Evaluasi-Pauziah


TUGAS FINAL TEST

EVALUASI PENDIDIKAN









“EVALUASI PROGRAM MALAM BINA IMAN DAN TAKWA (MABIT) DI SMPIT NURUL FIKRI BANJARMASIN

TAHUN 2015 M/ 1436 H”







BAB I

PENDAHULUAN



A.               Latar Belakang

Anak-anak seringkali mengikuti setiap keteladanan dari sebuah ucapan serta tindakan. Keteladanan yang terus dibina sejak dini akan menumbuhkan perilaku yang nantinya akan melekat kepada siswa karena usia dini adalah usia dimana anak akan menyerap ilmu secara sempurna. Namun siswa juga mencerna berdasarkan pemahaman mereka untuk itu agar selalu diawasi agar pemahamannya terarahkan, adapun sifat keteladanan yang hendak di capai adalah sifat dalam memahami waktu dan dapat berteman dengan menurut ajaran Islam.

Kita sering diingatkan supaya sering berhati-hati dalam memilih kawan atau teman. Teman yang baik akan membawa kebaikan, sebaliknya yang jahat membawa kemudaratan. Persahabatan Nabi Muhammad SAW dengan Saidina Abu Bakar adalah ikatan persaudaraan yang perlu dicontoh oleh umat islam karena keduanya mempunyai akhlak mulia, sama haluan dalam perjuangan sehingga terjalin kasih saying diantara keduanya.

Dalam upaya memberikan keteladanan yang baik dan pengawasan perilaku anak, SMPIT Nurul Fikri Banjarmasin akan mengadakan“Malam Bina iman dan Taqwa” (MABIT). Program Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa) merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun. Dalam satu tahun ada dua kegiatan Mabit yang dilaksanakan di Sekolah tersebut..

Kegiatan Mabit ini sesuai dengan Visi dan Misi yayasan yang untuk membentuk insan Mandiri, Cerdas dan berakhlak mulia. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan evaluasi terhadap program Mabit agar dapat diketahui dan diukur keberhasilan dari kegiatan ini. Penulis menggunakan model  evaluasi  CIPP untuk menilai kegiatan Mabit ini.





B.           DASAR PEMIKIRAN

1.             QS. Az-Zukhruf : 67

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa

2.             Hadist Riwayat Ahmad dihasankan oleh al-Albani

“Jangan berteman, kecuali dengan orang mukmin, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa”



C.          PENYELENGGARA KEGIATAN

Kegiatan ini diselenggarakan oleh SMPIT Nurul Fikri Banjarmasin dengan sekretariat bertempat di Jl. Cempaka Raya Komp. Agraria II Gang 3 Perum Wijaya Lestari 1 Kel. Basirih Banjarmasin Barat  Kota Banjramasin. Telp. 0511-7064087.































BAB II

MODEL EVALUASI



A.           Model Evaluasi CIPP

Stufflebeam (1967) dikutip oleh Arikunto dan Jabar (2014: 41), mengatakan bahwa Istilah CIPP adalah singkatan dari Context, Inputs, Processes, and Products yang digunakan untuk mengevaluasi sebuah program. CIPP memberikan arahan kepada evaluator tentang bagaimana mempelajari tiap-tiap komponen dalam setiap program yang akan dievaluasi. Berikut langkah-langkah evaluasi program dengan menggunakan CIPP:

1.      Evaluasi konteks

Evaluasi konteks adalah upaya untuk menggambarkan dan merinci lingkungan, kebutuhan yang tidak terpenuhi, populasi dan sampel yang dilayani, dan tujuan proyek.

2.      Evaluasi masukan

Evaluasi masukan adalah kemampuan awal untuk mengetahui lebih dalam tentang populasi dan sampel dalam rangka melaksanakan program tersebut.

3.      Evaluasi proses

Di dalam evaluasi proses diarahkan pada seberapa jauh kegiatan yang dilaksanakan didalam program sudah terlaksanan sesuai rencana.

4.      Evaluasi produk atau hasil

     Evaluasi produk atau hasil diarahkan yang pada hal-hal yang meninjukkan perubahan yang terjadi masukan.



Menurut Mulyasa, (2002), komponen hasil pendidikan meliputi prestasi baik prestasi akademik maupun non akademik. Selanjutnya Kaufman & Thomas pada dasarnya evaluasi model CIPP berisikan tiga langkah utama, yaitu: penggambaran (delineating), pencapaian (obtaining), penyediaan informasi (providing). Penilaian model CIPP ini pada dasarnya berfungsi untuk membantu penanggung jawab program dalam mengambil keputusan yaitu meneruskan, memodifikasi, atau menghentikan program.



1.             Konteks

a.    Kebijakan Sekolah

Dalam upaya memberikan keteladanan yang baik dan pengawasan perilaku anak, SMPIT Nurul Fikri Banjarmasin mengadakan “Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) ”yang bertemakan “Aku Paham, Aku Laksanakan” diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat membina perilaku siswa melalui kepahlawan, kerjasama, keberanian serta tanggung jawab baik diri sendiri, maupun sesama teman.

b.   Peraturan

Barang yang harus dibawa pada saat Mabit, sebagai berikut :

1)      Al Qur’an.

2)      Perlengkapan mandi (sikat gigi, pasta gigi, sabun mandi, handuk).

3)      Perlengkapan tidur (selimut).

4)      Pakaian ganti (baju muslim), celana kain (boleh celana training. Tidak boleh celana jeans), Baju Kaos.

5)      Lotion Nyamuk

6)      Alat Tulis (Buku, Pulpen, dsb)

Barang yang boleh di bawa

1)      Sarung

2)      Lotion nyamuk

3)      Handuk

Barang yang tidak boleh dibawa

1)      Elektronik (HP, Senter, dll).

2)      Korek Api / Mancis.

3)      Snack & Makanan

c.    Keberhasilan Siswa

Dari beberapa kegiatan Mabit yang sudah dilaksanakan sekolah dan bekerjasama dengan pemateri yang didatangkan dari luar sekolah dapat disimpulkan kegiatan Mabit cukup berhasil menanamkan pentingnya shalat. Hal ini diketahui dari hasil wawancara penulis kepada salah satu guru di SMPIT Nurul Fikri Banjarmasin.





d.   Tujuan

1)        Memahamkan pentingnya shalat kepada siswa

2)        Memberi contoh amal yaumiyah yang baik kepada siswa

3)        Mendidik siswa agar disiplin waktu dimanapun dan kapanpun.

2.             Input

Dalam melaksanakan program kegiatan Mabit di SMPIT Nurul Fikri Banjarmasin memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di lingkungan sekolah. Dalam memilih pembina Mabit sekolah memilih guru kelas yang mampu untuk membina, akan tetapi juga mengambil pelatih dari luar untuk menambal kekurangan-kekurangan yang dimiliki guru di sekolah. Dari segi peserta yang mengikuti Mabit ini menunjukkan bahwa banyak siswa yang antusias mengikuti program Mabit. Acara Mabit ini ditujukan Seluruh siswa putra kelas 7 SMPIT Nurul Fikri Banjarmasin yang berjumlah 37 orang.

Melalui program ini siswa diharapkan dapat tertanam tentang pentingnya shalat, memberi contoh amal yaumiyah yang baik kepada siswa, mendidik siswa agar disiplin waktu dimanapun dan kapanpun Sarana prasarana yang tersedia untuk mendukung kegiatan Mabit dari segi Kuantitas memang sudah mencukupi dan dapat dikatakan sudah baik. Namun apabila dilihat dari segi kualitas masih kurang memadai. Menurut kepala sekolah kurangnya sarana prasarana pendukung dikarenakan keterbatasan dana yang dimiliki sekolah.

Dari hasil observasi pada lingkungan sekolah menunjukkan bahwa lingkungan sekolah sangat mendukung untuk terlaksananya kegiatan Mabit. Baik itu dilihat dari lingkungan fisik maupun lingkungan sosial disekitar sekolah. Komite sekolah, guru, dan orang tua siswa sangat mendukung kegiatan Mabit ini.



3.             Proses

1.      Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari                      : Jumat – Sabtu

Tanggal                : 12 – 13 September 2015

Pukul                    :19.00 – 08.00 WITA

Tempat                 : Area SMPIT Nurul Fikri Banjarmasin



2.      SUSUNAN ACARA

Waktu
Kegiatan
19.00 – 19.20
Penyambutan kedatangan siswa
19.20 – 20.00
·   Wudhu
·   Shalat Isya berjama’ah
·   Wirid
20.00 – 20.15
Tilawah
20.15 – 21.15
Materi 1 – Keutamaan Shalat
20.15 – 21.30
Snack
21.30 – 22.00
Games
22.00 – 22.20
Persiapan tidur (gosok gigi, wudhu, dll.)
22.20 – 22.30
Shalat witir
22.30 – 02.30
Istirahat
02.30 – 04.00
Jurit malam
04.00 – 04.10
Persiapan shalat qiyamullail
04.10 – 05.45
·    Shalat Qiyamullail
·    Shalat Subuh
·    Wirid & Al-ma’tsurat
05.45 – 06.30
Materi 2– AdabIslami
06.30 – 06.50
Sarapan
06.50 – 07.00
Persiapan pulang
07.00
Siswa pulang kerumah



4.             Produk

Dari hasil wawancara dengan salah satu guru di SMPIT Nurul Fikri Banjarmasin Mabit adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Jumlah siswa yang mengikuti Mabit berjumlah 37 orang yang semuanya laki-laki. Hasil yang dicapai dengan dilaksanakan Malam Bina Iman dan Takwa yakni aspek kognitif dan aspek psikomotik. Siswa dapat mengetahui keutamaan shalat dan dapat mengaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Artinya dengan pengetahuan yang mereka peroleh maka siswa dapat shalat tepat waktu dan tidak meninggalkan waktu shalatnya.

Dari hasil kegiatan Mabit yang telah dilakukan, para siswa cukup disiplin dalam melaksanakan shalat di sekolah. Para siswa kelas tujuh secara psikologis dapat diarahkan dan dibina oleh guru, orang tua dan masyarakat disekitanya. Selain itu harus ditunjang lingkungan yang baik dan kondusif.





















































BAB III

PENUTUP



Simpulan

            Dari hasil evaluasi terhadap kegiatan sekolah Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) di SMPIT Nurul Fikri Banjarmasin dapat disimpulkan kegiatan ini sudah berjalan dengan baik dilihat dari konteks, masukan proses dan hasil. Dari segi konteks sudah sesuai dengan visi dan misi yang sudah dikembangkan sekolah. Dalam penyusunan program juga sudah memberikan kesempatan kepada komite sekolah dan juga masyarakat (wali murid). Akan tetapi peran wali murid dalam program ini masih kurang. Dari segi masukan sekolah sudah berusaha untuk memberdayakan semua sumber daya manusia yang ada di sekitar sekolah baik guru maupun pelatih. Siswa juga sangat antusias untuk mengikuti kegiatan Mabit. Namun kualitas dari sarana prasarana pendukung perlu diperbaiki. Dari segi proses pelaksanaan Mabit sudah sesuai dengan program yang disusun dalam perencanaan. Namun partisipasi wali murid perlu untuk ditingkatkan lagi, tidak hanya memberikan izin pada anaknya untuk mengikuti kegiatan ini namun juga dukungan secara finansial bagi siswa. Hasil yang dicapai dalam implementasi shalat sudah baik dilihat dari disiplin siswa dalam melaksanakan perintah agama ini. Namun perlu adanya peningkatan untuk bisa mempertahankan maupun untuk meningkatkan semangat/ghirah keagamaan siswa. Prospek keberlanjutan program ini sangat layak untuk dilanjutkan. Namun perlu adannya pembenahan di semua bidang untuk mencapai hasil yang lebih baik dan dapat diteruskan untuk tahun berikutnya.

Saran

Peserta Mabit diharapkan bukan berlaku untuk siswa, namun mencakup siswi yang ada di SMPIT Nurul Fikri Banjarmasin. Hal ini dikarenakan perintah shalat adalah amal yang utama yang akan dimintai pertanggungjawaban dan ditujukan untuk seluruh kaum Muslimin dan Muslimat.



DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S dan Abdul Jabar, C.S. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2014.

                                            , Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2008.

                                            ,Evaluasi Program Pendidikan: Pedoman Teoritis dan Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.  

Balitbang, Panduan Pengembangan Diri. Jakarta : pusat kurikulum, Depdiknas, 2006.

Daryanto. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »