikan kelas dan kelulusan di MTS Al-Hamid Banjarmasin adalah sebagai berikut
:
1.
Memelihara dan mempertahankan kemampuan membaca Al-Qur’an pada Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah yang di
dapat dari bangku sekolah.
2.
Meningkatkan dan
memperdalam kemampuan membaca pada Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah dan
menghafalkannya.
3.
Untuk memberikan
ketrampilan keagamaan yang kaitannya dengan kemampuan membaca dan menghafal
Al-Qur‟an.
4.
Memberikan wadah
atau sarana untuk kegiatan yang positif bagi para siswa.
5.
Membina perilaku
agar para siswa mempunyai perilaku atau akhlak yang baik.
6.
Sebagai penguat
mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTA).
Adapun strategi yang digunakan
untuk mencapai tujuan tersebut,
masing-masing siswa diberi buku Panduan BacaTulis Al-Qur’an (BTA), di
mana buku panduan itu sangat membantu
siswa dalam upaya memenuhi target
penguasaan kompetensi ketrampilan keagamaan sebagai kekhasan kurikulum madrasah.
2.
Evaluasi Input
(masukan)
Tenaga
kependidikan (guru) merupakan hal yang mutlak diperlukan dan tidak bisa
ditawarlagi. Ketersediaan guru dalam sebuah lembaga pendidikan merupakan sebuah
penentu suksesnya proses pembelajaran di madrasah, termasuk suksesnya program
hafalan Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas dan
kelulusan di MTS Al-Hamid Banjarmasin.
Dari
data yang di peroleh dari Kabid kepegawaian di MTS Al-Hamid Banjarmasin bahwa
98 % tenaga guru di lembaga pendidikan ini adalah sarjana dari berbagai perguruan tinggi di Banjarmasin,
antara lain IAIN Antasari, UNLAM Banjarmasin, STIKIP PGRI Banjarmasin, UNISKA
Banjarmasin, dan STAI Jami Banjarmasin.
Selain
itu,sarana dan prasarana juga sangat dibutuhkan dalam rangka mencapai keberhasilan program hafalan Surah
Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan di MTS
Al-Hamid Banjarmasin. Dalam rangka menunjang keberhasilan program tersebut, MTS
Al-Hamid Banjarmasin mempunyai sarana prasarana sebagai berikut:
1.
Ruang Guru (1)
2.
Ruang Kelas (10)
3.
Ruang UKS (1)
4.
Ruang OSIS (1)
5.
Masjid dan
Musholla (1)
6.
Perpustakaan (1)
Adapun
jumlah murid di MTS Al-Hamid itu cukup banyak yaitu bejumlah sekitar 300 siswa
yang terdiri dari kelas VII 120 siswa, kelas VIII 90 siswa dan kelas IX 90
siswa.
Program
hafalan Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas dan
kelulusan di MTS Al-Hamid Banjarmasin merupakan program yang diterapkan sebagai
bagian dari komitmen madrasah untuk melaksanakan visi misi madrasah dengan
member bekal kompetensi keagamaan yang lebih baik dan terukur sebagai bagian dari
kurikulum kekhasan madrasah.
Fasilitas
merupakan hal pokok yang menunjang keberhasilal kegiatan hafalan siswa. Kesadaran tentang pemenuhan
sarana dan prasarana hafalan mutlak harus dilakukan. Hal ini dikarenakan
fasilitas merupakan faktor yang ikut andil dan menentukan keberhasilan hafalan
siswa
3.
Evaluasi proses
Pelaksanaan program hafalan Surah
Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan di MTS Al-Hamid Banjarmasin dilaksanakan
pada saat pembelajaran Baca Tulis Al-Qur‟an (BTA), maupun di luar jam
pembelajaran BTA. Adapun kegiatan program tersebut mencakup tiga hal, yaitu:
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian.
Perencanaan program hafalan Surah
Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan di MTS
Al-Hamid Banjarmasin yang dilaksanakan pada saat pembelajaran BTA dari segi
pelaksana, waktu dan metode mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan
ke dalam program semesteran, bulanan serta
mingguan. Sedangkan untuk pengampu pembelajaran BTA adalah guru yang memang
berkompeten dalam bidangnya.
Adapun
untuk jadwal waktu, target, dan metode perencanaan kegiatan program tersebut adalah sebagai berikut:
a.
Jadwal pelaksanaan
program hafalan Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas
dan kelulusan di MTS Al-Hamid Banjarmasin:
1)
Kegiatan tilawah
pagi yang dilaksanakan setiap hari, 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai.
2)
Kegiatan hafalan
dilaksanakan setiap jam pelajaran
b.
Target yang
diharapkan sebagai hasil kegiatan program tersebut adalah Siswa yang menyelesaikan belajar di MTS
Al-Hamid Banjarmasin dapat membaca
Al-Qur‟an dan menghapal Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi'ah dengan baik.
c.
Metode yang digunakan
dalam pelaksanaan program hafalan Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah sebagai
syarat kenaikan kelas dan kelulusan di MTS
Al-Hamid Banjarmasin adalah metode drill.
d.
Evaluasi
Evaluasi
atau penilaian menjadi bagian dari salah satu komponen sistem pembelajaran yang
ada di MTS Al-Hamid Banjarmasin yang tidak mungkin dihindari dalam setiap proses pembelajaran BTA. Dengan kegiatan evaluasi, orang dapat mengetahui hasil atau prestasi
yang telah dicapai oleh guru maupun siswa selama proses pembelajaran
berlangsung.
Berdasarkan
hasil penelitian diketahui bahwasanya pelaksanaan evaluasi program hafalan Surah Yasin, Al-Mulk dan
Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan di MTS Al-Hamid Banjarmasin
yang dilaksanakan pada saat pembelajaran BTA maupun di luar jam pembelajaran
BTA terdiri dari: Pertama, tes yang dilakukan pada saat pembelajaran BTA.
Kedua, tes yang dilaksanakan di luar jam pembelajaran BTA. Tes ini dilakukan oleh
seluruh guru mata pelajaran BTA yang mengampu masing-masing kelas. Guru
memiliki wewenang penuh untuk menaikkan atau meluluskan ke surah berikutnya bagi
siswa yang telah menguasai surah sebelumnya dengan baik dan benar, demikian
pula sebaliknya.
Sistemnya
adalah pada saat pembelajaran BTA, guru menugasi siswa untuk membaca kemudian menghafal ayat per
ayat atau surah dari buku Panduan Baca Tulis Al- Qur‟an (BTA), setelah siswa
mampu menghafal dengan baik dan benar, kemudian guru menugasi siswanya untuk
menulis ayat yang sudah mereka
hafalkan. Harapannya, selain siswa mampu untuk menghafal mereka juga
mampu untuk menulis ayat yang mereka hafalkan
dengan baik dan benar pula, setelah itu
guru memberikan penilaian terhadap hasil bacaan dan tulisan yang dilakukan oleh
siswa. Penilaian yang diberikan berupa keterangan atau simbol yang menyatakan
lanjut ke surah berikutnya atau harus mengulangi surah tersebut. Keterangan yang
diberikan dicatat dalam sebuah buku Pantauan Kemajuan Tahfidzul Qur’an yang
dimiliki oleh masing- masing siswa.
4.
Evaluasi Produk
(hasil)
Beradasarkan hasil dari
observasi dan wawancara serta melihat hasil dari program hafalan Surah Yasin, Al-Mulk dan
Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan di MTS Al-Hamid Banjarmasin
di atas, tingkat ketercapaian target hafalan surat Surah Yasin, Al-Mulk dan
Waqi’ah yang telah ditetapkan dan disepakati oleh semua pihak madrasah belum
mencapai100%. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya siswa yang belum menyelesaikan
hafalan mereka sesuai dengan target.
Dengan
demikian dapat diketahui bahwasanya hasil program hafalan Surah Yasin, Al-Mulk
dan Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan yang dilaksanakan di
MTS Al-Hamid Banjarmasin untuk Kelas VII, VIII, dan IX dari segi hafalannya
adalah baik. Untuk kategori baik, siswa telah dapat menghafal surat-surat pendek
pada Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah dengan baik dan benar sesuai dengan
kaidah ilmu tajwid. Akan tetapi, bimbingan-bimbingan lebih dari guru pengampu
mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an dan semua staf yang terlibat dalam program
juga sangat dibutuhkan.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan uraian pembahasan dan analisa data tentang evaluasi program hafalan Surah Yasin, Al-Mulk dan
Waqi'ah sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan di MTS Al-Hamid Banjarmasin, maka dapat
disimpulkan bahwa:
1.
Program hafalan Surah
Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan di MTS Al-Hamid Banjarmasin merupakan program
yang diterapkan sebagai bagian dari komitmen madrasah untuk melaksanakan visi
misi madrasah dengan memberi bekal kompetensi keagamaan yang lebih baik dan
terukur sebagai bagian dari kurikulum kekhasan madrasah.
2.
Pelaksanaan program
tersebut dilaksanakan setiap hari, Senin-Sabtu 15 menit sebelum pembelajaran dimulai dan pada
saat pembelajaran BTA dengan alokasi
waktu 2 jam pelajaran.
Sedangkan model pembelajaran ini
dilaksanakan secara individual dan klasikal.
B.
Saran
1.
Program hafalan Surah
Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah sebagai syarat kenaikan kelas dan kelulusan di
sekolah-sekolah selama ini belum banyak dilakukan. Padahal jika dikaji lebih
mendalam, program tersebut memiliki manfaat yang besar, baik bagi sekolah,
siswa maupun masyarakat.
2.
Agar lebih
berhasil dalam setiap evaluasi, sebaiknya selalu mengikuti pelajaran dengan baik. Untuk menunjang
penguasaan hafalan, siswa hendaknya
membaca dan menghafal Surah Yasin, Al-Mulk dan Waqi’ah setiap hari. Jadi, siswa
berlatih secara mandiri dan disiplin agar lebih lancar ketika menghafal.
3.
Hendaknya wali
murid senantiasa memberikan dukungan kepada anak mereka untuk meningkatkan
kemampuan dalam hal membaca dan
menghafal Al-Qur’an dengan memantau perkembangan mereka melalui laporan hasil prestasi belajar membaca,
tahfidz Al-Quran, dan bacaan amaliyah aswaja’.
4.
Hendaknya
ditambahkan dengan hafalan surah-surah pendek yang ada didalam juz ‘Amma atau
juz 30.
Daftar Pustaka
Djamas, Nurhayati, Dinamika Pendidikan Islam di
Indonesia Pasca
Kemerdekaan, 2009, Jakarta: Rajawali Pers.
Munir, Kurikulum Berbasis
Tekhnologi Informasi dan Komunikasi,2008
Bandung:
Alfabeta
Sudjana, Nana, Penelitian dan Penilaian Pendidikan, 1989, Bandung:
Sinar
Baru.
Suhrsimi Arikunto, Evaluasi Program Pendidikan, 2004 ,Jakarta: Bumi Aksara.
Yusuf, Farida , Evaluasi Program, 2000, Jakarta: Rineka Cipta.
Toha, Chabib, Tekhnik Evaluasi
Pendidikan, 2003, Jakarta:
Raja Grafindo
Persada.
[1] Nurhayati
Djamas, Dinamika Pendidikan Islam di Indonesia Pasca Kemerdekaan,
(Jakarta: Rajawali Pers, 2009), hlm. 130.
[2] Chabib Toha, Tekhnik
Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003), hlm.1
[3] Suharsimi
Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar, Evaluasi Program Pendidikan,
(Jakarta: Bumi Aksara, 2004), hlm.29
[4] Farida Yusuf
Tayibnapis, Evaluasi Program, (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), hlm.14
[5] Nana Sudjana, Penelitian
dan Penilaian Pendidikan,(Bandung: Sinar Baru, 1989), hlm.246
[6] Ibid…
246
[7] Munir, Kurikulum
Berbasis Tekhnologi Informasi dan Komunikasi,(Bandung: Alfabeta, 2008),
hlm.108