Evaluasi-Bahrul Ilmi


EVALUASI PROGRAM DESA SIAGA AKTIF DI DESA

GUNUNG ULIN KECAMATAN BINUANG

KABUPATEN TAPIN

                                                                                



Oleh:

Bahrul Ilmi: 1502521485





BAB I

PENDAHULUAN

Abstrak

Evaluasi Program Desa Siaga Aktif di Desa Gunung Ulin  Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin. Dengan fokus penelitian meliputi : Evaluasi Pelayanan Kesehatan Dasar, Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan UKBM, Evaluasi Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Faktor-faktor penghambat evaluasi pelaksanaan Program Desa Siaga Aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Evaluasi Program Desa Siaga Aktif di Desa Gunung Ulin Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan melakukan studi kepustakaan, studi lapangan, yaitu dengan melakukan pengumpulan data melalui kegiatan observasi dan pengamatan secara langsung pada objek penelitian, dokumentasi dengan pengumpulan data yang dilakukan untuk mendapatkan data sekundar berupa surat-surat, arsip-arsip dan dekumen-dekumen yang ada relevisinya dengan kebutuhan data yang diperlukan dalam proses penulisan serta mengadakan wawancara untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas sesuai dengan yang dibutukan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa Program Desa Siaga Aktif dinilaibelum berjalan sebagaimana mestinya. Karena diketahui bahwa masih banyak masyarakat yang belum paham bahwa pentingnya lingkungan sehat dan keluarga

sehat.. Kata Kunci : ”Evaluasi Program Desa Siaga Aktif Desa Gunung Ulin KecamatanBinuang Kabupaten Tapin”



Pendahuluan

Undang-undang Republik Indonesia No 17 Tahun 2007 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 adalah “Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil, dan Makmur.” dalam mewujudkan visi tersebut ditetapkan 8 (delapan) arah pembangunan jangka panjang, salah satunya adalah mewujudkan bangsa yang berdaya saing. Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satu cara yang dilakukan ialahdengan mengedepankan kualitas pembangunan sumber daya manusia dan meningkatkan kualitas pendidikan, ekonomi, serta kesehatan masyarakat oleh karena itu kementerian kesehatan menetapkan srategi berbasis model pendekatan, bersamaan, dan memfasilitasi percepatan dan pencapaian peningkatan derajat kesehatan bagi seluruh penduduk dengan mengembangkan kesiap-siagaan di tingkat Desa dan Kelurahan. Melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjelaskan adanya pelimpahan urusan pemerintahan yang menjadi urusan wajib Pemerintah pusat ke Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota, dalam mengurus urusan rumah tangganya sendiri melalui hal ini, salah satu dari sejumlah urusan wajib yang dimaksud adalah penanganan dibidang kesehatan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, mengamanatkan bahwa pelayanan kesehatan yang

bermutu dan merata harus terus ditingkatkan, serta dalam rangka mewujudkan visi Indonesia sehat 2016, telah ditetapkan misi pembangunan yaitu menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat serta lingkungan.   Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1529/MENKES/SK/X/2010 tentang Pedoman Umum Pengembangan Desa dan

Kelurahan Siaga Aktif, Dengan demikian, strategi serta langkah penting yang diambil oleh Menteri Kesehatan yaitu pembentukan Desa Siaga Aktif yang dilaksanakan oleh daerah, jelas bahwa melalui pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif merupakan salah satu urusan wajib yang harus diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. Bahkan tidak

hanya pihak pemerintah, pihak-pihak lainpun, yaitu organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta para pengambil keputusan dan pemangku kepentingan lain, besar perannya dalam mendukung keberhasilan pembangunan kesehatan masyarakat desa dan kelurahan. Desa dan Kelurahan Siaga Aktif merupakan salah satu indikator dalam Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten dan Kota. Dalamstrategi yang direncanakan tersebut target yang ingin dicapai pada tahun 2016 adalah 80% Desa dan Kelurahan yang ada di Indonesia telah menjadi Desa dan Kelurahan Siaga Aktif. Mengingat waktu untuk mencapai target tersebut sekitar empat tahun lagi sejak tahun 2011, yang dimana saat ini terdapat sekitar 75.410 Desa dan Kelurahan, untuk itu perlu dilaksanakan Akselerasi percepatan Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif. Evaluasi Program Desa Siaga Aktif di Desa Gunung Ulin.

Dalam visi pembangunan Kabupaten Malinau tahun 2011-2016 yaituMewujudkan Kabupaten Tapin yang Aman, Nyaman dan Damai melalui Gerakan Desa Membangun (GERDEMA), maka untuk mewujudkan Kabupaten Tapin yang Aman, Nyaman, dan Damai tersebut Pemerintah Kabupaten Tapin sangat memperhatikan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Visi pembangunan tersebut juga memuat paradigma Gerakan Desa Membangun (GERDEMA), yaitu suatu model pembangunan yang bertumpu pada kekuatan rakyat dengan dijiwai oleh rasa persatuan, kesetaraan, kerjasama dan kebersamaan dengan niat yang tulus dan tekad yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memacu kemajuan daerah.

Dalam visi tersebut bertumpu pada semboyan atau tekad Tapin Berubah Maju Sejahtera yang mengandung semangat untuk mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tapin bersama-sama berubah dalam meraih kemajuan dan kesejahteraan. Berubah untuk maju dan maju untuk menggapai kesejahateraan. GERDEMA juga berangkat dari kekuatan pemikiran bahwa membangun Tapin itu harus dimulai dari desa. Desa adalah tempat dan komunitas masyarakat Tapin. Kabupaten Tapin yang maju dan sejahtera ditentukan oleh kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa. Desa yang maju dan sejahtera adalah wujud nyata dari Kabupaten Tapin yang maju dan sejahtera. Visi Kabupaten Tapin diatas yang bertumpu pada semboyan Bertekat untuk berubah untuk maju dan maju untuk menggapai kesejahateraan sangat jelas bahwa pemerintah Kabupaten berusaha mengajak masyarakatnya untuk berjuang dalam membangun desa dan melaksanakan program-program pemerintah secara nasional. Dalam hal ini secara khusus untuk mewujudkan masyarakat desa yang peduli, tanggap, dan mampu mengatasi setiap permasalahkesehatan secara mandiri, sehingga meningkatkan derajat kesehatannya meningkat, dengan dibentuknya Desa Siaga Aktif .

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Malinau selaku perpanjangan tangan

dari menteri Kesehatan sebagai Pemerintah Pusat sebagaimana yang diprogramkan mengajak khususnya Pemerintah Desa Kaliamok untuk bekerja sama dalam menyelenggara program Desa Siaga Aktif tersebut sehingga diharapkan masyarakat dengan mudah mendapatkan pelayaan kesehatan, mengurangi angka kematian ibu dan anak, dan memberantas penyakit-penyakit,

serta melestarikan lingkungan desa.

Adapun konsep dasar Desa Siaga Aktif yang wajib dilaksanakan olehpemerintah desa yaitu (1) pelayanan kesehatan dasar ialah pelayanan kesehatan

bagi masyarakat di Desa Siaga Aktif yang diselenggarakan melalu berbagai Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) serta kegiatan kader dan

masyarakat, (2) pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) ialah pemberdayaan masyarakat

terus diupayakan melalui pengembangaan UKBM yang ada di desa dan kegiatan

difokuskan kepada upaya survailans berbasis masyarakat, kedaruratan kesehatan

dan penanggulangan bencana serta penyehatan lingkungan, (3) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dimana setiap masyarakat di desa siaga wajib melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan peran aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi sementara yang dilakukan oleh penulis, penulis melihat kurangnya sosialisasi tentang Desa Siaga Aktif oleh karena itu masih banyak terdapat masyarakat yang kurang sadar akan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, mengkonsumsi minuman keras, narkoba dan membuang sampah di sembarang tempat. Oleh karena itu fenomena inilah yang menarik bagi penulis untuk melakukan penelitian Perihal Desa Siaga di Desa Gunung Ulin. Berdasarkan uraian latarbelakang diatas tersebut maka penulis tertarik mengangkat judul dalam penelitian ini adalah “Evaluasi Program Desa Siaga Aktif di Desa Gunung UlinKecamatan Binuang Kabupaten Tapin”.



Metode Penelitian

Berdasarkan judul tentang Evaluasi Program Desa Siaga Aktif di Desa Gunung Ulin Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin, maka penelitian inidapat dikategorikan dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitiandeskriptif merupakan penelitian yang memaparkan dan bertujuan untuk menggambarkan penjelasan dari variabel yang akan diteliti. Metode ini dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam dengan narasumber, melakukan observasi terhadap data-data, serta melakukan dokumentasi. Data-data tersebut dianalisis menggunakan analisis data model interaktif, yakni dengan melakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan.



Hasil Penelitian

1. Evaluasi Program Desa Siaga Aktif

Evalausi program desa siaga aktif merupakan suatu penilaian yangdilakukan untuk melihat keberhasilan dan kegagalan suatu program dapat diukur dari beberapa indikator evaluasi yang berkaitan dengan tujuan dari program tersebut yaitu efektivitas, kecukupan, Responsivitas dan Ketetapan. Karena dari

indikator tersebut dapat dilihat apakah program sudah berjalan sesuai dengan tujuan dari Desa Siaga sendiri menjadikan masyarakat yang dapat mengatasi

masalah kesehatan secara mandiri.

a. Pelayanan kesehatan Dasar

Pelayanan kesehatan dasar adalah pelayanan primer sesuai dengankewenangan tenaga kesehatan yang bertugas. Untuk menganalisa lebih lanjut evaluasi pelayanan kesehatan dasar di desa Gunung Ulin dapat dilihat dari kegiatan pelayanan kesehatan dasar yang meliputi : pelayanan kesehatan untuk ibu hamil, pelayanan kesehatan untuk ibu menyusui, pelayanan kesehatan untuk anak, serta penemuan dan penanganan penderita penyakit. Dapat disimpulkan bahwa Pelayanan Kesehatan Dasar di Desa Gunung Ulin sudah berjalan dengan baik. dimana masyarakat sudah menerima pelayanankesehatan dasar yang merupakan salah satu poin dari Pelaksanaan Program Desa Siaga Aktif.

b. Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UKBM

Pemberdayaan masyarakat diupayakan melalui pengembangan UKBMyang ada di Desa. kegiatan difokuskan kepada upaya survailans berbasis masyarakat, dimana masyarakat berperan besar pada awal deteksi adanya insidensi masalah kesehatan dilingkungannya. Survailans berbasis masyarakat adalah pengamatan dan pencatatan penyakit yang diselenggarakan oleh masyarakat (kader) dibantu oleh tenaga kesehatan. Kegiatannya berupa: Bimbingan dalam pencarian tempat yang aman untuk mengungsi, Promosi kesehatan dan bimbingan mengatasi masalah kesehatan akibat bencana dan mencegah faktor-faktor penyebab masalah, Bantuan atau fasilitasi pemenuhan kebutuhan sarana sanitasi dasar (air bersih, jamban, pembuangan sampah atau limbah, dan lain-lain) di tempat pengungsian, penyediaan relawan yang bersedia menjadi donor darah, pelayanan kesehatan bagi pengungsi, promosi tentang pentingnya sanitasi dasar, Bantuan/ fasilitas pemenuhan kebutuhan sarana sanitasi dasar (air barsih, jamban, pembuangan sampah dan limbah, dan lain-lain) dan Bantuan atau fasilitas upaya pencegahan pencemaran lingkungan dan pengamatan dan pemantauan penyakit serta keadaan kesehatan ibu dan anak, gizi, lingkungan, dan perilaku yang dapat menimbulkan masalah kesehatan masyarakat, pelaporan cepat (kurang dari 24 jam) kepada petugas kesehatan untuk respon cepat, pencegahan dan penanggulangan sederhana penyakit dan masalah kesehatan, serta pelaporan kematian.

Dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat melaluipengembangan UKBM yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan aparatur Desa

Gunung Ulin dapat dikatakan sudah berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Namun masih ada kegiatan yang belum terlaksana dikarenakan khusus Desa Gunung Ulinbelum pernah terjadi bencana alam. Sehingga kegiatan tidak dilaksanakan.





c. Prilaku Hidup Bersih dan Sehat

Prilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah sekumpulan prilaku yangdipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, dan masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri)

di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.

Selain di tatanan rumah tangga, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat harus dikembangkan dan dipraktikan ditatanan-tatanan institusi pendidikan, tempat kerja, tempat umum dan sarana kesehatan. Untuk mengukur dan mengevaluasi keberhasilan pembinaan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga digunakan 10 (sepuluh) perilaku yang merupakan indikator yaitu (1) persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, (2) memberi ASI eksklusif kepada bayi, (3) menimbang berat badan baliata, (4) menggunakan air bersih, (5) mencuci tangan

dengan air bersih dan sabun, (6) menggunakan jamban sehat, (7) memberantas jentik nyamuk, (8) mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, (9) melakukan aktivitas fisik setiap hari, (10) tidak merokok didalam rumah.

Dapat disimpulkan bahwa pembinaan yang dilakukan oleh tenagakesehatan dan aparatur pemerintah desa tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

sudah berjalan. Artinya masyarakat mulai menyadari bahwa pentingnya hidup sehat dan lingkungan sehat. namun masih ada masrarakat yang belum menerapkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam kehidupan sehari-hari dikarenakan kurangnya kesadaran dari masyarakat.

2. Faktor-faktor penghambat Evaluasi Pelaksanaan Program Desa SiagaAktif

Faktor penghambat dalam Program Desa Siaga yang ada di Desa Gunung Ulin ialah partisipasi masyarakat. Dimana masyarakat yang ada di Desa Gunung Ulin belum sepenuhnya paham tujuan Program Desa Siaga yang ada di Desa. Sehingga masyarakat masih ada yang belum paham bahwa pentingnya kesehatan

dalam masyarakat dan keluarga.

Dapat disimpulkan yang menjadi faktor penghambat dalam program Desa

Siaga Aktif di Desa Gunung Ulin ialah kurangnya partisipasi dari masyarakat dalamProgram Desa Siaga Aktif, dikarenakan masih ada masyarakat yang kurangpaham dengan program yang ada di desa.



Simpulan

Berdasarkan penelitian yang berjudul Evaluasi Program Desa Siaga Aktif

di Desa Gunung Ulin Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin, maka dapat disimpulkan Pelayanan kesehatan dasar yang diberikan tenaga kesehatan sudah berjalan dengan maksimal dimana masyarakat yang ada di Desa Gunung Ulinkhususnya ibu dan anak sudah mendapatkan pelayanan posyandu, pemberian vitamin dan pencegahan penyakit menular.

Evaluasi Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UKBM sudah

berjalan sesuai dengan yang diinginkan, dimana masyarakat menyadari bahwa penting kesehatan dan dapat memecahkan masalah kesehatan secara mandiri. Evaluasi Prilaku Hidup Bersih dan Sehat sudah terlaksana dengan baik di Desa Gunung Ulindimana masyarakat sudah mulai paham bahwa pentingnya menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat dalam keluarga dan lingkungannya. Namun masih ada masyarakat yang belum sadar pentingnya menerapkan Prilaku

Hidup Bersih dan Sehat. Dengan hal ini tenaga kesehatan dan aparat memiliki tanggung jawab untuk mendororng masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan keluarga dan lingkungannya. Faktor penghambat dalam Program Desa Siaga Aktif di Desa Gunung Ulin ialah partisipasi masyarakat. Masih ada masyarakat yang belum paham dengan Program yang ada di desa.



Rekomendasi

1. Disarankan bagi aparatur pemerintah desa dan kesehatan lebih memperhatikan masyarakat yang belum paham program desa siaga aktif agar masyarakat dapat menangani masalah kesehatan secara mandiri di karenakan masih ada masyarakat yang belum ikut berpartisipasi.

2. Perlunya sosialisasi dan pemantauan langsung ke rumah masyarakat yang belum paham dengan program desa siaga aktif.



Daftar Pustaka

Abidin, Zainal Said. 2002. Kebijakan Publik Jakarta: Yayasan Pancur Siwah

Agustino, Leo. 2006. Dasar-dasar kebijakan public. Bandung : Alfabeta

Ariskunto, Suharsimi. 2002. Prosedur panalitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Dunn, William N. 2003. Analisis Kebijakan Publik. Gaja Mada University Press

Yogyakarta

Husaini Usaman dan Purnomo Setiady Akbar,2003, Metodelogi Penelitian Sosial,

PT. Bumi Aksara, Jakarta

J. Maleong. Lexy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung :

PT.Remaja Rosdakary

Koryati, dkk. 2004 . Kebijakan dan manajemen pembangunan wilayah.

Yogyakarta : Cipta Mandiri

Mahmudi. 2005. Manejemen Kinerja Sector Public. Yogyakarta: Unit Terbitan

M. Solly Lubis, 2007, Kebijakan Publik, Mandar Maju, Bandung.

Nurcholis, Hanif. 2005 Teori dan Praktik Pemerintahan dan Otonomi Daerah.

Jakarta: PT Grasindo

Parson, wayne. 2006. Public Policy, Pengantar Teori dan Praktik Analisis

Kebijakan. Jakarta: Kencana Prenanda Media Group

Pasolong, Harbani.2007.Teori Administrasi Publik. Alfabeta: Bandung.

Rohidi, Tjetjep Rohendi. 1992. Analisis Data Kualitatif Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta : Univesitas Indonesia (UI-Press)



Silalahi, Ulber. 2010. Metodologi penelitian Sosial. Bandung : PT Refika Aditama

Subarsono, AG. 2005 Anilisi Kebijakan Publik Konsep, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar



Subarsono AG.2006, Analisis Kebijakan Publik, pustaka Pelajar : Yogyakarta

Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta



Suharto, Edi. 2008 . Kebijakan Social sebagai Kebijakan publik. Bandung : Alfabeta



Suharto, Edy Ph. D, 2005. Membangun masyarakat memberdayakan rakyat, Cetakan pertama. PT. Refika Aditama, Bandung.





Dokumen-dokumen :

Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 Tentang Pemerintahan Desa

Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang pemerintah Daerah

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daereh

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesi Nomor 1529/MENKES/SK/X/2010 Tentang Pedoman umum Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »