Evaluasi - Ahmad Muinuddin Rizani




RANCANGAN EVALUASI PROGRAM MTs TERBUKA

DI MTsN 2 GAMBUT



A.    Latar Belakang



Penyelenggaraan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama baik antara pemerintah maupun  masyarakat sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar RI 1945 Pasal 31 ayat (1) yakni memberi hak kepada setiap warga negara Indonesia untuk mendapatkan pengajaran.

Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7 – 15 tahun  wajib  mengikuti pendidikan dasar. Pasal 34 ayat 2 menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah derah menjamin  terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya, sedangkan dalam ayat 3 menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Konsekuensi dari amanat undang-undang tersebut adalah Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) serta satuan pendidikan lain yang sederajat.

Di bidang pembangunan pendidikan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya baik yang berkaitan dengan peningkatan kuantitas maupun kualitasnya. Dalam prakteknya, upaya itu sering kali menghadapi berbagai kendala. Krisis multidimensi yang terjadi di Indonesia, misalnya disinyalir telah membawa dampak bertambahnya jumlah kelompok masyarakat yang kurang beruntung. Kondisi ini menyebabkan semakin banyak orang yang tak mampu meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan merupakan masalah tersendiri dalam memberikan layanan pendidikan  kepada seluruh lapisan masyarakat.

Sistem pendidikan yang dimungkinkan dapat diterapkan untuk itu adalah sistem pendidikan terbuka jarak jauh. Karena sistem pendidikan ini diterapkan pada jenjang pendidikan menengah khususnya MTs, maka disebut dengan MTs Terbuka.

Permasalahan dalam pendidikan sangat kompleks. Salah satu alternatif pemecahanya dimulai dari penemuan konsep MTs Terbuka oleh pemerintah yang diilhami oleh berbagai aspirasi masyarakat lapis bawah yang disampaikan kepada Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan (sekarang Departemen Pendidikan Nasional).

B.   Tujuan

Program MTs Terbuka ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mengsukseskan wajib belajar 9 tahun, terutama diperuntukkan bagi peserta didik yang mempunyai ekonomi lemah.

C.   Rumusan Pertanyaan Evaluasi

Rumusan pertanyaan evaluasi program ini adalah apakah pihak sekolah MTsN 2 Gambut dapat membuat rancangan program MTs terbuka dengan baik? Rumusan ini diharapkan dapat terjawab jika pertanyaan evaluasi yang lebih sempit ini terjawab.

  1. Apakah program MTs terbuka mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang kurang mampu?
  2. Apakah rancangan program MTs terbuka yang dibuat pihak sekolah MTsN 2 Gambut cukup aplikatif?
  3. Kesulitan apa saja yang ditemui pihak sekolah ketika membuat rancangan program MTs terbuka?

D.    Metodologi Yang Digunakan

Model evaluasi yang digunakan dalam program ini adalah model evaluasi Context-Input-Process-Product (CIPP). Tujuannya adalah untuk  mengumpulkan informasi yang akurat dalam  pengambilan keputusan lebih lanjut guna memperbaiki dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan program MTs Terbuka  di masa yang akan datang. Model CIPP digunakan karena dibutuhkan ketersediaan informasi yang akurat dan menyeluruh.

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan didukung pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendapatkan hasil monitoring dan evaluasi yang mendalam dan komprehensif.  Pendekatan ini digunakan untuk menangani data-data yang bersifat kuantitatif (angka).



E.     Tahapan monitoring dan evaluasi

Fokus monitoring dan evaluasi berdasarkan tahapan monitoring dan evaluasi Context-Input-Process-Product dikemukakan sebagai berikut:

a.       Penilaian konteks meliputi profil TKB (tempat kegiatan belajar), latar belakang program MTs Terbuka di sekolah MTsN 2 Gambut, faktor geografis-demografis,  dan latar belakang sosial ekonomi dan pendidikan orang tua siswa.  Informasi yang dikumpulkan digunakan sebagai dasar dalam pertimbangan program. 

b.      Penilaian input meliputi peserta didik, kurikulum, bahan ajar, guru dan tenaga administrasi serta sarana belajar. Data dikumpulkan selama tahap penilaian digunakan sebagai pengambil keputusan.

c.       Penilaian proses adalah kegiatan penilaian selama pelaksanaan  pendidikan. Penilaian ini berkaitan langsung dengan  pelaksanaan tutorial,  aktivitas belajar, penggunaan media pembelajaran, kemanfaatan laboratorium, kunjungan kepala sekolah, pemberian jenis tugas,  fasilitas guru pamong,  dan fasilitas guru bina.

d.      Penilaian produk/output, berhubungan dengan hasil pelaksanaan program. Penilaian dilakukan untuk mengetahui sampai seberapa jauh  pelaksanaan program MTs Terbuka di sekolah MTsN 2 Gambut telah berhasil mencapai tujuan berdasarkan kriteria yang ditetapkan, yang meliputi  hasil belajar peserta didik, nilai rerata dan jumlah kelulusan dalam ujian nasional.



Dasar kegiatan dalam evaluasi program pelaksanaan rintisan MTs Terbuka ini melalui tahapan-tahapan konteks, input, proses dan produk.  Penggunaan model CIPP dalam evaluasi program ini karena:

a)      Dengan model CIPP, maka kegiatan evaluasi pelaksanaan program MTs Terbuka di sekolah MTsN 2 Gambut dapat dilakukan perbandingan yang mendasar antara data di lapangan dengan standar yang ditentukan.

b)      Dapat membuat evaluasi dan penilaian tentang pelaksanaan MTs Terbuka dilihat dari indikator konteks, input, proses dan produk/output.

c)      Dengan model CIPP, indikator konteks, input, proses dan produk/output yang dibandingkan tidak hanya untuk menentukan apakah ada perbedaan tujuan dengan keadaan sebenarnya, tetapi juga dibandingkan dengan standar yang ditentukan.

Untuk memudahkan monitoring evaluasi, maka perlu dilihat indikator indikator yang terdapat dalam konteks, input, proses dan output yang digunakan dalam monitoring evaluasi  ini, yaitu:



Tabel 1 Indikator-indikator Evaluasi

Konteks
Input
Proses
Output
1. Profil tempat  belajar
2. Latar belakang program MTs Terbuka
3. Faktor geografis
4. Latar belakang sosial ekonomi dan pendidikan orang tua Siswa
(1)  Peserta didik
(2)  Kurikulum
(3)  Bahan ajar
(4)  Guru dan
      tenaga
     administrasi
(5)  Sarana
      Belajar
1. Pelaksanaan tutorial
2. Aktivitas belajar siswa
3. Penggunaan media pembelajaran
5. Kunjungan Kep. Sek.
6. Pemberian jenis tugas
7.  Fasilitasi guru pamong
8.  Fasilitasi guru bina
(1)   Hasil belajar
(2)   Nilai rerata untuk 10 mapel.
(3)   Jumlah kelulusan



Evaluasi program MTs terbuka akan dibagi menjadi 4 tahap yaitu:

a.      Tahap Persiapan, tahap ini merupakan tahap dimana dilakukan identifikasi terhadap jenis-jenis data yang akan dikumpulkan berkaitan dengan pertanyaan evaluasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Setiap pertanyaan evaluasi akan ditentukan data apa saja yang diperlukan, darimana sumbernya, bagaimana cara mendapatkannya dan apa bentuk data yang diharapkan.

b.      Tahap Pengumpulan Data / Informasi, pada tahap ini data akan dikumpulkan pada sekuen-sekuen tertentu disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan MTs terbuka pada sekolah MTsN 2 Gambut.

c.       Tahap Pengolahan dan Analisis Data, data yang terkumpul akan diinventarisir dan diolah sesuai dengan jenis datanya. Data berupa skor tes akan ditampilkan dalam bentuk persentase serta dikelompokkan berdasarkan kriteria perolehan tinggi-sedang-rendah, demikian juga dengan hasil penilaian yang menggunakan rubrik untuk menilai program yang dibuat pihak sekolah.

d.      Tahap Pengambilan Kesimpulan & Menyusun Rekomendasi, tahap pengambilan kesimpulan merupakan tahap menyusun rumusan jawaban setiap pertanyaan evaluasi. Hasil pengolahan dan analisa data akan ditampilkan sebagai fakta empiris dari evaluasi program MTs terbuka. Dari deskripsi catatan lapangan, kuesioner, dan wawancara akan dirumuskan pula sejumlah rekomendasi untuk memberikan informasi tentang bagian mana dari tahap pelaksanaan yang dapat dipertahankan, bagian mana yang harus diperbaiki, bagian mana yang bisa dikembangkan, serta bagian mana yang harus dihilangkan.

e.       Prosedur Kerja dan Langkah-Langkah Kegiatan

1.         Prosedur kerja, evaluasi program MTs terbuka mengikuti prosedur kerja sebagai berikut:

No
Tahap
Deskripsi Pekerjaan
1.
Penyusunan draf evaluasi program
Penentuan tujuan, manfaat, pertanyaan evaluasi
2.
Observasi situasi awal
Penentuan sasaran, lokasi, situasi kelas, dan situasi akademik awal dimana program berlangsung, mengidentifikasi pendekatan yang akan digunakan dalam melakukan evaluasi program.
3.
Perancangan bentuk data, cara menjaring data, cara pengolah dan menganalisis data
Mempersiapkan instrumen berupa soal tes, kuesioner, pedoman wawancara, lembar observasi dan penentuan observer.
4.
Penjadwalan kegiatan
Menentukan waktu untuk melakukan pengumpulan informasi.
5.
Pelaksanaan Kegiatan
Melakukan kegiatan pengumpulan data, pengolahan, analisis data, dan pengambilan kesimpulan hasil evaluasi program.
6.
Pelaporan
Kegiatan ini meliputi penyusunan dan inventarisasi data serta hasil secara tertulis. Hasilnya akan disampaikan kepada pihak yang berkepentingan

2.         Jadwal Kegiatan Evaluasi, pada prinsipnya jadwal kegiatan evaluasi program sebagian besar akan mengikuti irama jadwal proses belajar mengajar. Rincian kegiatan evaluasi dan jadwalnya akan disajikan dalam tabel berikut :

No
Tahap
Waktu Kegiatan
1.
Penyusunan draf evaluasi program
2 minggu sebelum awal pengajaran / pada saat libur akhir semester
2.
Observasi situasi awal
Pertemuan pertama pengajaran
3.
Perancangan bentuk data, cara menjaring data, cara pengolah dan menganalisis data
2 minggu sebelum pengajaran/ pada saat libur akhir semester
4.
Pelaksanaan Kegiatan
(lihat tabel pada tahap pengumpulan data)
5.
Pelaporan
Segera setelah selesai pelaksanaan UAS



F.     Simpulan



Dengan diadakannya program MTs terbuka ini, setidaknya mampu memberikan pelayanan khusus bagi para siswa yang kurang mampu untuk melanjutkan sekolahnya. Berhubung jarak antara sekolah MTs 1 dan MTs 2 yang jauh, dengan dibukanya program MTs terbuka tersebut maka cukup bagus untuk kedepannya.

Apalagi dengan didukung kelengkapan fasilitas yang tersedia seperti perpustakaan yang lengkap koleksi bukunya dan tersedianya area wi-fi/hotspot. Serta akses jalan yang mudah.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »