RANCANGAN EVALUASI PROGRAM MTs TERBUKA
DI MTsN 2 GAMBUT
A.
Latar
Belakang
Penyelenggaraan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama
baik antara pemerintah maupun masyarakat sesuai dengan amanat
Undang-Undang Dasar RI 1945 Pasal 31 ayat (1) yakni memberi hak kepada setiap
warga negara Indonesia untuk mendapatkan pengajaran.
Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7
– 15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Pasal 34 ayat 2
menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah derah menjamin
terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa
memungut biaya, sedangkan dalam ayat 3 menyebutkan bahwa wajib belajar
merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan
Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Konsekuensi dari amanat
undang-undang tersebut adalah Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan
layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat pendidikan dasar (SD/MI
dan SMP/MTs) serta satuan pendidikan lain yang sederajat.
Di bidang pembangunan pendidikan, pemerintah telah melakukan
berbagai upaya baik yang berkaitan dengan peningkatan kuantitas maupun
kualitasnya. Dalam prakteknya, upaya itu sering kali menghadapi berbagai
kendala. Krisis multidimensi yang terjadi di Indonesia, misalnya disinyalir
telah membawa dampak bertambahnya jumlah kelompok masyarakat yang kurang
beruntung. Kondisi ini menyebabkan semakin banyak orang yang tak mampu
meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan merupakan masalah
tersendiri dalam memberikan layanan pendidikan kepada seluruh lapisan
masyarakat.
Sistem pendidikan yang dimungkinkan
dapat diterapkan untuk itu adalah sistem pendidikan terbuka jarak jauh. Karena
sistem pendidikan ini diterapkan pada jenjang pendidikan menengah khususnya
MTs, maka disebut dengan MTs Terbuka.
Permasalahan dalam pendidikan sangat
kompleks. Salah satu alternatif pemecahanya dimulai dari penemuan konsep MTs
Terbuka oleh pemerintah yang diilhami oleh berbagai aspirasi masyarakat lapis
bawah yang disampaikan kepada Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan (sekarang
Departemen Pendidikan Nasional).
B. Tujuan
Program MTs Terbuka ini dilaksanakan sebagai salah satu
upaya pemerintah dalam mengsukseskan wajib belajar 9 tahun, terutama
diperuntukkan bagi peserta didik yang mempunyai ekonomi lemah.
C. Rumusan
Pertanyaan Evaluasi
Rumusan pertanyaan evaluasi program ini adalah apakah pihak
sekolah MTsN 2 Gambut dapat membuat rancangan program MTs terbuka dengan baik?
Rumusan ini diharapkan dapat terjawab jika pertanyaan evaluasi yang lebih
sempit ini terjawab.
- Apakah program MTs terbuka mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang kurang mampu?
- Apakah rancangan program MTs terbuka yang dibuat pihak sekolah MTsN 2 Gambut cukup aplikatif?
- Kesulitan apa saja yang ditemui pihak sekolah ketika membuat rancangan program MTs terbuka?
D.
Metodologi
Yang Digunakan
Model evaluasi
yang digunakan dalam program ini adalah model evaluasi Context-Input-Process-Product (CIPP). Tujuannya adalah untuk
mengumpulkan informasi yang akurat dalam pengambilan keputusan
lebih lanjut guna memperbaiki dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan program
MTs Terbuka di masa yang akan datang. Model CIPP digunakan karena
dibutuhkan ketersediaan informasi yang akurat dan menyeluruh.
Pendekatan yang
digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan didukung pendekatan kualitatif.
Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendapatkan hasil monitoring dan
evaluasi yang mendalam dan komprehensif. Pendekatan ini digunakan untuk
menangani data-data yang bersifat kuantitatif (angka).
E. Tahapan monitoring dan evaluasi
Fokus monitoring dan evaluasi
berdasarkan tahapan monitoring dan evaluasi Context-Input-Process-Product
dikemukakan sebagai berikut:
a. Penilaian konteks meliputi profil TKB
(tempat kegiatan belajar), latar belakang program MTs Terbuka di sekolah MTsN 2
Gambut, faktor geografis-demografis, dan latar belakang sosial ekonomi
dan pendidikan orang tua siswa. Informasi yang dikumpulkan digunakan
sebagai dasar dalam pertimbangan program.
b. Penilaian input meliputi peserta didik,
kurikulum, bahan ajar, guru dan tenaga administrasi serta sarana belajar. Data
dikumpulkan selama tahap penilaian digunakan sebagai pengambil keputusan.
c. Penilaian proses adalah kegiatan
penilaian selama pelaksanaan pendidikan. Penilaian ini berkaitan langsung
dengan pelaksanaan tutorial, aktivitas belajar, penggunaan media
pembelajaran, kemanfaatan laboratorium, kunjungan kepala sekolah, pemberian
jenis tugas, fasilitas guru pamong, dan fasilitas guru bina.
d. Penilaian produk/output, berhubungan
dengan hasil pelaksanaan program. Penilaian dilakukan untuk mengetahui sampai
seberapa jauh pelaksanaan program MTs Terbuka di sekolah MTsN 2 Gambut
telah berhasil mencapai tujuan berdasarkan kriteria yang ditetapkan, yang
meliputi hasil belajar peserta didik, nilai rerata dan jumlah kelulusan
dalam ujian nasional.
Dasar kegiatan dalam evaluasi program
pelaksanaan rintisan MTs Terbuka ini melalui tahapan-tahapan konteks, input,
proses dan produk. Penggunaan model CIPP dalam evaluasi program ini
karena:
a) Dengan model CIPP, maka kegiatan
evaluasi pelaksanaan program MTs Terbuka di sekolah MTsN 2 Gambut dapat
dilakukan perbandingan yang mendasar antara data di lapangan dengan standar
yang ditentukan.
b) Dapat membuat evaluasi dan penilaian tentang pelaksanaan MTs Terbuka
dilihat dari indikator konteks, input, proses dan produk/output.
c) Dengan model CIPP, indikator konteks, input, proses dan produk/output yang
dibandingkan tidak hanya untuk menentukan apakah ada perbedaan tujuan dengan
keadaan sebenarnya, tetapi juga dibandingkan dengan standar yang ditentukan.
Untuk memudahkan monitoring evaluasi,
maka perlu dilihat indikator indikator yang terdapat dalam konteks, input,
proses dan output yang digunakan dalam monitoring evaluasi ini, yaitu:
Tabel
1 Indikator-indikator Evaluasi
|
Konteks
|
Input
|
Proses
|
Output
|
|
1.
Profil tempat belajar
2. Latar belakang program MTs Terbuka
3. Faktor geografis
4. Latar belakang sosial ekonomi dan pendidikan orang
tua Siswa
|
(1) Peserta didik
(2) Kurikulum
(3) Bahan ajar
(4) Guru dan
tenaga
administrasi
(5) Sarana
Belajar
|
1. Pelaksanaan tutorial
2. Aktivitas belajar siswa
3. Penggunaan media pembelajaran
5. Kunjungan Kep. Sek.
6.
Pemberian jenis tugas
7.
Fasilitasi guru pamong
8.
Fasilitasi guru bina
|
(1) Hasil belajar
(2) Nilai rerata untuk 10 mapel.
(3) Jumlah kelulusan
|
Evaluasi program MTs terbuka akan dibagi menjadi 4 tahap
yaitu:
a.
Tahap Persiapan, tahap ini merupakan tahap dimana dilakukan identifikasi
terhadap jenis-jenis data yang akan dikumpulkan berkaitan dengan pertanyaan
evaluasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Setiap pertanyaan evaluasi akan
ditentukan data apa saja yang diperlukan, darimana sumbernya, bagaimana cara
mendapatkannya dan apa bentuk data yang diharapkan.
b.
Tahap Pengumpulan Data / Informasi, pada tahap ini data akan dikumpulkan
pada sekuen-sekuen tertentu disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan MTs terbuka
pada sekolah MTsN 2 Gambut.
c.
Tahap Pengolahan dan Analisis Data, data yang terkumpul akan diinventarisir
dan diolah sesuai dengan jenis datanya. Data berupa skor tes akan ditampilkan
dalam bentuk persentase serta dikelompokkan berdasarkan kriteria perolehan
tinggi-sedang-rendah, demikian juga dengan hasil penilaian yang menggunakan
rubrik untuk menilai program yang dibuat pihak sekolah.
d.
Tahap Pengambilan Kesimpulan & Menyusun Rekomendasi, tahap pengambilan kesimpulan merupakan
tahap menyusun rumusan jawaban setiap pertanyaan evaluasi. Hasil pengolahan dan
analisa data akan ditampilkan sebagai fakta empiris dari evaluasi program MTs
terbuka. Dari deskripsi catatan lapangan, kuesioner, dan wawancara akan
dirumuskan pula sejumlah rekomendasi untuk memberikan informasi tentang bagian
mana dari tahap pelaksanaan yang dapat dipertahankan, bagian mana yang harus
diperbaiki, bagian mana yang bisa dikembangkan, serta bagian mana yang harus
dihilangkan.
e.
Prosedur Kerja dan Langkah-Langkah Kegiatan
1.
Prosedur kerja, evaluasi program MTs terbuka mengikuti prosedur kerja
sebagai berikut:
|
No
|
Tahap
|
Deskripsi Pekerjaan
|
|
1.
|
Penyusunan draf
evaluasi program
|
Penentuan tujuan,
manfaat, pertanyaan evaluasi
|
|
2.
|
Observasi situasi
awal
|
Penentuan sasaran,
lokasi, situasi kelas, dan situasi akademik awal dimana program berlangsung,
mengidentifikasi pendekatan yang akan digunakan dalam melakukan evaluasi
program.
|
|
3.
|
Perancangan bentuk
data, cara menjaring data, cara pengolah dan menganalisis data
|
Mempersiapkan instrumen
berupa soal tes, kuesioner, pedoman wawancara, lembar observasi dan penentuan
observer.
|
|
4.
|
Penjadwalan
kegiatan
|
Menentukan waktu
untuk melakukan pengumpulan informasi.
|
|
5.
|
Pelaksanaan
Kegiatan
|
Melakukan kegiatan
pengumpulan data, pengolahan, analisis data, dan pengambilan kesimpulan hasil
evaluasi program.
|
|
6.
|
Pelaporan
|
Kegiatan ini
meliputi penyusunan dan inventarisasi data serta hasil secara tertulis.
Hasilnya akan disampaikan kepada pihak yang berkepentingan
|
2.
Jadwal Kegiatan Evaluasi, pada prinsipnya jadwal kegiatan evaluasi program sebagian
besar akan mengikuti irama jadwal proses belajar mengajar. Rincian kegiatan
evaluasi dan jadwalnya akan disajikan dalam tabel berikut :
|
No
|
Tahap
|
Waktu Kegiatan
|
|
1.
|
Penyusunan draf
evaluasi program
|
2 minggu sebelum
awal pengajaran / pada saat libur akhir semester
|
|
2.
|
Observasi situasi
awal
|
Pertemuan pertama pengajaran
|
|
3.
|
Perancangan bentuk
data, cara menjaring data, cara pengolah dan menganalisis data
|
2 minggu sebelum pengajaran/
pada saat libur akhir semester
|
|
4.
|
Pelaksanaan
Kegiatan
|
(lihat tabel pada
tahap pengumpulan data)
|
|
5.
|
Pelaporan
|
Segera setelah
selesai pelaksanaan UAS
|
F. Simpulan
Dengan diadakannya
program MTs terbuka ini, setidaknya mampu memberikan pelayanan khusus bagi para
siswa yang kurang mampu untuk melanjutkan sekolahnya. Berhubung jarak antara
sekolah MTs 1 dan MTs 2 yang jauh, dengan dibukanya program MTs terbuka
tersebut maka cukup bagus untuk kedepannya.
Apalagi dengan
didukung kelengkapan fasilitas yang tersedia seperti perpustakaan yang lengkap
koleksi bukunya dan tersedianya area wi-fi/hotspot. Serta akses jalan yang
mudah.