Evaluasi-Fachmyli Annor


TUGAS FINAL TES

MATA KULIAH EVALUASI PENDIDIKAN





EVALUASI PROGRAM BELAJAR MENGAJI “IQRA” DAN ALQURAN

DI SMP MUHAMMADIYAH 4 BANJARMASIN

TAHUN AJARAN 2015/2016













Oleh:

Muhammad Fachmyli Annor (NIM: 1502521486)











DOSEN PENGASUH:

Dr. Dina Hermina, M.Pd


EVALUASI PROGRAM BELAJAR MENGAJI “IQRA” DAN ALQURAN

DI SMP MUHAMMADIYAH 4 BANJARMASIN

TAHUN AJARAN 2015/2016



I.         Pendahuluan

Evaluasi merupakan terjemahan dari kata bahasa Inggris, evaluation. Menurut pengertian umum, ”program” dapat diartikan sebagai ”rencana”. Sebuah program bukanlah hanya kegiatan tunggal yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat, tetapi merupakan kegiatan yang berkesinambungan karena melaksanakan suatu kebijakan. Evaluasi program adalah langkah awal dalam supervisi, yaitu mengumpulkan data yang tepat agar dapat dilanjutkan dengan pemberian pembinaan yang tepat pula. Evaluasi program itu sangat bermanfaat terutama bagi pengambil keputusan, karena dengan masukan hasil evaluasi program itulah para pengambil keputusan akan menentukan tindak lanjut dari program yang sedang atau telah dilaksanakan, ada beberapa tindak lanjutnya (kebijakan), seperti:

1.    Menghentikan program, karena dipandang bahwa program tersebut tidak ada manfaatnya, atau tidak dapat terlaksana sebagaimana diharapkan.

2.    Merevisi program, karena ada bagian-bagian yang kurang sesuai dengan harapan (terdapat kesalahan tetapi hanya sedikit).

3.    Melanjutkan program, karena pelaksanaan program menunjukkan bahwa segala sesuatu sudah berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan hasil yang bermanfaat.

4.    Menyebarluaskan program (melaksanakan program di tempat-tempat lain atau mengulangi program di lain waktu), karena program tersebut berhasil dengan baik, maka sangat baik jika dilaksanakan lagi di tempat dan waktu yang lain.

Berdasarkan beberapa kemungkinan kebijakan yang dapat diambil di atas, terlihat bahwa wujud dari hasil evaluasi program adalah sebuah rekomendasi dari evaluator untuk pengambil keputusan (decision maker).

Adapun program yang ingin dievaluasi pada kali ini adalah Kegiatan Mengaji ”Iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin tahun ajaran 2015/2016, yang telah dilaksanakan selama 7 (tahun) ajaran, mulai dari tahun ajaran 2008/2009 sampai dengan tahun ajaran 2014/2015. Alasan mengapa program ini perlu dievaluasi adalah karena selama lima tahun ini belum ada evaluasi program yang dilakukan secara menyeluruh terhadap program tersebut. Sehingga, program tersebut tidak terukur keberhasilannya. Oleh karena itu, akan dilakukan evaluasi program terhadap kegiatan tersebut.



Program ini adalah program pembelajaran tambahan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah terhadap kurikulum pembelajaran yang sudah ditetapkan oleh Kemendiknas Pusat. Pada pelaksanaannya program ini dilaksanakan di luar jam sekolah yang sudah ditetapkan oleh kurikulum pemerintah. Pelaksanaan program ini adalah untuk memperbaiki kualitas keterampilan membaca Alquran yang dimiliki oleh siswa SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin. Program ini dilaksanakan dengan latar belakang rendahnya kemampuan keterampilan baca Alquran anak didik yang masuk ke sekolah tersebut. Tujuan program ini adalah memperbaiki keterampilan membaca Alquran anak didik yang masuk ke sekolah tersebut, sehingga dengan kemampuan baca Alquran yang baik ini, anak didik akan lebih mudah mempelajari ilmu-ilmu keislaman yang akan diajarkan di sekolah tersebut, seperti mata pelajaran Al Islam, Bahasa Arab, Baca Tulis Alquran dan Kemuhammadiyahan. Selain tujuan di atas, ada tujuan lain yang menjadi alasan program ini dilaksanakan, yaitu untuk kepentingan promosi sekolah. Dari perjalanan program ini, panitia promosi sekolah selalu mendapatkan sambutan yang positif dari pihak orangtua siswa disaat penjelasan program ini. Hal ini dikarenakan, pada saat program ini dipaparkan, tergambar bahwa sekolah ini berbeda dengan sekolah yang lainnya, dan terlihat adanya perhatian lebih pihak sekolah terhadap perkembangan kualitas keislaman pada anak didiknya.

Adapun gambaran program kegiatan mengaji “iqra” ini adalah sebagai berikut:

1.      Kegiatan dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu, pada pukul 07.00 s.d 07.45.

2.      Kegiatan yang dilaksanakan adalah pembelajaran Alquran dengan menggunakan metode “Iqra” bagi siswa yang tergolong tidak bisa/belum lancar membaca Alquran.

3.      Pembelajaran dibina oleh seorang ustadz/ustadzah dengan anak didik maksimal 15 orang perkelompoknya.

4.      Pengelompokkan dilakukan dengan pertimbangan tingkat kemampuan awal yang dimiliki siswa, misalnya kemampuan dasar/rendah, kemampuan sedang, kemampuan baik, serta kemampuan sangat baik.

5.      Selain pembelajaran membaca Alquran ada pembelajaran tambahan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, yaitu: pembelajaran ilmu tajwid dan kegiatan menghafal Alquran, dengan tujuan menambah wawasan anak didik dalam ilmu tajwid dan menambah hafalan Alquran anak didik.





Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah jadwal pembelajaran yang dilaksanakan setiap minggunya:

NO

HARI BELAJAR
WAKTU
BELAJAR
MINGGU KE I
MINGGU
KE II
MINGGU
KE III
MINGGU
KE IV

1

SELASA


07.15 – 07.45

belajar
Iqro /Alquran


belajar 
Iqro /Alquran

belajar
Iqro /Alquran

belajar
Iqro /Alquran

2

RABU


07.15 – 07.45

belajar
Iqro /Alquran


belajar
Iqro /Alquran

belajar
 Iqro /Alquran

belajar
Iqro /Alquran

3

KAMIS


07.15 – 07.45

belajar
Iqro /Alquran


belajar
Iqro /Alquran

belajar
Iqro /Alquran

belajar
Iqro /Alquran

4

SABTU


07.15 – 07.45

belajar
tajwid


menghafal ayat-ayat
Alquran

belajar
tajwid

menghafal ayat-ayat
Alquran



Program yang dievaluasi kali ini termasuk ”program pemrosesan”, yaitu program yang kegiatan pokoknya mengubah bahan mentah (input) menjadi bahan jadi sebagai hasil pokok atau keluaran (output). Kemudian, model evaluasi yang akan digunakan adalah CSE-UCLA Evaluation Model. Model ini terdiri dari dua singkatan, yaitu CSE dan UCLA yang merupakan singkatan dari Center for the Study of Evaluation, sedangkan UCLA merupakan singkatan dari University of California in Los Angeles. Ciri dari model CSE-UCLA adalah adanya lima tahap yang dilakukan dalam evaluasi, yaitu perencanaan, pengembangan, implementasi, hasil, dan dampak. Fernandes (1984) memberikan penjelasan tentang model CSE-UCLA menjadi empat tahap, yaitu (1) needs assessment, (2) program planning, (3) formative evaluation, dan (4) summative evaluation. Dari beberapa tahapan model CSE-UCLA ini, maka evaluator dapat mengevaluasi program Kegiatan Mengaji ”Iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin tahun ajaran 2015/2016 yang merupakan program pemrosesan.



II.      Tujuan Kegiatan

1.      Tujuan Umum:

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengumpulkan informasi yang terkait dengan keterlaksanaan program kegiatan mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin tahun ajaran 2015/2016.

2.      Tujuan Khusus:

Bertitik tolak dari tujuan umum tersebut, maka tujuan khusus dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa (i) SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin kelas VII, VIII, dan IX, dalam hal membaca Alquran. Adapun tujuan khusus berdasarkan komponen-komponen yang menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran proses dan pencapaian tujuan adalah sebagai berikut:

a.    Untuk mengetahui apakah dalam pembelajaran mengaji “iqra” ini siswa sudah belajar secara efektif tertuju pada pencapaian prestasi belajar secara maksimal.

b.    Untuk mengumpulkan informasi tentang kinerja pengajar (ustadz/ustadzah) dalam pembelajaran mengaji “iqra”ini, apakah pengajar (ustadz/ustadzah) sudah berperan aktif sebagai pengarah, pengajar, motivator, dan pembimbing anak didik secara maksimal.

c.    Untuk mengetahui melalui pencermatan terhadap materi yang disampaikan dalam pembelajaran mengaji “iqra” ini, apakah sudah mengacu pada kurikulum, dan dipilih sedemikian rupa sehingga merupakan objek yang tepat dipelajari oleh siswa.

d.    Untuk memperoleh informasi secara rinci mengenai hal-hal yang dalam pelaksanaan pembelajaran mengaji “iqra” sudah didukung oleh sarana penunjang yang tepat, mencukupi, dan tersedia ketika akan digunakan.

e.    Untuk mengetahui melalui merasakan sendiri apakah pembelajaran mengaji “iqra” ini guru sudah melakukan pengelolaan kelas secara benar, baik penataan fisik maupun pengaturan tempat duduk anak didik, sehingga dimungkinkan adanya situasi pembelajaran yang kondusif dan interaksi yang efektif.

f.     Untuk mengumpulkan informasi tentang lingkungan ketika siswa belajar, apakah sudah sedemikian nyaman sehingga mendukung ketentraman dan kelancaran siswa dalam belajar.



III.   Pertanyaan Evaluasi

Berdasarkan tujuan umum dan tujuan khusus yang telah dipaparkan sebelumnya, maka pertanyaaan evaluasi yang akan dijawab pada evaluasi program kegiatan mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin tahun ajaran 2015/2016 adalah sebagai berikut:

1.    Bagaimana pelaksanaan program kegiatan mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin tahun ajaran 2015/2016?

2.    Apakah dalam pembelajaran mengaji “iqra” ini siswa sudah belajar secara efektif tertuju pada pencapaian prestasi belajar secara maksimal?

3.    Apakah pengajar (ustadz/ustadzah) sudah berperan aktif sebagai pengarah, pengajar, motivator, dan pembimbing anak didik secara maksimal, berdasarkan informasi tentang kinerja pengajar (ustadz/ustadzah) dalam pembelajaran mengaji “iqra”ini?

4.    Apakah materi yang disampaikan dalam pembelajaran mengaji “iqra” ini sudah mengacu pada kurikulum, dan dipilih sedemikian rupa sehingga merupakan objek yang tepat dipelajari oleh siswa?

5.    Apakah pelaksanaan pembelajaran mengaji “iqra” sudah didukung oleh sarana penunjang yang tepat, mencukupi, dan tersedia ketika akan digunakan?

6.    Apakah pembelajaran mengaji “iqra” ini guru sudah melakukan pengelolaan kelas secara benar, baik penataan fisik maupun pengaturan tempat duduk anak didik, sehingga dimungkinkan adanya situasi pembelajaran yang kondusif dan interaksi yang efektif?

7.    Apakah lingkungan ketika siswa belajar sudah sedemikian nyaman sehingga mendukung ketentraman dan kelancaran siswa dalam belajar?



IV.   Model Evaluasi

Berdasarkan pemaparan pada bagian pendahuluan, sudah digambarkan bahwa program yang dievaluasi kali ini termasuk ”program pemrosesan”, yaitu program yang kegiatan pokoknya mengubah bahan mentah (input) menjadi bahan jadi sebagai hasil pokok atau keluaran (output).

Untuk melakukan evaluasi program ini, model evaluasi yang akan digunakan adalah CSE-UCLA Evaluation Model. Adapun penjelasan lebih lanjut terkait model evaluasi ini adalah sebagai berikut:

1.    CSE Model: Needs Assesment

Dalam tahap ini evaluator memusatkan perhatian pada penentuan masalah. Pertanyaan yang diajukan:

a.       Hal-hal apakah yang perlu dipertimbangkan sehubungan dengan keberadaan program?

b.      Kebutuhan apakah yang terpenuhi sehubungan dengan adanya pelaksanaan program ini?

c.       Tujuan jangka panjang apakah yang dapat dicapai melalui program ini?

2.    CSE Model: Program Planning

Dalam tahap kedua dari CSE model ini evaluator mengumpulkan data yang terkait langsung dengan pembelajaran dan mengarah pada pemenuhan kebutuhan yang telah diidentifikasi pada tahap kesatu. Dalam tahap perencanaan ini program PBM dievaluasi dengan cermat untuk mengetahui apakah rencana pembelajaran telah disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan. Evaluasi tahap ini tidak lepas dari tujuan yang telah dirumuskan.

3.    CSE Model: Formative Evaluation

Dalam tahap ketiga ini evaluator memusatkan perhatian pada keterlaksanaan program. Dengan demikian, evaluator diharapkan betul-betul terlibat dalam program karena harus mengumpulkan data dan berbagai informasi dari pengembang program.

4.    CSE Model: Summative Evaluation

Dalam tahap keempat ini, yaitu evaluasi sumatif, para evaluator diharapkan dapat mengumpulkan semua data tentang hasil dan dampak dari program. Melalui evaluasi sumatif ini, diharapkan dapat diketahui apakah tujuan yang dirumuskan untuk program sudah tercapai, dan jika belum dicari bagian mana yang belum dan apa penyebabnya.

Berdasarkan tujuan khusus dan tujuan umum yang telah ditentukan di pembahasan sebelumnya, maka berdasarkan tahapan model CSE ini maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan sehubungan dengan keberadaan program kegiatan mengaji “iqra” ini adalah keterlaksanaan pembelajaran mengaji “iqra” terkait keefektifan pembelajaran yang tertuju pada pencapaian prestasi belajar secara maksimal. Dengan komponen-komponennya sebagai berikut:

1.    Pencapaian prestasi belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin, dengan subkomponennya adalah sebagai berikut:

a.       Kerajinan, dengan indikatornya:

1)      Selalu masuk sekolah

2)      Selalu mengerjakan tugas

b.      Kedisiplinan, dengan indikatornya:

1)      Selalu datang tepat waktu

2)      Menyerahkan tugas tepat waktu

c.       Prestasi belajar, dengan indikatornya :

1)      Nilai formatifnya mencapai atau melampaui nilai ketuntasan

2)      Nilai sumatifnya mencapai atau melampaui nilai ketuntasan

2.    Peran aktif pengajar (ustadz/ustadzah) sebagai pengarah, pengajar, motivator, dan pembimbing anak didik, melalui kinerja pengajar dalam pembelajaran, dengan subkomponennya adalah sebagai berikut:

a.       Kerajinan, dengan indikatornya:

1)      Selalu masuk sekolah

2)      Selalu mengajar saat di sekolah



b.      Kedisiplinan, dengan indikatornya:

1)      Selalu datang tepat waktu

2)      Selalu mengajar sesuai alokasi waktu

c.       Keterampilan mengajar, dengan indikatornya:

1)      Selalu mengajar dengan teknik mengajar yang tepat

2)      Selalu mengelola kelas dengan baik

d.      Penguasaan materi, dengan  indikatornya:

1)      Selalu mengajar dengan materi yang benar

2)      Selalu memaparkan materi dengan mudah dipahami anak didik

3.    Pemilihan materi yang disampaikan oleh pengajar dalam pembelajaran mengaji “iqra”, terkait penggunaan kurikulum sebagai acuan dan ketepatannya dalam pembelajaran anak didik, dengan subkomponennya adalah kesesuaian materi ajar dengan kurikulum, adapun indikatornya adalah sebagai berikut:

a.    Materi ajar berdasarkan buku panduan yang disediakan oleh sekolah

b.    Materi ajar diajarkan sesuai tingkatan kemampuan siswa

4.    Dukungan sarana penunjang yang tepat, mencukupi, dan tersedia ketika akan digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran mengaji “iqra”, seperti papan tulis, spidol, meja belajar, buku “iqra” atau Alquran, dan ruangan yang memadai.

5.    Pengelolaan kelas oleh pengajar dalam pembelajaran mengaji “iqra” terkait penataan fisik maupun pengaturan tempat duduk anak didik, sehingga dimungkinkan adanya situasi pembelajaran yang kondusif dan interaksi yang efektif.

6.    Kondisi lingkungan ketika siswa belajar terkait rasa nyaman sehingga mendukung ketentraman dan kelancaran siswa dalam belajar, seperti ketenangan dan udara yang sejuk saat belajar.

Kemudian, kebutuhan yang terpenuhi sehubungan dengan adanya pelaksanaan program kegiatan mengaji “iqra” ini adalah sebagai berikut:

1.    Kebutuhan siswa (i) SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin secara keseluruhan, karena dengan adanya program ini siswa (i) akan terampil membaca Alquran yang merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi sebagai seorang Muslim.

2.    Kebutuhan orangtua siswa (i) SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin secara keseluruhan, karena dengan adanya program ini dapat membantu tugas orangtua dalam membina keberislaman anaknya yang bersekolah di sekolah ini.

3.    Kebutuhan sekolah akan anak didik yang terampil membaca, sehingga dengan kemampuan baca Alquran yang baik ini, anak didik akan lebih mudah mempelajari ilmu-ilmu keislaman yang akan diajarkan di sekolah tersebut, seperti mata pelajaran Al Islam, Bahasa Arab, Baca Tulis Alquran dan Kemuhammadiyahan.

4.    Kebutuhan promosi sekolah, yang menunjukkan adanya keunikan dari sekolah ini dibandingkan dengan sekolah yang lain, di mana ilmu keislaman lebih diperhatikan dibandingkan di sekolah-sekolah yang lain.

Adapun tujuan jangka panjang yang dapat dicapai melalui program kegiatan mengaji ”iqra” ini adalah sebagai berikut :

1.    Dapat melahirkan anak-anak yang terampil membaca Alquran sehingga dapat menjaga kemuliaan Islam di masa mendatang dengan ajaran Alquran yang dipelajarinya.

2.    Membangun suasana keislaman di sekolah, di rumah dan di lingkungan sekitar tempat tinggal anak didik, karena keterampilan baca Alquran sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

3.    Menumbuhkan kecintaan kepada ajaran Islam, sehingga anak didik semangat menuntut ilmu keislaman, yang akhirnya akan melahirkan anak didik yang memiliki kepribadian Islam yang mampu memberikan manfaat bagi dirinya, orang lain dan alam sekitar.



V.      Metode Evaluasi

1.         Responden dan Sumber Data

Berdasarkan beberapa indikator yang disebutkan pada pembahasan sebelumnya, maka yang menjadi responden dan sumber data dari evaluasi program kali ini adalah sebagai berikut:

a.    Siswa (i) SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin kelas VII, VIII, dan IX tahun ajaran 2015/2016.

b.    Pengajar (ustadz/ustadzah) kegiatan mengaji “iqra” tahun ajaran 2015/2016.

c.    Kepala SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin.

d.    Kondisi lingkungan belajar mengaji “iqra” dan lingkungan SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin.

e.    Dokumentasi kegiatan mengaji “iqra” tahun ajaran 2015/2016.

2.         Metode Pengumpulan Data

Berdasarkan responden dan sumber data yang telah dipaparkan sebelumnya, maka metode pengumpulan data yang digunakan dalam evaluasi program kali ini adalah sebagai berikut:



a.    Sumber data yang berupa person (manusia), maka metode pengumpulan data yang digunakan adalah:

1)      Wawancara

2)      Angket

3)      Pengamatan/observasi untuk mengamati keadaan fisik dan gerakan

b.    Sumber data yang berupa place (tempat), maka metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan/observasi untuk mengamati objek diam dan bergerak.

c.    Sumber data yang berupa paper (kertas), maka metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi.



3.         Instrumen Pengumpul Data

Berdasarkan dari metode pengumpulan data yang telah dijelaskan sebelumnya maka instrumen yang digunakan adalah sebagai berikut:

a.       Untuk mengetahui kerajinan siswa dalam kegiatan pembelajaran mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin, dengan indikatornya:

1)      Selalu masuk sekolah, instrumennya menggunakan absensi siswa dan observasi langsung oleh evaluator.

2)      Selalu mengerjakan tugas, instrumennya adalah penugasan siswa oleh pengajar, yang kemudian dikumpul dan dinilai oleh pengajar yang bersangkutan. Untuk mengamati hal ini, evaluator menggunakan instrument dokumentasi dan observasi secara langsung.

b.      Untuk mengetahui kedisiplinan siswa dalam kegiatan pembelajaran mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin, dengan indikatornya:

1)      Selalu datang tepat waktu, instrumennya melalui absensi siswa dan observasi langsung.

2)      Menyerahkan tugas tepat waktu, instrumennya melalui dokumentasi dan observasi langsung.

c.       Untuk mengetahui prestasi belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin, dengan indikatornya nilai formatif dan sumatifnya mencapai atau melampaui nilai ketuntasan, instrumen yang digunakan adalah melalui dokumentasi nilai yang telah diperoleh siswa saat mengikuti evaluasi formatif maupun evaluasi sumatif.

d.      Untuk mengetahui kerajinan pengajar (ustadz/ustadzah) sebagai pengarah, pengajar, motivator, dan pembimbing anak didik, melalui kinerja pengajar dalam pembelajaran, dengan indikatornya:

1)      Selalu masuk sekolah, instrumen yang digunakan adalah absensi pengajar dan observasi langsung.

2)      Selalu mengajar saat di sekolah, instrumen yang digunakan adalah absensi pengajar dan observasi langsung.

e.       Untuk mengetahui kedisiplinan pengajar (ustadz/ustadzah) sebagai pengarah, pengajar, motivator, dan pembimbing anak didik, melalui kinerja pengajar dalam pembelajaran, dengan indikatornya:

1)      Selalu datang tepat waktu, instrumen yang digunakan adalah absensi pengajar dan observasi langsung.

2)      Selalu mengajar sesuai alokasi waktu, instrumen yang digunakan adalah absensi pengajar dan observasi langsung.

f.        Untuk mengetahui keterampilan mengajar pengajar (ustadz/ustadzah) sebagai pengarah, pengajar, motivator, dan pembimbing anak didik, melalui kinerja pengajar dalam pembelajaran, dengan indikatornya:

1)      Selalu mengajar dengan teknik mengajar yang tepat, instrumen yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung.

2)      Selalu mengelola kelas dengan baik, instrumen yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung.

g.      Untuk mengetahui penguasaan materi pengajar (ustadz/ustadzah) sebagai pengarah, pengajar, motivator, dan pembimbing anak didik, melalui kinerja pengajar dalam pembelajaran, dengan indikatornya:

1)      Selalu mengajar dengan materi yang benar, instrumen yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung.

2)      Selalu memaparkan materi dengan mudah dipahami anak didik, instrumen yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung.

h.      Untuk mengetahui kesesuaian materi ajar dengan kurikulum yang digunakan oleh pengajar mengaji “iqra”, dengan indikatornya:

1)      Materi ajar berdasarkan buku panduan yang disediakan oleh sekolah, instrumen yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan observasi langsung.

2)      Materi ajar diajarkan sesuai tingkatan kemampuan siswa, instrumen yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan observasi langsung.

i.        Untuk mengetahui dukungan sarana penunjang yang tepat, mencukupi, dan tersedia ketika akan digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran mengaji “iqra”, seperti papan tulis, spidol, meja belajar, buku “iqra” atau Alquran, dan ruangan yang memadai. Maka, instrumen yang digunakan adalah observasi langsung.

j.        Untuk mengetahui pengelolaan kelas oleh pengajar dalam pembelajaran mengaji “iqra” terkait penataan fisik maupun pengaturan tempat duduk anak didik, sehingga dimungkinkan adanya situasi pembelajaran yang kondusif dan interaksi yang efektif. Maka, instrumen yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung.

k.      Untuk mengetahui kondisi lingkungan ketika siswa belajar terkait rasa nyaman sehingga mendukung ketentraman dan kelancaran siswa dalam belajar, seperti ketenangan dan udara yang sejuk saat belajar. Maka, instrumen yang digunakan adalah observasi langsung.



4.         Pelaksanaan Evaluasi Program (Proses Evaluasi Formatif)

Dalam tahapan ini, fokus perhatian adalah pelaksanaan program kegiatan mengaji “iqra” yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin tahun ajaran 2015/2016.

Berdasarkan absen siswa dan observasi yang telah dilaksanakan dalam satu semester, diperoleh data sebagai berikut:

Absen siswa kelas VII

No
Nama Siswa
Total Kehadiran
Keterangan
Keterlambatan
Sakit
Izin
Alpa
1
Ahmad Wirda
80



1
2
Ahmad Muhadis
76
3
1

2
3
Anshar
78
1
1

2
4
Aulia Rahmi
77
2
1

2
5
Dahlia
78
1
1

3
6
Dina Astuti
78
1
1

1
7
Eggy Sultan Marvell
80



5
8
Eka Rizki
80



1
9
Hasim Fadillah
80



1
10
Hamzah
80



1
TOTAL
8
5

19













Absen siswa kelas VIII

No
Nama Siswa
Total Kehadiran
Keterangan
Keterlambatan
Sakit
Izin
Alpa
1
Hillal Ramadhan
80



1
2
Lia Herlina
80



2
3
Muhammad Firhad Riyaldi
80



4
4
Muhammad Haris Ansari
78
1
1

3
5
Muhammad  Alfarisyi
78
1
1

2
6
Muhammad Fathur Rahman
76
3
1

1
7
Muhammad Rizza
80




8
Muhammad Ulyani
80



1
9
Mirna
80



1
10
Noor  Jamilah Izzati
80




TOTAL
5
3

15



Absen siswa kelas IX

No
Nama Siswa
Total Kehadiran
Keterangan
Keterlambatan
Sakit
Izin
Alpa
1
Agung Nurcahyadi
80




2
Apriadi
80




3
Didi Rahmadi
80




4
Erfan Wahyuni
79
1


2
5
Fajarrudin
79
1



6
Feby Ardea
79
1



7
Halesa Salamah
80



3
8
Holdi
80



1
9
Ja’far Abdurrahman
80



1
10
Khairul Amar
80




TOTAL
3


7



Dari hasil analisa evaluator terhadap hasil absensi siswa dan observasi langsung yang dilakukan selama satu semester yang telah dipaparkan di atas diperoleh kesimpulan bahwa:

a.       Kerajinan siswa dalam kegiatan pembelajaran mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin dinilai sudah sangat baik, terlihat dari total ketidakhadiran siswa, yaitu siswa kelas VII hanya 1,625%, siswa kelas VIII hanya 1%, dan siswa kelas IX hanya 0,375%. Jadi, kehadiran siswa kelas VII adalah 98,375%, siswa kelas VIII adalah 99%, dan siswa kelas IX adalah 99,635%.

b.      Ketepatan waktu datang ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin dinilai sudah baik, terlihat dari total siswa yang terlambat, yaitu siswa kelas VII hanya 2,375%, siswa kelas VIII hanya 1,875%, dan siswa kelas IX hanya 0,875%. Jadi, ketepatan waktu siswa kelas VII adalah 97,625%, siswa kelas VIII adalah 98,125%, dan siswa kelas IX adalah 99,125%.

c.       Kedisiplinan siswa juga dapat dinilai dari data absensi siswa dan hasil observasi yang telah dilakukan oleh evaluator, dari data-data tersebut, maka dapat digambarkan bahwa kedisiplinan siswa dalam mengikuti kegiatan mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin dinilai sudah Sangat Baik.

Selanjutnya, adalah pemaparan hasil pengamatan yang dilakukan oleh evaluator terkait indikator kedisiplinan siswa dalam mengerjakan tugas dan ketepatan waktu pengumpulan tugas yang telah diberikan kepada pengajar mengaji “iqra”, berikut ini adalah hasil pengamatan (observasi) yang dilakukan oleh evaluator selama satu semester:

Observasi pengerjaan tugas oleh siswa kelas VII

No
Nama Siswa
Tugas ke-
Tidak Mengerjakan
Terlambat Mengumpul
1
2
3
1
Ahmad Wirda

1
2
Ahmad Muhadis
-
1

3
Anshar


4
Aulia Rahmi

1
5
Dahlia


6
Dina Astuti

1
7
Eggy Sultan Marvell
-
1

8
Eka Rizki


9
Hasim Fadillah

1
10
Hamzah


Total
8
10
10
2
4



Observasi pengerjaan tugas oleh siswa kelas VIII

No
Nama Siswa
Tugas ke-
Tidak Mengerjakan
Terlambat Mengumpul
1
2
3
1
Hillal Ramadhan


2
Lia Herlina

1
3
Muhammad Firhad Riyaldi

1
4
Muhammad Haris Ansari

1
5
Muhammad  Alfarisyi

1

6
Muhammad Fathur Rahman

1
7
Muhammad Rizza

1
1
8
Muhammad Ulyani

1

9
Mirna


10
Noor  Jamilah Izzati


Total
9
8
10
3
5







Observasi pengerjaan tugas oleh siswa kelas IX

No
Nama Siswa
Tugas ke-
Tidak Mengerjakan
Terlambat Mengumpul
1
2
3
1
Agung Nurcahyadi


2
Apriadi

1

3
Didi Rahmadi

1
4
Erfan Wahyuni

1
5
Fajarrudin

1
6
Feby Ardea

1
1
7
Halesa Salamah


8
Holdi


9
Ja’far Abdurrahman

1

10
Khairul Amar


Total
9
8
10
3
4



Dari hasil analisa evaluator terhadap hasil observasi evaluator terhadap pengerjaan tugas dan ketepatan waktu pengumpulan tugas oleh siswa yang dilakukan selama satu semester yang telah dipaparkan di atas diperoleh kesimpulan bahwa:

a.    Kerajinan siswa dalam mengerjakan tugas pada kegiatan pembelajaran mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin dinilai sudah sangat baik, terlihat dari total  siswa yang tidak mengerjakan tugas, yaitu siswa kelas VII hanya 6,67%, siswa kelas VIII hanya 10%, dan siswa kelas IX hanya 10%. Jadi, prosentase kerajinan siswa dalam mengerjakan tugas adalah siswa kelas VII adalah 93,33%, siswa kelas VIII adalah 90%, dan siswa kelas IX adalah 90%.

b.    Kedisiplinan siswa dalam mengumpulkan tugas pada kegiatan pembelajaran mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin dinilai sudah sangat baik, terlihat dari total  siswa yang terlambat dalam mengumpulkan tugas, yaitu siswa kelas VII hanya 13,33%, siswa kelas VIII hanya 16,67%, dan siswa kelas IX hanya 13,33%. Jadi, prosentase kedisiplinan siswa dalam mengumpulkan tugas adalah siswa kelas VII adalah 86,67%, siswa kelas VIII adalah 83,33%, dan siswa kelas IX adalah 86,67%.



Selanjutnya, adalah pemaparan hasil ulangan harian dan ulangan semester yang dilakukan oleh pengajar (ustadz/ustadzah) pada kegiatan belajar mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin tahun ajaran 2015/2016 semester 1, berikut adalah hasil penilaian tersebut:







Hasil Prestasi Belajar Mengaji Siswa Kelas VII

No
Nama
Ulangan Harian
Ulangan Semester
Nilai Akhir
I
II
III
1
Ahmad Wirda
80
90
80
80
81.33
2
Ahmad Muhadis
80
80
80
90
86
3
Anshar
80
80
80
80
80
4
Aulia Rahmi
80
90
80
80
81.33
5
Dahlia
80
90
80
90
87.33
6
Dina Astuti
80
80
80
80
80
7
Eggy Sultan Marvell
80
90
80
80
81.33
8
Eka Rizki
80
80
80
90
86
9
Hasim Fadillah
75
80
80
80
79.33
10
Hamzah
80
80
80
90
86



Hasil Prestasi Belajar Mengaji Siswa Kelas VIII

No
Nama
Ulangan Harian
Ulangan Semester
Nilai Akhir
I
II
III
1
Hillal Ramadhan
80
80
80
80
80.00
2
Lia Herlina
80
80
80
80
80.00
3
Muhammad Firhad Riyaldi
80
90
80
95
90.33
4
Muhammad Haris Ansari
80
80
80
80
80.00
5
Muhammad  Alfarisyi
80
75
80
85
82.33
6
Muhammad Fathur Rahman
80
80
80
80
80.00
7
Muhammad Rizza
80
90
80
80
81.33
8
Muhammad Ulyani
80
80
80
90
86.00
9
Mirna
80
80
80
80
80.00
10
Noor  Jamilah Izzati
80
80
80
80
80.00



Hasil Prestasi Belajar Mengaji Siswa Kelas IX

No
Nama
Ulangan Harian
Ulangan Semester
Nilai Akhir
I
II
III
1
Agung Nurcahyadi
80
80
80
85
83.00
2
Apriadi
80
80
80
80
80.00
3
Didi Rahmadi
80
85
80
90
86.67
4
Erfan Wahyuni
80
80
80
80
80.00
5
Fajarrudin
90
80
80
80
81.33
6
Feby Ardea
80
75
80
90
85.33
7
Halesa Salamah
80
80
80
80
80.00
8
Holdi
80
80
90
75
78.33
9
Ja’far Abdurrahman
90
80
80
80
81.33
10
Khairul Amar
80
80
80
80
80.00



Adapun penentuan nilai akhir adalah 40% dari nilai keseluruhan ulangan harian dan 60% dari nilai ulangan akhir, sehingga dapat diperoleh nilai akhir yang tertulis di dalam tabel di atas. Kemudian, standar ketuntasan yang ditetapkan adalah 75.

Dari pemaparan nilai capaian yang diperoleh oleh siswa di atas, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi siswa dalam kegiatan mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin adalah sangat baik, karena tidak ada satu pun siswa yang mendapat nilai di bawah standar ketuntasan yaitu 75.

Selanjutnya adalah pengamatan yang dilakukan evaluator untuk mengetahui tingkat kerajian pengajar (ustadz/ustadzah) dalam kegiatan belajar mengaji “iqra” di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin, berikut adalah absen pengajar dan hasil observasi yang telah dilaksanakan dalam satu semester, diperoleh data sebagai berikut:

Absen pengajar (ustadz/ustadzah) kegiatan mengaji “iqra”

di SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin tahun ajaran 2015/2016

No
Nama Pengajar
Total Kehadiran
Keterangan
Keterlambatan
Mengajar Tidak Sesuai Alokasi Waktu
Sakit
Izin
Alpa
1
A. Faisal
80



1
2
2
A. Rafi'i
76
3
1

2
1
3
Abdurrahman Fahmi
78
1
1



4
Burhanuddin
77
2
1


1
5
H. M. Arsyad
78
1
1



6
Haris Maulidinnor
78
1
1

1
1
7
Hj. Arbayah
80



2
1
8
Hj. Halimah
80



1
1
9
Husna Maisa'adah
80



1
1
10
Lamsiah
80



1
1
TOTAL
787
8
5

9
9



Dari absensi dan data observasi di atas, dapat disimpulkan bahwa kerajinan pengajar mengaji “iqra” sudah sangat baik, hal ini dikarenakan jumlah prosentasi yang tidak berhadir hanya 0,125%, jadi prosentase pengajar yang berhadir mengajar adalah 99,875%.

Kemudian, terkait kedisiplinan pengajar datang ke sekolah juga dinilai sangat baik, hal ini dikarenakan prosentase pengajar yang terlambat datang ke sekolah hanya 1,125%, jadi prosentase pengajar yang datang tepat waktu adalah 98,875%.

Adapun ketepatan alokasi waktu mengajar yang dilaksanakan oleh para pengajar juga dinilai sangat baik, hal ini dikarenakan jumlah prosentase pengajar yang tidak sesuai alokasi waktu dalam mengajar hanya 1,125%, jadi prosentase pengajar yang mengajar sesuai alokasi waktu yang ditetapkan adalah 98,875%.

Adapun, mengetahui keterampilan mengajar pengajar (ustadz/ustadzah), seperti ketepatan penggunaan teknik mengajar dan pengelolaan kelas dalam kegiatan belajar mengaji “iqra” adalah melalui hasil observasi berikuti ini:

No
Nama Pengajar
Total Mengajar
Ketepatan Teknik Mengajar
Mampu Mengelola Kelas
Menguasai Materi Ajar
1
A. Faisal
80
60
60
60
2
A. Rafi'i
76
65
65
65
3
Abdurrahman Fahmi
78
70
70
70
4
Burhanuddin
77
60
60
60
5
H. M. Arsyad
78
60
60
60
6
Haris Maulidinnor
78
65
65
65
7
Hj. Arbayah
80
65
65
65
8
Hj. Halimah
80
78
78
78
9
Husna Maisa'adah
80
76
76
76
10
Lamsiah
80
76
76
76
TOTAL
787
675
675
675



Dari data observasi di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan mengajar pengajar (ustadz/ustadzah) kegiatan belajar mengaji “iqra” sudah sangat baik, hal ini dikarenakan jumlah prosentasi pengajar yang tepat menggunakan teknik mengajar adalah 85,77%. Kemudian, jumlah prosentasi pengajar yang mengelola kelas adalah 85,77%. Kemudian, jumlah prosentasi pengajar yang menguasai materi ajar saat mengajar adalah 85,77%.

Selanjutnya, adalah kesesuaian materi ajar dengan kurikulum yang digunakan oleh pengajar saat mengajar adalah sudah sesuai, dikarenakan buku panduan yang digunakan adalah buku “iqro. Adapun, pengajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan tingkatan siswa, hal ini dikarenakan di awal tahun ajaran, sudah diadakan seleksi kemampuan membaca Alquran siswa, sehingga sudah ada pembagian kelompok sesuai dengan tingkat kemampuan siswa yang bersangkutan.

Selanjutnya, adalah hasil observasi evaluator terhadap sarana penunjang yang tersedia dalam pelaksanaan pembelajaran mengaji “iqra”. Dari hasil pengamatan evaluator, sarana sudah cukup menunjang, seperti keberadaan papan tulis, spidol, meja belajar, buku “iqra” atau Alquran, dan ruangan yang memadai.

Adapun kondisi lingkungan ketika siswa belajar, maka dari hasil observasi evaluator dapat disimpulkan kondisi lingkungan terasa nyaman, hal ini dikarenakan jumlah ruangan yang banyak, dan ruangan kelas yang luas, sehingga mendukung ketentraman dan kelancaran siswa dalam belajar. Selain itu, adanya pohon-pohon rindang menimbulkan suasana ketenangan dan udara yang sejuk saat belajar.

VI.   Penutup/Simpulan

Berdasarkan fungsi dari evaluasi program, yaitu untuk memberikan bahan pertimbangan bagi pemangku kebijakan, maka dari beberapa hasil evaluasi yang dilakukan evaluator, maka dapat disimpulkan bahwa:

1.         Pemangku kebijakan, bisa melanjutkan program kegiatan belajar mengaji “iqra” ini, karena pelaksanaan program menunjukkan bahwa segala sesuatu sudah berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan hasil yang bermanfaat.

2.         Kemudian, bagi pihak terkait dapat menyebarluaskan program (melaksanakan program di tempat-tempat lain atau mengulangi program di lain waktu), karena program tersebut berhasil dengan baik, maka sangat baik jika dilaksanakan lagi di tempat dan waktu yang lain.

VII.Daftar Pustaka



Arikunto, Suharsimi dan Safruddin Abdul Jabar, Evaluasi Program Pendidikan: Pedoman Teoritis Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan, Edisi Ke-2, cet. ke-4, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010).

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »